admin

Rapat Dinas SMP Negeri 9 Kota Surakarta Mempersiapkan PSTS Kelas VII, VIII dan PSAT Kelas IX

Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) kelas VII, VIII Genap dan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) Kelas IX dilaksanakan pada tanggal 14 s.d  22 April 2025. Penilaian ini sebagai kegiatan untuk mengulang materi tengah semester genap yang telah diterima murid. Kegiatan yang menjadi tahunan ini tidak hanya menjadi kegiatan rutinas saja melainkan sebagai evaluasi tingkat kemampuan belajar murid. Pada kesempatan rapat dinas seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) SMPN 9 Kota Surakarta mempersiapkan dengan baik sebelum Idul Fitri 1446H. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 27 April 2025 di Aula SMPN 9 Kota Surakarta. Rapat dinas dimulai dengan sambutan dan motivasi kepala sekolah, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. (Bu Iffah) Bu Iffah menyampaikan informasi dari Bapak Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, yaitu pelayanan publik lebih optimal saat cuti bersama dilayani sesuai jadwal petugas piket, cuti tahunan adalah hak tetapi kewajiban tetap dijalankan, tidak diperbolehkan cuti terusan saat lebaran, menjaga aset sekolah dengan pendataan aset setiap kelas bekerja sama wali kelas dengan waka sarpras, kendaraan dinas hanya dipakai saat dinas, menjaga ketertiban dan keamanan Kota Surakarta, ASN sebagai contoh untuk menjaga kebersihan dengan meminimalisir penggunaan sampah plastik. Selain itu, Bu Iffah juga mengajak seluruh keluarga besar SMPN 9 Kota Surakarta untuk mengambil peran dalam menjaga kebersihan terutama untuk mengurangi penggunaan plastik. Bu Iffah menambahkan untuk mempersipkan PSTS kelas VII, VIII, dan PSAT kelas IX untuk seluruh GTK dapat saling bekerja sama dan komunikasi yang baik sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan sukses. Kegiatan selanjutnya disampaikan oleh waka kurikulum, Nur Dawam, S.Pd. bahwa soal Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) kelas VII, VIII Genap dan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) Kelas IX sudah disiapkan dari MGMP, dimohon panitia untuk dapat menjaga kerahasian soal dengan baik, seluruh GTK dapat hadir tepat waktu sebelum pukul 07.00 WIB, seluruh pengawas untuk dapat menjalankan tugas dengan baik sesuai dengan tupoksi, koreksi ujian dapat segera diselesaikan setelah diujikan, dan administrasi dalam penataan panitia lebih teliti. Kegiatan inti disampaikan oleh ketua panitia PSTS dan PSAT, Sumino, S.Pd., yang mengajak kerja sama seluruh GTK SMPN 9 Kota Surakarta untuk menyukseskan kegiatan PSTS kelas VII, VIII, dan PSAT kelas IX. Peran panitia yang telah ditunjuk untuk dapat lebih optimal untuk mempersiakan perlengkan administrasi sebelum pelaksanaan.  Selain itu, pengawas ruang ujian dimohon untuk dapat menjalankan tata tertib sebagai pengawas dan lebih teliti dalam pengumpulan lembar jawab murid disusun dari nomor kecil ke besar. Program pelaksanaan PSTS kelas VII, VIII, dan PSAT kelas IX yang telah disampaikan untuk dapat dijalakan dengan baik. Seluruh GTK SMPN 9 Kota Surakarta bersepakat untuk membawa nama baik sekolah lebih dapat maju, aktif, dan membara. (KK)

Rapat Dinas SMP Negeri 9 Kota Surakarta Mempersiapkan PSTS Kelas VII, VIII dan PSAT Kelas IX Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Rapat Koordinasi Pertahankan Sekolah Adiwiyata Mandiri

SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan rapat koordinasi Program Adiwiyata, Rabu (26/3/2025), yang bertujuan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan, sekaligus sebagai bentuk persiapan untuk pengajuan kelengkapan administrasi guna mempertahankan predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Kegiatan yang diadakan di aula sekolah ini dipimpin langsung oleh Koordinator Adiwiyata, Harini, S.Pd dan dihadiri oleh seluruh Tim Adiwiyata yang terdiri dari guru, staf, dan tenaga kependidikan dengan pendampingan Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd, M.Pd. Kegiatan dimulai dengan melakukan ice breaking untuk meningatkan semangat dan konsentrasi. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan bahwa Program Adiwiyata bukan hanya tanggung jawab pengurus Adiwiyata saja, tetapi juga seluruh warga sekolah agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan menjadi pembudayaan bersama. Rapat koordinasi ini membahas beberapa poin penting, seperti evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh 6 kelompok kerja (pokja), melengkapi bukti dukung yang akan dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup serta  penguatan terhadap pembudayaan sekolah yang peduli lingkungan. Adapun 6 pokja antara lain: Pokja Kebersihan, Sanitasi dan Drainase – Bertanggung jawab dalam kegiatan dan menyiapkan bukti dukung kebersihan lingkungan sekolah. Pokja Pengelolaan Sampah – Menangani pengelolaan sampah terkait 3R ( reduce, reuse dan recycle) , mengurangi, menggunakan lagi dan mendaur ulang sampah serta mengurangi sampah plastik di sekolah Pokja Pembibitan, Penanaman dan Pemeliharaan tanaman – Mengupayakan pelestarian lingkungn hijau di sekolah, dan keanekaragaman hayati Pokja Konservasi Air – Mengelola penggunaan air secara efisien serta mengedukasi siswa mengenai pemanfaatan air hujan dan air AC Pokja Konservasi Energi – Mengajak warga sekolah untuk hemat energi dengan menggunakan alat-alat Listrik dan alat elektronik secara efisien. Melakukan kampanye dan publikasi terkait penghematan energi dan kelestarian alam. Pokja Inovasi dan Penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup –Menemukan inovasi baru dalam perilaku ramah lingkungan hidup Keenam pokja yang terdiri dari beberapa orang guru bekerjasama  memberikan  capaian program dan melengkapi bukti dukung dari masing-masing indikator capaian yang belum dilaksanakan. Kegiatan selanjutnya adalah mengevaluasi kembali program dan laporan untuk melanjutkan  predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri . Ketua Tim Adiwiyata menyampaikan, “Kesepakatan yang ingin dicapai dalam rapat ini adalah komitmen seluruh warga sekolah untuk aktif berpartisipasi dalam program, serta perlunya pemantauan berkala guna memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai rencana. Beliau menambahkan, dengan koordinasi hari ini, saya berharap agar terbangun kerjasama semakin baik antar warga sekolah sehingga semakin menumbuhkan rasa peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah. Dan bisa berimbas ke peserta didik dan orang tua.” Begitu pula dengan anggota pokja Pembibitan, Penanaman dan Pemeliharaan tanaman, Arinta Tria. W, A.Md, menjelaskan, “Hari ini kita memantapkan kembali dengan  redokumentasi dan membuat klasifikasi tanaman berdasarkan nama yang ada di sekolah.” Sebagai penutup disampaikan harapan agar Program Adiwiyata dapat menjadi budaya di sekolah, bukan hanya sekadar program tahunan dan program meraih predikat mandiri berkelanjutan semata. Rapat ditutup dengan optimisme bahwa sekolah dapat menjadi contoh dalam upaya menjaga lingkungan yang bersih dan hijau. Kegiatan akan dilanjutkan hari berikutnya dengan presentasi masing-masing pokja.  [DH]

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Rapat Koordinasi Pertahankan Sekolah Adiwiyata Mandiri Read More »

