KOMBEL

Praktik Baik Informatika “Pembelajaran Informatika Berbasis Teknologi Imersif” dan IPS “MBAK MAR dan “MAS MINO” dalam Kombel SekarJagad Belajar.

SURAKARTA, 13 MARET 2026 – Komunitas Belajar (Kombel) “Sekar Jagad” SMP Negeri 9 Kota Surakarta kembali menggelar agenda rutin berbagi praktik baik pada Jumat (13/03). Bertempat di ruang Multimedia, kegiatan kali ini menyoroti inovasi pembelajaran kreatif. Acara dibuka dengan hangat oleh Whikan Ayu Hanifah, S.Pd. selaku Master of Ceremony (MC). Sebelum memasuki agenda utama, Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Ibu Siti Latifah, S.Pd., M.Pd., memberikan sambutan yang menekankan pentingnya guru untuk terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman. “Komunitas Belajar adalah ruang bagi kita untuk saling menguatkan. Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar pembelajaran di kelas tetap relevan dan dirindukan oleh siswa,” ujar Ibu Siti Latifah dalam arahannya. Sesi praktik baik, diskusi inti dipandu oleh Anggraini Wulan Prasasti, S.Pd. sebagai moderator. Agenda kali ini menghadirkan tiga narasumber hebat dari berbagai disiplin ilmu, yaitu: Muhammad Choerul Ihwan, S.Kom. (Mapel Informatika) Dra. Sri Marsini (Mapel IPS) Sumino, S.Pd. (Mapel IPS) Sebagai penampil pertama, Muhammad Choerul Ihwan, S.Kom. memaparkan praktik baiknya setelah moderator membacakan riwayat hidup (Curriculum Vitae) beliau yang secara kedinasan bekerja dari tahun 2009 sampai sekarang. Mengusung judul “Pembelajaran Informatika Berbasis Teknologi Imersif”, Pak Mamad (sapaan akrabnya) membagikan solusi atas tantangan yang ia temukan di laboratorium komputer. Ia mengamati adanya “anomali” di mana siswa cenderung kehilangan fokus saat diberikan instruksi konvensional dan lebih memilih mengeksplorasi game online atau aktivitas bebas lainnya di luar materi. Mengapa Teknologi Imersif? Teknologi imersif memadukan dunia fisik dengan simulasi digital melalui perangkat Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR). Keunggulan metode ini meliputi: Partisipan Aktif: Mengubah posisi siswa dari sekadar pengamat pasif menjadi aktor utama dalam simulasi 3D. Pengalaman Multi-Sensori: Materi terasa nyata dan interaktif, sehingga meningkatkan daya serap informasi. Lingkungan Aman: Memungkinkan siswa berlatih teknis dalam simulasi bebas risiko sebelum menyentuh perangkat atau sistem yang sebenarnya. “Siswa kita adalah digital native. Ketika mereka mulai asyik dengan dunianya sendiri di depan komputer, itu adalah sinyal bahwa kita harus masuk ke dunia mereka dengan cara yang lebih interaktif,” jelas Muhammad Choerul Ihwan.   Sesi kedua dilanjutkan oleh narasumber dari Mapel IPS, Dra. Sri Marsini, yang membawakan praktik baik dengan tajuk yang cukup unik dan mudah diingat: Metode Belajar Anak Kreatif, Menyenangkan, Aktif, dan Responsif, atau yang disingkat dengan akronim “MBAK MAR”. Dalam paparannya, Dra. Sri Marsini secara jujur mengungkap realita tantangan yang dihadapi guru IPS di kelas 9. Ia mengidentifikasi beberapa titik lemah dalam pembelajaran konvensional, di antaranya: Materi yang sangat padat: Cakupan kurikulum IPS yang luas seringkali membebani siswa. Faktor Biologis & Waktu: Pembelajaran yang sering jatuh pada jam siang membuat peserta didik mudah mengantuk dan kehilangan fokus. Budaya Literasi: Rendahnya minat baca karena siswa menganggap IPS hanyalah mata pelajaran hafalan yang membosankan. Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Melihat tantangan tersebut, Dra. Sri Marsini merancang strategi pembelajaran yang menggeser peran guru dari pusat informasi menjadi fasilitator. Melalui metode MBAK MAR, ia menciptakan ekosistem belajar yang berbasis Student-Centered Learning (pembelajaran berpusat pada siswa). “Tujuan utama saya adalah memberikan pengalaman belajar secara langsung. IPS bukan lagi soal menghafal tahun atau nama tokoh, tapi bagaimana siswa terlibat aktif dan responsif terhadap fenomena sosial di sekitar mereka,” tegas Dra. Sri Marsini. Implementasi metode ini terfokus pada: Kreativitas: Mendorong siswa menghasilkan produk atau gagasan baru terkait materi IPS. Kesenangan (Fun Learning): Mengemas materi berat menjadi aktivitas yang menggugah semangat, terutama untuk melawan kantuk di jam-jam kritis. Keaktifan & Responsivitas: Melatih mental siswa untuk berani berpendapat dan cepat tanggap dalam diskusi kelompok. Dengan penerapan metode MBAK MAR, suasana kelas  yang semula pasif kini berubah menjadi lebih dinamis. Motivasi belajar siswa meningkat seiring dengan berubahnya persepsi mereka bahwa pelajaran IPS bisa menjadi sangat seru dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Sesi berbagi praktik baik ditutup dengan pemaparan inovatif dari Sumino, S.Pd., yang menghadirkan solusi evaluasi pembelajaran melalui konsep Mobile Assessment System untuk Mencapai Nilai Optimal “MAS MINO”. Dalam presentasinya, Pak Sumino menyoroti permasalahan klasik yang kerap muncul dalam pembelajaran IPS, yaitu rendahnya motivasi belajar yang berbanding lurus dengan rendahnya hasil belajar siswa. Selain itu, ia menggarisbawahi tantangan integritas dalam proses penilaian. “Seringkali dalam pengerjaan evaluasi, aspek kejujuran dan kemandirian masih menjadi tantangan besar. Masih ada upaya siswa untuk saling menyontek, yang justru menghambat kita sebagai guru untuk melihat kompetensi riil mereka,” ungkap Pak Sumino. Mobile Assessment System yang digagasnya adalah model penilaian unik di mana proses evaluasi dilakukan dengan cara berpindah tempat dari satu nomor soal ke nomor soal berikutnya secara dinamis. Strategi ini memiliki tiga tujuan utama: Meningkatkan Hasil Belajar: Memberikan suasana baru yang memacu konsentrasi siswa sehingga hasil yang dicapai lebih optimal. Membangun Karakter: Menumbuhkan sikap jujur dan tanggung jawab karena mekanisme tes meminimalisir peluang siswa untuk bekerja sama secara tidak jujur. Efektivitas & Efisiensi: Menciptakan variasi strategi penilaian yang beragam sehingga proses belajar mengajar tidak membosankan dan lebih tepat sasaran. Melalui metode ini, Pak Sumino berhasil membuktikan bahwa penilaian tidak harus kaku. Dengan mobilitas dan sistem yang tertata, efektivitas pembelajaran IPS meningkat signifikan, sekaligus membentuk mentalitas siswa yang lebih mandiri. Kegiatan Kombel Sekar Jagad di SMP Negeri 9 Kota Surakarta pada 13 Maret 2026 ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Anggraini Wulan Prasasti, S.Pd. Para peserta tampak antusias menggali lebih dalam teknis penerapan teknologi imersif, metode MBAK MAR, hingga sistem penilaian mobile tersebut. Melalui kolaborasi lintas mata pelajaran antara Informatika dan IPS ini, SMP Negeri 9 Kota Surakarta terus mengukuhkan posisinya sebagai sekolah yang adaptif, inovatif, dan berfokus pada pengembangan karakter serta prestasi peserta didik. M.C.I

