Praktik Baik Informatika “Pembelajaran Informatika Berbasis Teknologi Imersif” dan IPS “MBAK MAR dan “MAS MINO” dalam Kombel SekarJagad Belajar.
SURAKARTA, 13 MARET 2026 – Komunitas Belajar (Kombel) “Sekar Jagad” SMP Negeri 9 Kota Surakarta kembali menggelar agenda rutin berbagi praktik baik pada Jumat (13/03). Bertempat di ruang Multimedia, kegiatan kali ini menyoroti inovasi pembelajaran kreatif. Acara dibuka dengan hangat oleh Whikan Ayu Hanifah, S.Pd. selaku Master of Ceremony (MC). Sebelum memasuki agenda utama, Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Ibu Siti Latifah, S.Pd., M.Pd., memberikan sambutan yang menekankan pentingnya guru untuk terus bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman. “Komunitas Belajar adalah ruang bagi kita untuk saling menguatkan. Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar pembelajaran di kelas tetap relevan dan dirindukan oleh siswa,” ujar Ibu Siti Latifah dalam arahannya. Sesi praktik baik, diskusi inti dipandu oleh Anggraini Wulan Prasasti, S.Pd. sebagai moderator. Agenda kali ini menghadirkan tiga narasumber hebat dari berbagai disiplin ilmu, yaitu: Muhammad Choerul Ihwan, S.Kom. (Mapel Informatika) Dra. Sri Marsini (Mapel IPS) Sumino, S.Pd. (Mapel IPS) Sebagai penampil pertama, Muhammad Choerul Ihwan, S.Kom. memaparkan praktik baiknya setelah moderator membacakan riwayat hidup (Curriculum Vitae) beliau yang secara kedinasan bekerja dari tahun 2009 sampai sekarang. Mengusung judul “Pembelajaran Informatika Berbasis Teknologi Imersif”, Pak Mamad (sapaan akrabnya) membagikan solusi atas tantangan yang ia temukan di laboratorium komputer. Ia mengamati adanya “anomali” di mana siswa cenderung kehilangan fokus saat diberikan instruksi konvensional dan lebih memilih mengeksplorasi game online atau aktivitas bebas lainnya di luar materi. Mengapa Teknologi Imersif? Teknologi imersif memadukan dunia fisik dengan simulasi digital melalui perangkat Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR). Keunggulan metode ini meliputi: Partisipan Aktif: Mengubah posisi siswa dari sekadar pengamat pasif menjadi aktor utama dalam simulasi 3D. Pengalaman Multi-Sensori: Materi terasa nyata dan interaktif, sehingga meningkatkan daya serap informasi. Lingkungan Aman: Memungkinkan siswa berlatih teknis dalam simulasi bebas risiko sebelum menyentuh perangkat atau sistem yang sebenarnya. “Siswa kita adalah digital native. Ketika mereka mulai asyik dengan dunianya sendiri di depan komputer, itu adalah sinyal bahwa kita harus masuk ke dunia mereka dengan cara yang lebih interaktif,” jelas Muhammad Choerul Ihwan. Sesi kedua dilanjutkan oleh narasumber dari Mapel IPS, Dra. Sri Marsini, yang membawakan praktik baik dengan tajuk yang cukup unik dan mudah diingat: Metode Belajar Anak Kreatif, Menyenangkan, Aktif, dan Responsif, atau yang disingkat dengan akronim “MBAK MAR”. Dalam paparannya, Dra. Sri Marsini secara jujur mengungkap realita tantangan yang dihadapi guru IPS di kelas 9. Ia mengidentifikasi beberapa titik lemah dalam pembelajaran konvensional, di antaranya: Materi yang sangat padat: Cakupan kurikulum IPS yang luas seringkali membebani siswa. Faktor Biologis & Waktu: Pembelajaran yang sering jatuh pada jam siang membuat peserta didik mudah mengantuk dan kehilangan fokus. Budaya Literasi: Rendahnya minat baca karena siswa menganggap IPS hanyalah mata pelajaran hafalan yang membosankan. Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Melihat tantangan tersebut, Dra. Sri Marsini merancang strategi pembelajaran yang menggeser peran guru dari pusat informasi menjadi fasilitator. Melalui metode MBAK MAR, ia menciptakan ekosistem belajar yang berbasis Student-Centered Learning (pembelajaran berpusat pada siswa). “Tujuan utama saya adalah memberikan pengalaman belajar secara langsung. IPS bukan lagi soal menghafal tahun atau nama tokoh, tapi bagaimana siswa terlibat aktif dan responsif terhadap fenomena sosial di sekitar mereka,” tegas Dra. Sri Marsini. Implementasi metode ini terfokus pada: Kreativitas: Mendorong siswa menghasilkan produk atau gagasan baru terkait materi IPS. Kesenangan (Fun Learning): Mengemas materi berat menjadi aktivitas yang menggugah semangat, terutama untuk melawan kantuk di jam-jam kritis. Keaktifan & Responsivitas: Melatih mental siswa untuk berani berpendapat dan cepat tanggap dalam diskusi kelompok. Dengan penerapan metode MBAK MAR, suasana kelas yang semula pasif kini berubah menjadi lebih dinamis. Motivasi belajar siswa meningkat seiring dengan berubahnya persepsi mereka bahwa pelajaran IPS bisa menjadi sangat seru dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Sesi berbagi praktik baik ditutup dengan pemaparan inovatif dari Sumino, S.Pd., yang menghadirkan solusi evaluasi pembelajaran melalui konsep Mobile Assessment System untuk Mencapai Nilai Optimal “MAS MINO”. Dalam presentasinya, Pak Sumino menyoroti permasalahan klasik yang kerap muncul dalam pembelajaran IPS, yaitu rendahnya motivasi belajar yang berbanding lurus dengan rendahnya hasil belajar siswa. Selain itu, ia menggarisbawahi tantangan integritas dalam proses penilaian. “Seringkali dalam pengerjaan evaluasi, aspek kejujuran dan kemandirian masih menjadi tantangan besar. Masih ada upaya siswa untuk saling menyontek, yang justru menghambat kita sebagai guru untuk melihat kompetensi riil mereka,” ungkap Pak Sumino. Mobile Assessment System yang digagasnya adalah model penilaian unik di mana proses evaluasi dilakukan dengan cara berpindah tempat dari satu nomor soal ke nomor soal berikutnya secara dinamis. Strategi ini memiliki tiga tujuan utama: Meningkatkan Hasil Belajar: Memberikan suasana baru yang memacu konsentrasi siswa sehingga hasil yang dicapai lebih optimal. Membangun Karakter: Menumbuhkan sikap jujur dan tanggung jawab karena mekanisme tes meminimalisir peluang siswa untuk bekerja sama secara tidak jujur. Efektivitas & Efisiensi: Menciptakan variasi strategi penilaian yang beragam sehingga proses belajar mengajar tidak membosankan dan lebih tepat sasaran. Melalui metode ini, Pak Sumino berhasil membuktikan bahwa penilaian tidak harus kaku. Dengan mobilitas dan sistem yang tertata, efektivitas pembelajaran IPS meningkat signifikan, sekaligus membentuk mentalitas siswa yang lebih mandiri. Kegiatan Kombel Sekar Jagad di SMP Negeri 9 Kota Surakarta pada 13 Maret 2026 ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Anggraini Wulan Prasasti, S.Pd. Para peserta tampak antusias menggali lebih dalam teknis penerapan teknologi imersif, metode MBAK MAR, hingga sistem penilaian mobile tersebut. Melalui kolaborasi lintas mata pelajaran antara Informatika dan IPS ini, SMP Negeri 9 Kota Surakarta terus mengukuhkan posisinya sebagai sekolah yang adaptif, inovatif, dan berfokus pada pengembangan karakter serta prestasi peserta didik. M.C.I