Bedah dan Analisis Rapor Pendidikan 2025 SMP Negeri 9 Kota Surakarta

SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar Bedah Rapor Pendidikan Sekolah yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan pada Senin (24/3/2025) di aula yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah. Kegiatan diawali dengan melakukan yel-yel yang dipandu oleh Hari Untoro, S.Pd untuk menambah semangat dalam mengikuti rangkaian acara. Setelah itu kegiatan dilanjutkan Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd yang mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk menyimak hasil Rapor Pendidikan SMP Negeri 9 Kota Surakarta di tahun 2025. Berdasarkan hasil analisis rapor tahun ini, beberapa bagian menunjukkan nilai yang relatif baik namun terdapat angka penurunan dibandingkan tahun 2024 di bidang literasi, numerasi, iklim kebinekaan, dukungan psikologis dan partisipasi warga satuan pendidikan. Menyikapi hasil tersebut, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd mendorong adanya sinergi semua warga sekolah untuk memperbaiki indikator yang mengalami penurunan. Salah satu bagian yang ditekankan adalah penerapan deep learning dalam pembelajaran. Kerja sama antar warga sekolah diawali dengan membuat beberapa kesepakatan praktis untuk seluruh guru dan tenaga kependidikan. Melalui pengarahan dan diskusi, sekolah berkomitmen untuk menggandeng orang tua melalui komite sekolah dan lembaga-lembaga terkait untuk mendukung peningkatan hasil rapor pendidikan. Di akhir sesi, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd memberi ruang diskusi untuk setiap kelompok belajar tiap mata pelajaran membuat rencana pengembangan pembelajaran yang dituliskan dalam dokumen. Dokumen ini akan diteruskan sebagai bahan masukan dalam penyusunan kegiatan dan anggaran sekolah untuk meningkatkan hasil rapor pendidikan di tahun berikutnya. (JP)

Bedah dan Analisis Rapor Pendidikan 2025 SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

Kontribusi SMP Negeri 9 Kota Surakarta dalam Mendukung Hari Air Sedunia 2025

Tanggal 22 Maret diperingati sebagai Hari Air Sedunia atau World Water Day. Peringatan ini dilakukan setiap tahun untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia akan pentingnya air bersih bagi kehidupan. Tidak hanya itu, Hari Air Sedunia juga diperingati sebagai bentuk kampanye pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. PBB menetapkan tema peringatan World Water Day tahun ini adalah “Save Our Glaciers” sebagai bentuk kepedulian terhadap bentuk kepedulian terhadap perubahan iklim global. Tema ini kemudian diadopsi oleh Kementerian Kesehatan yang mengusung tema “Upaya Bersama dalam Menjaga Kualitas Air Minum.” Sebagai bentuk dukungan dalam peringatan Hari Air Sedunia 2025, SMP Negeri 9 Kota Surakarta telah melakukan berbagai kegiatan yang mana juga sebagai bentuk upaya konservasi dan penghematan air di lingkungan sekolah, seperti melakukan kampanye hemat air, pemasangan sticker di dekat kran dan membuat SOP penggunaan air di sekolah. Selain itu, konservasi air juga dilakukan dengan menampung air hujan dan air AC untuk kemudian dimanfaatkan untuk menyiram tanaman atau air karburator. Air dari wudhu juga dialirakan ke kolam ikan dan sumur resapan. (Awp)

Kontribusi SMP Negeri 9 Kota Surakarta dalam Mendukung Hari Air Sedunia 2025 Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Ikuti Kegiatan Jajan Pangan Lokal di Pasar Tanpa Plastik