Praktik Baik Informatika “Pembelajaran Informatika Berbasis Teknologi Imersif” dan IPS “MBAK MAR dan “MAS MINO” dalam Kombel SekarJagad Belajar. Read More »

Praktik Baik Bahasa Inggris HYPE dan Bahasa Indonesia CRT dalam Kombel SekarJagad Belajar

Komunitas Belajar SekarJagad SMP Negeri 9 Kota Surakarta kembali menggelar kegiatan berbagi praktik baik pada Senin-Selasa (8-9/12/2025) di aula sekolah yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan. Pada agenda rutin ini terdapat dua narasumber guru yang membagikan praktik implementasi pengajaran di kelas, yaitu guru mapel Bahasa Inggris, Anggraini W.P., S.Pd. dan guru mapel Bahasa Indonesia, Yuni Anjani, S.Pd. Sesi pertama digelar pada Senin dengan Anggraini sebagai narasumber yang memapaparkan praktik baik bertajuk HYPE (Happy Young People Exploring English) atau dalam Bahasa Indonesia berarti anak-anak muda yang gemar belajar Bahasa Inggris. Praktik pembelajaran tersebut berfokus pada mengoptimalkan productive skills Bahasa Inggris dari peserta didik dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu media pembelajaran yang digunakan pun beragam, mulai dari buku digital, memanfaatkan kemitraan dengan guru mapel lain, hingga menggunakan aplikasi-aplikasi game dan bahan ajar yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik, seperti contohnya saat murid diminta untuk mempraktikkan langkah-langkah aktivitas sehari-hari melalui teks prosedur. Pada materi lain, para murid diminta untuk melakukan pengumpulan data sederhana guna membuat teks laporan dengan memanfaatkan sumber daya di sekitar seperti layaknya ilmuwan. Data yang didapat kemudian dipresentasikan melalui peta konsep yang dibuat sesuai kreativitas para murid. Selain mengasah kemampuan berbahasa Inggris, kegiatan pembelajaran ini juga memperkuat kerjasama dan pola berpikir kritis. Kombel sesi kedua digelar pada Selasa, (9/12/2025) dengan narasumber guru Bahasa Indonesia, Yuni Anjani, S.Pd. yang menyampaikan tentang praktik baik CRT (Culturally Responsive Teaching) yang berfokus pada menghubungkan aspek budaya dalam pembelajaran agar lebih dekat dan mudah dipahami. Dalam materi teks deskripsi, Yuni memberikan contoh cara mendeskripsikan tempe khas Wonosobo untuk memantik para murid. Kemudian mereka diminta mendeskripsikan budaya/makanan/minuman khas lainnya. Melalui kegiatan pembelajaran ini para murid tidak hanya belajar keterampilan berbahasa Indonesia, tetapi juga budaya dengan segala aspeknya. (Awp)

Praktik Baik Bahasa Inggris HYPE dan Bahasa Indonesia CRT dalam Kombel SekarJagad Belajar Read More »

IHT Guru Cakap Digital – Optimalisasi AI untuk Mendukung Pembelajaran Efektif di SMP Negeri 9 Kota Surakarta

SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan In House Training (IHT) Peningkata Literasi Guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta yang mengusung tema “Guru Cakap Digital – Optimalisasi AI untuk Pembelajaran Efektif” pada Rabu-Kamis (19-20/11/2025) di aula dan diikuti oleh seluruh guru dengan pendampingan kepala sekolah. Dalam kegiatan tersebut dihadirkan dua narasumber dari Solopos Media Group, yaitu Noer Atmaja (penyiar Radio Solopos) dan Damar Sri Prakoso (wartawan) yang menyampaikan materi tentang pemanfaatan Artificial Intellegence atau AI. Pada hari pertama, Noer Atmaja, yang juga merupakan master trainer AI Ready ASEAN, menyampaikan materi mengenai dasar-dasar AI dan bagaimana implementasi penggunaan AI dalam mendukung guru dalam pembelajaran. “Kita tidak bisa melarang anak-anak untuk menggunakan AI, namun kita sebagai guru justru harus mampu mengimbangi perkembangan digital untuk mendukung pembelajaran untuk anak-anak,” ungkap Noer dalam paparannya. Dirinya juga menjelaskan bahwa AI dapat digunakan guru untuk menyelesaikan administrasi pembelajaran dengan mudah, seperti contohnya saat membuat modul ajar. Namun meskipun begitu, produk dari AI tetap perlu diverifikasi ulang dan disesuaikan dengan kebutuhan. Aspek inilah yang tidak dimiliki oleh AI, yaitu pengalaman dan perasaan yang mana sangat berperan dalam validasi. Pada hari kedua, para guru diminta untuk praktik secara langsung untuk menghasilkan produk hasil buatan AI melalui ChatGPT. Materi tersebut disampaikan oleh Damar yang memberikan contoh secara langsung produk AI melalui presentasi yang ditayangkan. “PPT ini saya kirim ke Bu Iffah beberapa menit sebelum kegiatan ini,” ungkapnya untuk menekankan bahwa pemanfaatan AI dapat membantu guru dalam efisiensi waktu. Selanjutnya, para peserta diminta untuk membuat sendiri produk pembelajaran dengan memanfaat AI dengan menuliskan prompt yang sesuai dan sedetail mungkin. Beberapa guru mencoba membuat modul ajar, beberapa yang lain memasukkan perintah untuk membuat bahan tayang untuk materi pelajaran terentu. Dalam paparannya, Damar menjelaskan bahwa hasil dari AI tidak selalu seratus persen benar, oleh karena itu tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Selain membuat materi atau bahan tayang, dalam pelatihan ini guru juga ditantang untuk menghasilkan media literasi yang dapat mendukung kegiatan di sekolah. Kegiatan IHT yang berfokus pada pemanfaatan AI ini diharapkan dalam memantik semangat semua guru untuk terus berinovasi dan beradaptasi sesuai perkembangan digital. Di tangan orang yang tepat, AI dapat dimaksimalkan untuk menghasilkan karya dan membantu efisiensi waktu pekerjaan. Diskusi dan praktik di hari kedua ditutup dengan motivasi dari kepala sekolah, menyanyikan lagu Padamu Negeri  dan berfoto bersama. (Awp)  

IHT Guru Cakap Digital – Optimalisasi AI untuk Mendukung Pembelajaran Efektif di SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

Praktik Baik Koding dan Kecerdasan Artifisial

Selasa, (11/11/2025) seluruh guru dengan didampingi Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. mengikuti kegiatan Berbagi Praktik Baik Koding dan Kecerdsasan Artifisial SMP Negeri 9 Kota Surakarta bertempat di aula sekolah. Pertemuan kali ini Johan Pratama, S.Pd. berkesempatan membagikan praktik baik berdasar hasil diklat yang telah usai diikuti. Praktik baik diawali penyampaian beberapa info sekolah oleh Siti Latifah selaku Kepala Sekolah yang dilanjutkan oleh Rizka Rahma Pradana, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum memberikan pengantar Berbagi Praktik Baik yang akan dipaparkan. Pengantar praktik baik oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum Paparan dimulai Johan Pratama, S.Pd. dengan menyampaikan  garis besar 3 skenario menerapkan Koding dan Kecerdasan Artifisial yang dapat diterapkan di dalam Informatika yaitu dimasukkan ke dalam mata pelajaran Informatika, menjadi mata pelajaran pilihan dengan waktu maksimal 2 jam pelajaran, yang terakhir menjadi bagian dari kokurikuler atau ekstrakurikuler dengan tujuan utama yang hendak dicapai agar peserta didik memiliki pola pikir kritis dan kreatif untuk menghasilkan karya teknologi inovatif yang berguna di masa kini dan mendatang. Paparan tentang koding dan kecerdasan artifisial oleh Johan Pratama, S.Pd. Paparan kemudian dilanjutkan oleh Johan dengan memaparkan 4 tahapan berpikir komputasional dan penerapan koding yang dapat dilaksanakan secara unplugged (tanpa menggunakan gawai atau komputer) dan plugged (menggunakan gawai atau komputer). Seluruh guru pada tahap ini diajak untuk mencoba melakukan koding secara unplugged dari twinkl.com dan secara plugged dari blockly.games yang diikuti secara antusias.   Praktik melakukan koding secara plugged oleh guru bahasa Inggris Anggraini Wulan Prasasti, S.Pd. Johan melanjutkan paparan selanjutnya dengan membahas tentang Kecerdasan Artifisial mulai dari pemanfaatan, cara belajar dan bekerja mesin dan menganalisa konten. Selain hal diatas juga dijelaskan cara membuat masukan (prompt) yang baik agar hasil keluaran sesuai harapan dengan akronim CREATE STAR yang merupakan kepanjangan dari create, request, example, adjustment, type of output, extras, situation, task, action dan result. Paparan berikutnya diberikan contoh penggunaan kecerdasan artifisial untuk membuat konten berbasis teks, foto, video dan audio dengan satu tema yang sama. Pada paparan terakhir Johan menjelaskan pedagogi untuk menerapkan Koding dan Kecerdasan Artifisial. Secara singkat dibahas tentang Pembelajaran Abad 21 yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi dengan kerangka TPACK. Pembelajaran Mendalam yang menekankan prinsip berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful) dan menggembirakan (joyful) lalu tentang pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial yang dapat diterapkan lintas mata pelajaran. Sebagai penutup kegiatan Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. selaku kepala sekolah memberikan penguatan praktik baik yang sudah dipaparkan dengan pesan bahwa teknologi tidak akan dapat menggantikan manusia, namun manusia bertanggung jawab meningkatkan kapasitas semaksimal mungkin. Disampaikan pula bahwa SMP Negeri 9 Kota Surakarta akan melanjutkan praktik baik yang sudah terlaksana dengan kegiatan lain secara berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas sumber daya yang ada.  

