KOMBEL

Diskusi dan Berpikir Kritis dalam Praktik Baik Mapel Informatika dan IPA Kombel SekarJagad Belajar

Seluruh guru dengan didampingi Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. mengikuti kegiatan rutin (Komunitas Belajar) SekarJagad Belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta bertempat di aula sekolah pada Selasa, (20/5/2025). Pertemuan kali ini berbeda dari pertemuan sebelumnya karena ada dua guru Informatika dan dua guru IPA yang membagikan praktik baik yang terdiri dari Ronaa Karima, S.Pd., Johan Pratama, S.Pd., Siti Marpiani DS, S.Pd. dan Afifah Shafa Shelviana, M.Pd. Praktik baik diawali Ronaa Karima, S.Pd. dengan ice breaking gerak senam Panjang Pendek. Berikutnya Praktik Baik yang berjudul ANTING BIBI (Pembelajaran Aktif, Inovatif, dan Menantang Berbasis Web Game Gimkit pada Materi Bilangan Biner Kelas 7 Mata Pelajaran Informatika) dipaparkan oleh Ronaa Karima, S.Pd. Dalam pemaparan, Ronaa memberikan bukti aksi nyata bahwa pemanfaatan aplikasi Gimkit dapat meningkatkan pemahaman dan antusiasme peserta didik. Selain itu Ronaa juga mengajak rekan guru lain mempraktikkan penggunaan aplikasi Gimkit untuk pembelajaran bilangan biner yang diikuti dengan antusias.Pemaparan kedua dibawakan oleh Johan Pratama, S.Pd. dengan judul paparan PIKUL BASKOM (Pembelajaran Interaktif, Kreatif & Unggul Berbasis Berpikir Komputasional). Dalam paparan, Johan menjelaskan konsep Berpikir Komputasional yang rumit dapat menumbuhkan antusias, kreatifitas dan keunggulan melalui 4 tahapan yaitu pengkondisian pembelajaran, latihan soal bebras, menerapkan coding, dan membuat produk sederhana. Di akhir paparan, Johan mengajak rekan guru untuk berlatih soal bebras yang disambut dengan diskusi penuh antusias. Kedua paparan di awal kemudian dikomentari oleh perwakilan guru PJOK dan BK yang membahas kemungkinan penggunaan paltform pembelajaran gratis dan pembelajaran bagi anak cerdas istimewa. Kesimpulan dari bahasan tersebut adalah banyak platform menarik yang dapat digunakan secara gratis sesuai kebutuhan guru, sedangkan bagi anak cerdas istimewa. Paparan berikutnya disampaikan Siti Marpiani DS, S.Pd. dengan judul PAKAR (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Kolaboratif). Paparan disampaikan dengan menampilkan praktik pembelajaran kelompok penyaringan air keruh. Pembelajaran disampaikan dengan memberikan poin utama bahwa pembelajaran kelompok yang bermakna akan mendorong peserta didik untuk aktif terlibat dalam pembelajaran.Paparan terakhir di sampaikan oleh Afifah Shafa Shelviana, M.Pd. dengan judul EMAN LAIR (Pembelajaran dengan Laboratorium Virtual). Laboratorium Virtual dengan memanfaatkan platform Phet Colorado digunakan sebagai solusi bagi pembelajaran IPA yang kadang  tidak diikuti secara antusias oleh peserta didik utamanya pada jam-jam kritis sebelum pulang sekolah. Kedua paparan dari guru IPA diatas kemudian dikomentari oleh guru Bahasa Indonesia dan guru Pendidikan Agama. Diskusi terjadi dan membahas tentang pemanfaatan air yang diperbolehkan pada saat wudhu sebelum sholat. Selain itu juga terdapat bahasan tentang trik menghafal berbagai istilah dalam pelajaran IPA yang sangat banyak. Menurut Afifah, istilah yang banyak dapat dipermudah dengan membuat akronim atau singkatan dari istilah-istilah tersebut. Pada akhir kegiatan Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. selaku kepala sekolah memberikan penguatan bahwa praktik baik yang sudah dipaparkan guru Informatika dan IPA juga dapat diterapkan oleh guru-guru yang lain. Komitmen motivasi dan dukungan lain juga terus diberikan sekolah agar guru dapat mengembangkan pembelajaran sesuai dengan semangat pembelajaran bermakna (Deep Learning) yang dicanangkan pemerintah. (JP)