Solo, Jumat 21/03/2025, Sekolah Ekologis dan Ramah Lingkungan adalah bagian dari visi misi SMP Negeri 9 Kota Surakarta,– Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, sebuah visi, misi inovatif. Pada kesempatan tersebut, perwakilan guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Dwi Sulistya S.Pd, bersama dua peserta didik hadir mengikuti kegiatan di Pasar Jebres Solo, di mana pasar ini kini mencoba bertransformasi menjadi pasar ramah lingkungan dengan menerapkan budaya bebas plastik dan mendorong penggunaan kemasan alami serta sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Kegiatan diinisiasi oleh Lembaga Gita Pertiwi Surakarta (GP) sebagai lembaga Non Government Organisasi (NGO) yang fokus terhadap isu-isu lingkungan di kota Surakarta. Peserta lain dikegiatan ini; SMP Negeri 3 Kota Surakarta, MI Muhammadiyah Program Khusus, Kartosuro dan SMP Negeri 3 Colomadu, Karanganyar. Para pedagang di Pasar Jebres Solo dengan pendampingan GP berusaha beralih dari kantong plastik ke bahan yang lebih ramah lingkungan, seperti daun pisang, kertas untuk membungkus makanan tradisional seperti tempe, tahu, dan jajanan pasar.  Terdapat pula gerakan membawa kantong kain dan atau anyaman bambu sebagai pengganti tas plastik.  “Kami ingin membangun kebiasaan belanja sehat bagi lingkungan. Plastik sekali pakai berusaha kami kurangi secara bertahap. Selain itu, kami mengajak lembaga pendidikan ikut serta menjadi bagian misi tersebut sebagai wujud cita-cita besar kita, yaitu lingkungan yang sehat dan sekolah berwaasan ekologis,” ujar staff program GP yang biasa disapa kak Isna bersemangat. Pukul 07.30 wib kegiatan diawali briefing di depan Pasar Jebres dengan pembagian kelompok peserta didik dan guru. Masing-masing dibekali uang sebesar Rp 35.000 untuk dibelanjakan jajanan lokal; makanan, buah maupun sayur. Rata-rata butuh waktu 10-15 menit, berbelanja, kemudian berkumpul di lantai dua area food court. Sayangnya, karena bertepatan dengan puasa, maka tidak banyak kios yang buka di pagi hari. Masing-masing kelompok mengeluarkan hasil belanjaan kemudian mendiskusikan apa saja yang dapat. Dari hasil belanjaan, terdapat sayur, buah dan jajanan tradisional seperti klepon, kukis dan serabi. “Dengan bekal uang Rp 35,000 ternyata mendapatkan hasil belanja banyak sekali,” ujar salah satu komentar kelompok 1 ,- Livy Melodia Putry  perwakilan SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Pada saat kegiatan diskusi, terdapat hal sama dari semua kelompok yaitu masih adanya pedagang maupun pembeli yang menggunakan kantong plastik sebagai wadah. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan ini membutuhkan kepedulian banyak pihak. Oleh karenanya, GP mengajak sekolah terjun langsung untuk melakukan kajian bersama saat berbelanja membawa kemasan sendiri sebagai kampanye sekaligus sosialisasi budaya ramah lingkungan.  “Kami senang melihat semakin banyak pembeli yang membawa tas belanja sendiri. Ini perubahan positif yang harus terus kita dukung,” kata Alfian Khamal, seorang aktivis lingkungan GP bertugas sebagai dokumentasi. Sebagian besar pembeli menyambut baik inisiatif ini. “Awalnya agak susah, tapi setelah beberapa kali belanja, malah lebih nyaman pakai tas kain sendiri,” ungkap Ari, staf Pasar Jebres Solo. Tepat pukul 09,15 WIB, diskusi dilanjutkan dengan membuat rancangan program kegiatan yang terkait dengan sekolah masing-masing. Selesai menyusun kemudian dipresentasikan secara bergantian. Adapun rencana program SMP N 9 Kota Surakarta antara lain: Sosialisasi pemilahan sampah dibagi 3 tempat yaitu tong sampah warna hijau adalah sampah organic, warna kuning sampah an organic, dan merah adalah sampah kimia/ B3. Melakukan kegiatan Reduse, Reuse, Rececle (3R) yang terintegrasi dengan modul pembelajaran semua mata pelajaran Sosialisasi dan kampanye membawa bekal sendiri (bekal makanan dan tumbler) Merencanakan membuat zona tanaman (buah, obat tradisional dan hias) Memperbanyak serapan air hujan berupa biopori Pengolahan sampah organic dengan menggunakan teknik hewan pengurai (maggot) Mengajukan ke kurikulum untuk menjadwalkan kegiatan grebeg lingkungan 1 pekan sekali yaitu kegiatan perawatan tanaman, bopori, dan pembuatan pupuk. Diharapkan seluruh pihak ikut ambil bagian. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya merevitalisasi pasar, tapi akan lebih baik kedepannya seandainya juga dapat memberikan insentif bagi pedagang yang tidak menggunakan plastik. Selain itu, dibutuhkan komunitas peduli lingkungan yang rutin mengadakan edukasi kepada pengunjung tentang pentingnya mengurangi sampah plastik. Harapan transformasi Pasar Jebres Solo menjadi pasar ramah lingkungan adalah contoh bahwa perubahan menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan bisa dimulai dari langkah kecil. Dengan dukungan semua pihak, pasar tradisional dapat tetap eksis tanpa merusak lingkungan. (DeeHa)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Ikuti Kegiatan Jajan Pangan Lokal di Pasar Tanpa Plastik Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Menggelar Semarak Ramadan dan Yubilium Tahun 2025