Praktik Baik Koding dan Kecerdasan Artifisial Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Workshop Guru dan Tendik- Belajar Deep Learning Bersama

SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar workshop peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan pada Senin-Jumat (21-25/7/2025). Kegiatan workshop diikuti oleh guru dan staf tata usaha yang bertempat di aula SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Dalam prakatanya, Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. menyampaikan laporan tentang pelaksanaan kegiatan workshop selama 5 hari dengan agenda Senin, Selasa, dan Jumat dilaksanakan secara luring dan klasikal di aula. Sedangkan hari Rabu dan dan Kamis dilaksanakan oleh masing-masing kombel (komunitas belajar) untuk mendiskusikan modul ajar. Beliau juga melaporkan jumlah peserta workshop sebanyak 56 guru dan tenaga kependidikan. Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Ibu Dian Rineta, S.T., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya perubahan paradigma baru bagi guru. Beliau juga menginformasikan program Dinas Pendidikan Kota Surakarta yakni digitalisasi pendidikan tahun 2026. Rangkaian workshop dirancang dengan materi yang relevan dan sistematis. Sebagai narasumber workshop Ibu Novi Andari Yasminingsih, S.Pd., M.Si. yang merupakan Pengawas SMP Kota Surakarta. Beliau mengawali materi di hari pertama  dengan  ice breaking dengan harapan mengajak peserta workshop berpikir tentang pembelajaran mendalam yang bukan hanya sekedar hafalan. Beliau memaparkan materi tentang pengertian pembelajaran mendalam, pilar pendidikan, prinsip pembelajaran mendalam, model pembelajaran, dan metode pembelajaran. Kegiatan workshop hari kedua (22 Juli 2025) guru dibekali pembuatan modul ajar dengan bantuan/aplikasi kecerdasan buatan (AI) sehingga dapat merancang pembelajaran yang interaktif. Beberapa aplikasi yang diperkenalkan antara lain: perplexity, grok, gamma, dan gemini. Melalui aplikasi tersebut guru dapat membedakan keunggulan dan kelemahan aplikasi yang satu dengan yang lainnya sehingga dapat menggunakan aplikasi tersebut sesuai peruntukannya. Kegiatan workshop hari ketiga (23 Juli 2025) masing-masing guru di kombelnya berdiskusi untuk membuat satu modul ajar. Modul ajar ini nanti yang akan dipresentasikan di hari Jumat. Kegiatan workshop hari keempat (24 Juli 2025) masing-masing guru mengerjakan modul ajarnya masing-masing sesuai kelas secara mandiri dengan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama workshop. Hal ini dilaksanakan dengan harapan ketika Senin sudah mengajar dengan jam KBM penuh, guru sudah siap dengan perencanaannya. Kegiatan workshop hari kelima (25 Juli 2025) dengan agenda presentasi. Perwakilan masing-masing kombel memaparkan hasil kerja kelompoknya dan ditanggapi oleh kombel yang lain. Dengan adanya tanggapan dari kombel lain harapannya modul ajar yang dibuat mendapat saran masukan. Setelah presentasi, kegiatan workshop ditutup oleh kepala sekolah. Diharapkan workshop peningkatan kompetensi ini dapat meningkatkan mutu pembelajaran di SMP 9 Kota Surakarta serta menghasilkan guru dan tenaga kependidikan yang adaptif dan inovatif.(Ldw)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Workshop Guru dan Tendik- Belajar Deep Learning Bersama Read More »

