AI

Guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta Ikuti Workshop Coding dan Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran

Seluruh guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengikuti Workshop Peningkatan Kompetensi Guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta Tahun Ajaran 2026/2027 yang diadakan pada Rabu-Jumat, 8-10 Juli 2026 di aula sekolah. Workshop tersebut berfokus pada dua materi inti yaitu Koding dan Kecerdasan AI dalam Penerapan Pembelajaran Mendalam dan Penggunaan AI dalam Perencanaan, Pelaksanaan dan Asesmen Pembelajaran. Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. menyampaikan latar belakang diselenggarakannya kegiatan ini. “Dengan adanya teknologi AI dan coding ini, saya harap teman-teman semakin mendekat. Kemajuan teknologi bukan kita jauhi, tapi kita bersamai.” Pada hari pertama, Rabu (8/7/2026) dihadirkan narasumber yaitu Dr. Budi Tri Cahyono, S.Kom., M.T. yang merupakan Dosen Teknologi Pendidikan UNS. Melalui materinya, beliau menjelaskan mengenai koding dan apa hubungannya dalam kehidupan sehari-hari. “Jadi koding tidak hanya berhubungan dengan gadget atau komputer saja ya, koding ada di sekitar kita yang berupa instruksi atau perintah dalam melakukan sesuatu.” Para guru kemudian diminta melakukan praktik sederhana membuat animasi bergerak dengan memanfaatkan aplikasi Scratch. Melalui Scratch, para guru belajar untuk menyusun blok kode yang akan membentuk sebuah intruksi sehingga karakter/sprite dapat bergerak. Blok perintah yang disusun dimulai dari yang sederhana seperti memerintahkan karakter untuk berjalan, menyisipkan dialog, hingga membuat permainan sederhana. Meski awalnya tampak tidak mudah, para peserta tetap bersemangat untuk mencoba dan melakukan eksplorasi dalam menggunakan aplikasi tersebut. Pada hari kedua, Kamis (9/7/2026), para guru diajak untuk belajar mengenai Claude yang mana merupakan platform AI yang dapat digunakan untuk menyusun Rancangan Pembelajaran Mendalam (RPM). Materi tersebut disampaikan oleh Jovita Ridhani, M.Ed. dan Hilmawan Wibawanto, M.Pd. yang juga merupakan Dosen Teknologi Pendidikan UNS. “Keunggulan dari Claude ini dia dapat memberikan umpan balik yang kritis ya, jadi tidak asal menjawab seperti AI yang lain. Apalagi kalau kita dapat melampirkan referensi yang terpercaya untuk menjadi bahan review,” jelas Jovita. Para narasumber memberikan tutorial para guru tentang bagaimana cara menggunakan Claude untuk menyusun modul ajar yang sesuai dengan Panduan Mata Pelajaran masing-masing. Meskipun begitu, para pemateri menekankan bahwa respon yang diberikan AI sangat bergantung pada prompt atau perintah yang dituliskan- semakin detail semakin baik. Selain belajar mengenai pemanfaatan Claude, para guru juga diajak belajar memanfaatkan Google NotebookLM yang mana adalah sebuah platform AI yang dapat dimanfaatkan para pengguna untuk mengembangkan dokumen mereka. Platform ini bermanfaat bagi para guru karena dapat membantu mengembangkan materi dan media ajar untuk diubah menjadi beberapa format. Bermodalkan sebuah dokumen acuan yang dapat berupa buku, modul ajar atau latihan soal, guru dapat merubahnya menjadi media yang dikemas lebih menarik mulai dari video, audio, infografis hingga flashcard. Namun, seperti AI kebanyakan, ketepatan dalam penulisan prompt akan menentukan hasil dari aplikasi ini. Pada kesempatan tersebut, hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, S.STP., M.A.P. yang memberikan informasi kedinasan dan motivasi. Beliau menyambut baik kegiatan peningkatan kompetensi guru yang diadakan Spelanska, khususnya terkait pemanfaatan teknologi dalam mendukung pembelajaran mendalam. “Ini menjadi bentuk kolaborasi dan kerja sama para guru untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan di SMP Negeri 9 Kota Surakarta.” Dirinya juga berpesan agar semua pihak memberikan dukungan untuk kemajuan sekolah. Pada hari ketiga, kegiatan workshop diisi dengan presentasi hasil workshop dari kombel masing-masing mapel. Perwakilan guru menyampaikan hasil Rancangaan Pembelajaran Mendalam dan berbagai media pembelajaran yang telah dibuat AI. “Teknologi ini tidak menggantikan peran guru, namun membantu dalam segi efisiensi waktu dan tenaga. Dan meskipun begitu, hasilnya tetap perlu direview untuk disesuai dengan kebutuhan dan kondisi murid,” jelas Angga, guru matematika dalam presentasinya. (Awp)

Guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta Ikuti Workshop Coding dan Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran Read More »

Praktik Baik Pendidikan Agama dan Seni Budaya dalam Kombel SekarJagad Belajar, Kuatkan Karakter hingga Manfaatkan AI