Diskusi dan Berpikir Kritis dalam Praktik Baik Mapel Informatika dan IPA Kombel SekarJagad Belajar Read More »

Praktik Baik MENCEKAM oleh Guru PJOK dalam Kombel SekarJagad Belajar

Seluruh guru didampingi Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. mengikuti kegiatan rutin Kombel (Komunitas Belajar) SekarJagad Belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta di aula sekolah pada Kamis, (17/4/2025). Setelah para guru IPS melakukan berbagi praktik baik pada pertemuan sebelumnya, kini giliran para guru dari mata pelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) yang terdiri dari Drs. Gunawan, Basuki Tri Hartoto, S.Pd. dan Bukhori Romadhon, S.Pd, untuk membagikan pengalaman dalam pembelajaran olahraga. Materi praktik baik dipaparkan oleh Bukhori Romadhon, S.Pd. dengan judul MENCEKAM (Mendidik Cekatan Aktif Mandiri). Berdasarkan pengalamannya, kendala yang sering dihadapi dalam pembelajaran olahraga adalah keterbatasan lapangan yang harus dibagi untuk beberapa kelas yang memiliki jadwal bersamaan. Meskipun begitu, dirinya berusaha melakukan kegiatan pembelajaran agar peserta didik tetap aktif dan bersemangat, yaitu dengan mengkombinasikan kemampuan audio, visual dan kinestetik dalam pembelajaran. Sebelum praktik dimulai, dirinya juga menyampaikan teori yang biasanya berisi teknik atau sejarah dari olahraga yang akan dipraktikkan. Selain untuk mengasah kemampuan literasi, pemahaman teori akan bermanfaat agar peserta didik benar-benar memahami teknik dan terhindar dari cedera. Dalam praktik pemanasan, Bukhori juga memasukkan unsur numerasi saat berhitung. Melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, peserta didik dapat tetap bersemangat dan aktif dalam berolahraga. “Semua pelajaran memiliki tantangan dan kendala, tinggal bagaimana kita untuk tetap kreatif agar pembelajaran berjalan menyenangkan,” tambah Drs. Gunawan. Selain keterbatasan sarana dan prasarana, usia yang tak lagi muda juga tidak menjadi halangan untuk para guru olahraga untuk tetap bersemangat mengajar. “Oleh karena itu, olahraga dan pola hidup sehat harus dibiasakan dan penting untuk terus dilakukan,” jelas Basuki Tri Hartoto, S.Pd. Pada sesi terakhir, kepala sekolah menyampaikan apresiasi pada kombel PJOK yang sudah membagikan praktik baik dengan luar biasa. “Kita jangan berfokus pada keterbatasan sarana dan prasarana, karena jika gurunya kreatif seperti para guru olahraga di sini, maka kita akan dapat mendidik dan menghasilkan peserta didik yang cekatan, aktif dan mandiri, sebagaimana tertulis dalam judul praktik baik ini,” ungkap Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Dirinya juga berharap apa yang telah disampaikan dalam kegiatan kombel hari itu dapat menjadi inspirasi para guru mata pelajaran lain. (Awp)

Praktik Baik MENCEKAM oleh Guru PJOK dalam Kombel SekarJagad Belajar Read More »