Evaluasi dan Refleksi Kombel SekarJagad Belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta Tahun 2025

Komunitas Belajar (Kombel) SekarJagad Belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta menyelenggarakan evaluasi dan refleksi atas kegiatan kombel selema satu tahun ke belakang pada Sabtu pagi, (14/6/2025) di Bale Branti, Karanganyar. Kegiatan tersebut dihadiri oleh kepala sekolah, seluruh guru dan tenaga kependidikan dengan didampingi oleh pengawas sekolah. Kegiatan tersebut diawali dengan motivasi Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd. M.Pd., yang menyampaikan apresiasi dan penguatan terkait kegiatan kombel yang sudah berjalan selama satu tahun ajaran. Beliau juga mengajak seluruh guru dan tendik untuk melakukan refleksi atas seluruh kegiatan yang sudah dilakukan dan mencari tahu apa saja hal baik yang harus dipertahankan dan tingkatkan atau hal yang masih kurang dan perlu peningkatan. “Evaluasi harus selalu didukung dengan tindak lanjut, oleh karena saya meminta bapak dan ibu guru semua dari tiap-tiap kombel mapel untuk menyusun rencana-rencana baru untuk pembelajaran berikutnya,” ungkap kepala sekolah. Apresiasi juga disampaikan oleh pengawas SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Novi Andari Yasminingsih, S.Pd., M.Si. yang mengatakan, “Hingga kini, kombel yang masih aktif secara rutin membagikan praktik baik adalah SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Hal tersebut tidak lepas dari peran para penggerak kombel dan bapak ibu semua yang terus bersemangat untuk belajar dan mengembangkan diri demi kemajuan anak-anak kita.” Pada acara inti refleksi, kepala sekolah meminta beberapa perwakilan perwakilan guru untuk menyampaikan refleksinya terkait kegiatan kombel. “Saya merasa sangat senang dan beruntung dapat berada di lingkungan kerja yang sangat suportif. Para guru sangat rajin dan semangat belajar, membuat saya juga terpacu untuk terus mengembangkan diri,” ungkap Muhammad Sigit Wibowo, S.Pd., guru yang beberapa tahun lalu pindah dari kedinasan di Pulau Kalimantan. Sri Handayani BS, S.Pd., guru mapel Seni Budaya yang terkenal dengan energinya yang luar biasa, mengajak para guru untuk kembali mengingat praktik baiknya yaitu dengan afirmasi positif. “Selamat pagi, bapak ibu guru yang ganteng-ganteng dan cantik cantik,” sapanya penuh semangat. Praktik dilakukannya terbukti membuat peserta didik lebih siap dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Dalam kurun waktu satu tahun, banyak praktik baik yang telah dibagikan oleh para guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Mereka begitu kreatif dalam membuat kegiatan pembelajaran yang bervariasi untuk menangani permasalahan di kelas. Kegiatan Kombel SekarJagad Belajar diharapkan dapat terus mendampingi dan menjadi wadah bagi para guru untuk saling berbagi informasi dan pengalaman mengajar agar dapat meningkatkan kompetensi dan profesionalitas kerja. (Awp)

Evaluasi dan Refleksi Kombel SekarJagad Belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta Tahun 2025 Read More »

Diskusi dan Berpikir Kritis dalam Praktik Baik Mapel Informatika dan IPA Kombel SekarJagad Belajar

