Komunitas Belajar (Kombel) SekarJagad Belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar kegiatan rutin berbagi praktik baik dengan narasumber perwakilan guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Seni Budaya di aula sekolah, Senin (27/4/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh semua guru dan didampingi oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Pada kegiatan praktik baik tersebut, guru Pendidikan Agama diwakili oleh Sugijanto, S.Pd.I dan guru Seni Budaya diwakili oleh Rumiyati, S.Sn.


Kegiatan diawali dengan sambutan dari kepala sekolah yang memberikan motivasi dan apresiasi pada Kombel SekarJagad yang terus konsisten untuk berbagi. “Harapannya ini bukan rutinitas yang menjadi beban, melainkan kegiatan yang membahagiakan. Saya harap bapak dan ibu semua hadir di aula bukan terpaksa, tapi karena ingin belajar dan terus berinovasi,” jelasnya. Siti Latifah juga mengungkapkan bahwa praktik baik yang dipaparkan telah menunjukkan perubahan anak-anak, dari tidak bisa menjadi sedikit bisa, atau justru menjadi mahir.

Materi pertama disampaikan oleh guru Pendidikan Agama Islam yang menjelaskan praktik baiknya dalam menyempurnakan pemahaman murid akan salat. “Meskipun sudah remaja, pada kenyataannya beberapa murid masih belum paham betul tentang gerakan dan bacaan salat. Oleh karena itu dibutuhkan pendampingan khusus untuk anak-anak tersebut agar benar-benar paham, tidak sekedar mengikuti gerakannya saja,” jelas Sugijanto dalam paparannya. Dalam praktik baiknya, beliau menunjukkan cara mendampingi anak-anak melakukan praktik dari berwudu hingga salat. Dengan bimbingan intensif dari guru, para murid diharapkan mampu melaksanakan salat dengan niat beribadah kepada Allah SWT, bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban sebagai umat muslim.

Paparan materi kedua disampaikan oleh Rumiyati, S.Sn. yang menjelaskan praktik baik pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) dalam pembelajaran, khususnya dalam membantu murid menghasilkan karya melalui “BuGuRuMeSuSi”, kepanjangan dari Buat Lagu Baru Menggunakan Suno Aplikasi. Melalui kegiatan tersebut, Rumiyati mengajak para murid untuk belajar membuat lagu menggunakan aplikasi dengan cara menuliskan prompt yang sesuai. “Ini masih jauh dari jadi produser musik ya, tapi ini menjadi langkah awal agar anak-anak berani berkarya,” jelas Rumiyati. Pada kesempatan tersebut, beliau juga sempat memutar karya lagu hasil bantuan AI. Lirik dan suasana lagu bisa dibuat sesuai keinginan pengguna dengan menuliskan prompt serinci mungkin.


Seperti yang telah disampaikan oleh kepala sekolah, kegiatan ini diharapkan dapat terus berjalan konsisten sebagai wadah berbagi ilmu, bertukar pikiran dan pengalaman serta motivasi bagi para guru untuk terus berinovasi. (Awp)