Guru IPS Berbagi Praktik Baik LINDA dan LITA bersama Kombel SekarJagad Belajar

Komunitas Belajar SekarJagad Belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta kembali menyelenggarakan kegiatan berbagi praktik baik pada Rabu (5/3/2025) di aula. Praktik baik kali ini disampaikan oleh perwakilan guru dari kombel IPS, yaitu Hari Untoro, S.Pd. dan Susilowati Tri Handayani, S.Pd, dan diikuti oleh seluruh tenaga pendidik serta didampingi oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, Hari Untoro menyampaikan bahwa selama ini para guru mengalami beberapa tantangan dalam pembelajaran IPS di kelas, seperti peserta didik yang kurang aktif atau cenderung bosan jika kegiatan hanya sekedar ceramah. Oleh karena itu, para guru mata pelajaran IPS berusaha untuk melakukan inovasi untuk meningkatkan minat belajar serta kemampuan literasi peserta didik melalui LINDA (Literasi Benda) dan LITA (Literasi Peta). Praktik baik pertama bertajuk LINDA disampaikan oleh Susilowati Tri Handayani, S.Pd yang menjelaskan bahwa untuk meningkatkan ketertarikan peserta didik dalam belajar sejarah, dirinya menghadirkan miniatur-miniatur situs bersejarah seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Stupa untuk memunculkan “AMBAK” atau “Apa Manfaatnya Bagiku?”. Seperti yang sebelumnya telah disampaikan dalam diseminasi deep learning oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta bahwa guru harus mampu menghadirkan kebermanfaatan dari sebuah materi pelajaran agar peserta didik dapat tahu manfaatnya bagi diri atau kehidupan mereka di dunia nyata. Melalui cara tersebut, peserta didik diharapkan dapat lebih paham dan tertarik untuk mempelajari suatu materi. Susi menjelaskan dalam kegiatan LINDA, dia menggunakan strategi 5M yaitu Melihat, Memegang, Mengamati, Mendeskripsikan dan Mempresentasikan. Dirinya juga menjelaskan bahwa guru perlu untuk memberikan apresiasi pada hasil kerja peserta didik, bagaimanapun hasilnya sebagai bentuk penghargaan. Materi kedua yaitu LITA disampaikan oleh Hari Untoro, S.Pd. yang dalam praktiknya berfokus untuk mengajak peserta didik belajar membaca peta dan memahami tata letak suatu tempat. Dirinya memapaparkan bahwa dengan membawa media ajar peta besar ke kelas membuat peserta didik antusias untuk melihat dan menggunakannya. Peserta didik diminta untuk menemukan letak negara-negara yang ada di dunia melalui peta yang ia bawa ke kelas. Tidak hanya itu, dirinya juga mencoba untuk menyesuaikan materi yang dipelajari dengan perkembangan zaman, yaitu dengan memanfaatkan peta digital. Dalam praktik kehidupan nyata, guru yang sudah mengajar di Spelanska selama 17 tahun ini memberikan tantangan peserta didik untuk menggunakan peta digital melalui aplikasi ojek online. Dengan begitu, anak-anak bisa belajar untuk mengetahui jarak dari suatu tempat ke tempat lain dan rute yang digunakan. Pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman terbukti dapat meningkatkan motivasi dan minat peserta didik dalam belajar. Meskipun selama ini pelajaran IPS memiliki stigma pembelajaran ceramah, namun dalam paparannya, para guru IPS membuktikan pentingnya belajar ilmu sosial dan bahwa pembelajaran tersebut dapat diselenggarakan dengan menyenangkan. Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. menambahkan, “Meskipun masa lalu, tetap harus JAS MERAH atau Jangan Lupakan Sejarah.” Dirinya juga memberikan apresiasi kepada para guru mapel IPS yang sudah membagikan praktik baik yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk terus melakukan inovasi dan menghadirkan AMBAK dalam pembelajaran di kelas. (Awp)

Guru IPS Berbagi Praktik Baik LINDA dan LITA bersama Kombel SekarJagad Belajar Read More »

Belajar Jarimatika bersama Kombel SekarJagad Belajar

Komunitas Belajar SekarJagad Belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan kegiatan rutin berbagi praktik baik di aula pada Kamis, (20/2/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dengan pengisi materi dari kombel mata pelajaran matematika yang diwakili oleh Angga Kartika Candra, S.Pd. Sebelum materi inti disampaikan, Kepala SMP Negeri 9 Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan motivasinya terkait kegiatan berbagi praktik baik. Dirinya berharap agar seluruh bapak/ibu guru dapat belajar hal-hal baru meskipun setiap guru memiliki gaya mengajar yang berbeda-beda. Para guru diminta untuk dapat mengambil ilmu-ilmu yang nantinya dapat diterapkan di kelas masing-masing meskipun berbeda mata pelajaran. Praktik baik yang dibagikan adalah Jarimatika atau trik berhitung perkalian menggunakan jari tangan. Angga menyampaikan materi perkalian mulai dari satuan, belasan hingga puluhan. Trik dasar dari jarimatika adalah dengan melakukan penghitungan jari tangan yang terbuka dan terutup. Para guru tampak antusias mengikuti materi dan mencoba mempraktikkannya secara langsung. Pada paparannya, Angga menyampaikan bahwa teknik berhitung ini dapat menjadi alternatif bagi peserta didik dalam operasi perkalian, selain teknik perkalian bersusun dan sempoa. Jarimatika juga dapat membantu para orang tua yang ingin mengajarkan perkalian untuk anak-anak. (Awp)

Belajar Jarimatika bersama Kombel SekarJagad Belajar Read More »

Scroll to Top