Seluruh guru dengan didampingi Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. mengikuti kegiatan rutin (Komunitas Belajar) SekarJagad Belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta bertempat di aula sekolah pada Selasa, (20/5/2025). Pertemuan kali ini berbeda dari pertemuan sebelumnya karena ada dua guru Informatika dan dua guru IPA yang membagikan praktik baik yang terdiri dari Ronaa Karima, S.Pd., Johan Pratama, S.Pd., Siti Marpiani DS, S.Pd. dan Afifah Shafa Shelviana, M.Pd. Praktik baik diawali Ronaa Karima, S.Pd. dengan ice breaking gerak senam Panjang Pendek. Berikutnya Praktik Baik yang berjudul ANTING BIBI (Pembelajaran Aktif, Inovatif, dan Menantang Berbasis Web Game Gimkit pada Materi Bilangan Biner Kelas 7 Mata Pelajaran Informatika) dipaparkan oleh Ronaa Karima, S.Pd. Dalam pemaparan, Ronaa memberikan bukti aksi nyata bahwa pemanfaatan aplikasi Gimkit dapat meningkatkan pemahaman dan antusiasme peserta didik. Selain itu Ronaa juga mengajak rekan guru lain mempraktikkan penggunaan aplikasi Gimkit untuk pembelajaran bilangan biner yang diikuti dengan antusias.Pemaparan kedua dibawakan oleh Johan Pratama, S.Pd. dengan judul paparan PIKUL BASKOM (Pembelajaran Interaktif, Kreatif & Unggul Berbasis Berpikir Komputasional). Dalam paparan, Johan menjelaskan konsep Berpikir Komputasional yang rumit dapat menumbuhkan antusias, kreatifitas dan keunggulan melalui 4 tahapan yaitu pengkondisian pembelajaran, latihan soal bebras, menerapkan coding, dan membuat produk sederhana. Di akhir paparan, Johan mengajak rekan guru untuk berlatih soal bebras yang disambut dengan diskusi penuh antusias. Kedua paparan di awal kemudian dikomentari oleh perwakilan guru PJOK dan BK yang membahas kemungkinan penggunaan paltform pembelajaran gratis dan pembelajaran bagi anak cerdas istimewa. Kesimpulan dari bahasan tersebut adalah banyak platform menarik yang dapat digunakan secara gratis sesuai kebutuhan guru, sedangkan bagi anak cerdas istimewa. Paparan berikutnya disampaikan Siti Marpiani DS, S.Pd. dengan judul PAKAR (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Kolaboratif). Paparan disampaikan dengan menampilkan praktik pembelajaran kelompok penyaringan air keruh. Pembelajaran disampaikan dengan memberikan poin utama bahwa pembelajaran kelompok yang bermakna akan mendorong peserta didik untuk aktif terlibat dalam pembelajaran.Paparan terakhir di sampaikan oleh Afifah Shafa Shelviana, M.Pd. dengan judul EMAN LAIR (Pembelajaran dengan Laboratorium Virtual). Laboratorium Virtual dengan memanfaatkan platform Phet Colorado digunakan sebagai solusi bagi pembelajaran IPA yang kadang  tidak diikuti secara antusias oleh peserta didik utamanya pada jam-jam kritis sebelum pulang sekolah. Kedua paparan dari guru IPA diatas kemudian dikomentari oleh guru Bahasa Indonesia dan guru Pendidikan Agama. Diskusi terjadi dan membahas tentang pemanfaatan air yang diperbolehkan pada saat wudhu sebelum sholat. Selain itu juga terdapat bahasan tentang trik menghafal berbagai istilah dalam pelajaran IPA yang sangat banyak. Menurut Afifah, istilah yang banyak dapat dipermudah dengan membuat akronim atau singkatan dari istilah-istilah tersebut. Pada akhir kegiatan Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. selaku kepala sekolah memberikan penguatan bahwa praktik baik yang sudah dipaparkan guru Informatika dan IPA juga dapat diterapkan oleh guru-guru yang lain. Komitmen motivasi dan dukungan lain juga terus diberikan sekolah agar guru dapat mengembangkan pembelajaran sesuai dengan semangat pembelajaran bermakna (Deep Learning) yang dicanangkan pemerintah. (JP)

Diskusi dan Berpikir Kritis dalam Praktik Baik Mapel Informatika dan IPA Kombel SekarJagad Belajar Read More »

Scroll to Top