Komunitas Belajar (Kombel) SekarJagad Belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar kegiatan rutin berbagi praktik baik dengan narasumber perwakilan guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Seni Budaya di aula sekolah, Senin (27/4/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh semua guru dan didampingi oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Pada kegiatan praktik baik tersebut, guru Pendidikan Agama diwakili oleh Sugijanto, S.Pd.I dan guru Seni Budaya diwakili oleh Rumiyati, S.Sn. Kegiatan diawali dengan sambutan dari kepala sekolah yang memberikan motivasi dan apresiasi pada Kombel SekarJagad yang terus konsisten untuk berbagi.  “Harapannya ini bukan rutinitas yang menjadi beban, melainkan kegiatan yang membahagiakan. Saya harap bapak dan ibu semua hadir di aula bukan terpaksa, tapi karena ingin belajar dan terus berinovasi,” jelasnya. Siti Latifah juga mengungkapkan bahwa praktik baik yang dipaparkan telah menunjukkan perubahan anak-anak, dari tidak bisa menjadi sedikit bisa, atau justru menjadi mahir. Materi pertama disampaikan oleh guru Pendidikan Agama Islam yang menjelaskan praktik baiknya dalam menyempurnakan pemahaman murid akan salat. “Meskipun sudah remaja, pada kenyataannya beberapa murid masih belum paham betul tentang gerakan dan bacaan salat. Oleh karena itu dibutuhkan pendampingan khusus untuk anak-anak tersebut agar benar-benar paham, tidak sekedar mengikuti gerakannya saja,” jelas Sugijanto dalam paparannya. Dalam praktik baiknya, beliau menunjukkan cara mendampingi anak-anak melakukan praktik dari berwudu hingga salat. Dengan bimbingan intensif dari guru, para murid diharapkan mampu melaksanakan salat dengan niat beribadah kepada Allah SWT, bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban sebagai umat muslim. Paparan materi kedua disampaikan oleh Rumiyati, S.Sn. yang menjelaskan praktik baik pemanfaatan AI (Artificial Intelligence) dalam pembelajaran, khususnya dalam membantu murid menghasilkan karya melalui “BuGuRuMeSuSi”, kepanjangan dari Buat Lagu Baru Menggunakan Suno Aplikasi. Melalui kegiatan tersebut, Rumiyati mengajak para murid untuk belajar membuat lagu menggunakan aplikasi dengan cara menuliskan prompt yang sesuai. “Ini masih jauh dari jadi produser musik ya, tapi ini menjadi langkah awal agar anak-anak berani berkarya,” jelas Rumiyati. Pada kesempatan tersebut, beliau juga sempat memutar karya lagu hasil bantuan AI. Lirik dan suasana lagu bisa dibuat sesuai keinginan pengguna dengan menuliskan prompt serinci mungkin. Seperti yang telah disampaikan oleh kepala sekolah, kegiatan ini diharapkan dapat terus berjalan konsisten sebagai wadah berbagi ilmu, bertukar pikiran dan pengalaman serta motivasi bagi para guru untuk terus berinovasi. (Awp)  

Praktik Baik Pendidikan Agama dan Seni Budaya dalam Kombel SekarJagad Belajar, Kuatkan Karakter hingga Manfaatkan AI Read More »

Guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta Belajar Implementasikan STEM dan AI dalam Pembelajaran

Para guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengikuti workshop pemanfaatan STEAM dan AI dalam pembelajaran di aula sekolah pada Jumat (5/12/2025). Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari Rencana Tindak Lanjut kepala sekolah yang telah mengikuti Diklat Pembelajaran Mendalam yang mengangkat tema digitalisasi pembelajaran melalui praktik baik CINTA (Canva, AI dan Platform Digital Lainnya). Sebagai kelanjutan dari RTL tersebut, maka dihadirkan narasumber yang memang sudah berkecimpung dalam STEM hingga mengharumkan nama Surakarta di tingkat nasional dan internasional yaitu Kucisti Ike R. S. P., S.Pd., M.Pd, Kepala SMP Negeri 3 Kota Surakarta. Pada kesempatan tersebut, beliau menjabarkan apa itu pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering dan Mathematics) dan mengajak para guru untuk praktik langsung merancang pembelajaran dengan memasukan STEM ke dalam kegiatannya. Para guru dibagi menjadi 9 kelompok dan setiap kelompok diminta untuk melakukan sebuah tantangan yaitu menahan ponsel di atas selembar kertas yang dibentangkan di antara dua gelas air mineral. Setiap kelompok tampak fokus mencari cara untuk dapat melakukan tantangan tersebut. Beberapa kelompok berhasil menahan ponsel dengan cara melipat kertas secara zig-zag agar lebih kuat untuk menahan ponsel. Namun tidak sedikit kelompok yang gagal. Melalui tantangan tersebut, Ike menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan STEM harus memperlihatkan setiap elemen di dalamnya. “Kita tidak perlu berangkat dari masalah yang rumit, tapi bisa dari masalah sederhana yang ada di sekitar kita,” ungkapnya. Pada kegiatan berikutnya, setiap kelompok diminta untuk merancang kegiatan pembelajaran berbasis STEM melalui 6 langkah yang disebut Engineering Design Process (EDP). Langkah-langkah tersebut adalah mendefinisikan masalah, merancang solusi, medesain model, menguji coba, medesain ulang dan presentasi. Dengan memanfaatkan chatbot/AI, setiap kelompok mencoba menyusun aktivitas pembelajaran dengan memasukkan setiap komponen STEM. Mereka juga diberikan peralatan seperti plastisin warna-warni, stik es krim dan lem untuk membuat model produk pembelajaran yang diharapkan. Melalui kegiatan tersebut para guru dapat belajar secara nyata tentang implementasi STEM dalam pembelajaran di mapel masing-masing atau bahkan lintas mapel. Setelah mengikuti simulasi tersebut, para guru diharapkan dapat mengimplementasikan pendekatan STEM dalam pembelajaran di kelas. Selain itu, harapannya para murid nantinya tidak hanya cakap dalam pemanfaatan AI atau aplikasi digital, tetapi juga memiliki kemampuan kritis dan analitis dalam pemecahan masalah sesuai konteks kehidupan nyata. (Awp)

Guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta Belajar Implementasikan STEM dan AI dalam Pembelajaran Read More »

Scroll to Top