Rasa suka cita menyambut bulan Ramadhan di rasakan oleh umat muslim seluruh dunia, rasa syukur serta penuh cinta karena bisa berjumpa kembali dengan bulan penuh ampunan ini pun dirasakan oleh keluarga bersar SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Sebagai wujud rasa suka cita, SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar acara Semarak Ramadan yang telah dilaksanakan pada 18-20 Maret 2025 yang bertempat di SMP Negeri 9 Kota Surakarta, agenda yang diikuti oleh peserta didik baik yang beragama muslim ataupun non muslim diharapkan mampu membangun ruh semangat untuk berfastabikhul khoirot dalam beribadah kepada Tuhan. Walaupun ini  merupakan perayaan umat muslim sebagai wujud toleransi, umat non muslim pun turut serta dalam agenda ini, agenda dikemas dengan sangat menarik karena banyak macam lomba yang bisa dipilih serta di akhir acara diadakan buka bersama yang diperuntukkan untuk warga SPELANSKA tanpa memandang agama, ras, dan budaya. Pada hari pertama 18/03/2025 agenda dimulai dengan pembukaan oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah S.Pd., M.Pd. Beliau menuturkan bahwa bulan suci ini adalah moment untuk kita memantapkan niat untuk beribadah, menyucikan diri, meraih rida-Nya, maka tidak ada hal yang mustahil jika Allah SWT sudah berkata “Kun” maka semua yang telah kita perjuangkan mengharap rida Allah SWT pasti akan terkabul. Selain itu untuk mewujudkan jiwa religius seluruh warga SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar salat dhuha berjamaah. Kemudian dilanjutkan dengan beberapa lomba yang diikuti oleh peserta didik muslim di antaranya lomba tartil, tahfidz, adzan,  CCI, da’i putri. Peserta didik non muslim juga menyelenggarakan LCC, membuat rosario, menghias telur paskah dan bercerita isi Alkitab. Agenda yang berlangsung diikuti dengan antusias oleh peserta didik putra maupun putri. Pada hari berikutnya, tepatnya hari Rabu, 19/03/25 dilanjutkan dengan kegiatan lomba da’i putra, kaligrafi, menulis khad, dan semi final CCI. Hari terakhir semarak bulan Ramadan, Kamis 20/03/2025 terdapat dua agenda besar yaitu kegiatan lomba dan buka bersama. Kegiatan lomba ini terdiri dari nasyid, final CCI, hijab style, dan lomba membuat rosario bagi non-muslim. Puncak acara Semarak Ramadan terdiri dari beberapa kegiatan yang diawali dengan pembagian takjil di depan sekolah pada sore hari di mana sasaran pembagian takjil ini adalah warga sekitar sekolah, pembagian takjil Ramadan ini dilakukan langsung oleh peserta didik didampingi Kepala Sekolah dan para guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Melalui agenda ini, peserta didik dilatih untuk berbagi kepada sesama dan sebagai sarana untuk memupuk jiwa empati serta rasa saling mengasihi. Acara puncak dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba dan santunan untuk peserta didik yatim piatu SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Kegiatan Semarak Ramadan ditutup secara resmi oleh Siti Latifah, S.Pd., M.Pd selaku Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dan salat maghrib berjamaah, di halaman SMP Negeri 9 Kota Surakarta. (YN) Drs. Gunawan menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba agama Kristen dan Katholik Pembagian hadiah kegiatan lomba peserta didik Kristiani

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Menggelar Semarak Ramadan dan Yubilium Tahun 2025 Read More »

Outing Class sebagai Penguatan Karakter Peserta Didik SMP Negeri 9 Kota Surakarta

Mengimplementasikan tujuh kebiasan anak Indonesia hebat yakni beribadah dan gemar belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta melaksanakan outing class ke Masjid Raya Zayed Solo, Gua Maria Mojosongo, dan Pura Indra Prasta Laweyan. Pelaksanaan outing class tersebut dilaksanakan pada Senin, 18 Maret 2024 seluruh murid dari kelas 7, 8, dan 9 sesuai dengan agama yang dianut. Murid beragama Islam ke Masjid Raya Zayed Solo, bagi yang beragama Kristen dan Katolik ke Gua Maria Mojosongo, dan agama Hindu ke Pura Indraprasta Laweyan. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari pukul 07.30 s.d. 12.30 WIB seluruh murid menyambut dengan antusias dan senang gembira. Outing class ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Masjid Raya Sheikh Zayed Solo diresmikan pada tahun 2022 diresmikan oleh Presiden Indonesia ke tujuh yaitu Joko Widodo dan Presiden UEA yaitu Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Seluruh murid dan guru dan tenaga kependidikan (GTK) muslim SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengikuti outing class ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.  Kegiatan diawali dengan pengarahan kegiatan oleh Bapak Heru Saputro untuk setiap murid tertib dan dapat menjaga kondusif di lingkungan sekitar masjid. Kegiatan selanjutnya seluruh murid melakukan sesi foto bersama setiap angkatan. Seluruh murid masuk masjid untuk melaksanakan solat dhuha sebelum mengikuti kajian. Kegiatan inti berupa kajian yang disampaikan oleh Ust. Ahmad Syatibi, S.H., M.Ag. sebagai salah satu staf pengurus Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Materi kajian yang disampaikan beliau membahas tentang “Meraih Keberkahan di Bulan Ramadan”. Ust. Ahmad menyampaikan sebagai umat muslim di bulan Ramadan meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Nikmat yang paling utama yang kita terima adalah nikmat islam, iman, dan ihsan. Selain itu, Ust. Ahmad juga menyampaikan empat golongan yang dirindukan oleh surga yaitu orang yang membaca Alquran, orang yang selalu menjaga lisan, orang yang suka memberi makan kepada tetangga/orang yang lapar, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadan. Seluruh murid berantusias mendengarkan kajian yang disampaikan oleh Ust. Ahmad. Kegiatan diakhiri dengan pembagian hadiah berupa suvenir untuk murid yang aktif. Outing class ke Gua Maria Mojosongo Keluarga besar kristiani (Kristen dan Katolik) SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan outing class/ kegiatan ziarah dan doa di Gua Maria Mojosongo Kota Surakarta. Kegiatan diikuti sekitar 100 murid dan didampingi tujuh orang guru kristiani. Rangkaian acara kegiatan murid diajak untuk merenungkan kisah sengsara Kristus Yesus  dalam ritual “Jalan Salib”. Pada prosesi “Jalan Salib” murid menyaksikan tahapan kisah dari saat Yesus dijatuhi hukuman pada masa Pontius Pilatus, sampai disalibkan di Puncak Golgota. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan murid mampu memiliki  jiwa keteladanan Yesus Kristus mencintai sesama dan mampu mengimplementasikan iman dalam kehidupan sehari-hari. Sekaligus mempersiapkan diri dalam menyambut hari raya Paskah. Outing class ke Pura Indra Prasta Laweyan Kegiatan outing class ke Pura Prasta terletak di kampung Mutihan RT 05 RW 11 Kelurahan Sondakan Kecamatan Laweyan Kota Surakarta. Pura ini berarsitektur Bali dibangun pada tahun 1986 sisa pembangunan Pura Bhuwana Agung Saraswati yang terdapat di area kampus UNS.  Pura ini difungsikan tempat ibadah untuk pemeluk agama Hindu. Seperti murid kami bernama Luh Ayu Widyakanti yang saat ini di kelas 7i . Sebagai wujud toleransi antar agama SMP Negeri 9 Kota Surakarta juga memberikan ibadah dan belajar di tempat Pura Indra Prasta. Ananda sangat senang dapat beribadah dan belajar bersama-sama di SMP Negeri 9 Kota Surakarta tanpa membeda-bedakan agama. (KK)

Outing Class sebagai Penguatan Karakter Peserta Didik SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

Scroll to Top