Surakarta, 21 April 2026. Nuansa berbeda menyelimuti SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Di tengah hiruk-pikuk keseriusan mengerjakan soal Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) dan Penilaian Sumatif Akhir Tahun(PSAT), lingkungan sekolah justru nampak berwarna dengan balutan busana adat nusantara yang dikenakan oleh seluruh peserta didik kelas 7, 8, 9, Ibu Bapak guru serta tenaga kependidikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Kartini yang digelar sekolah untuk menanamkan nilai perjuangan dan cinta budaya di tengah padatnya agenda akademik.

Oase di Tengah Ujian
Meskipun para siswa sedang berada dalam ritme akademis yang tinggi, semangat untuk memperingati perjuangan R.A. Kartini tidak luntur. Lomba busana adat yang digelar bukan sekadar ajang pamer kecantikan atau ketampanan, melainkan menjadi simbol ketangguhan mental para siswa.



Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyegarkan pikiran peserta didik. “Ujian memang penting, namun penguatan karakter dan literasi budaya tidak boleh dikesampingkan. Kami ingin siswa kelas 7, 8, dan 9 merasakan semangat Kartini yang tetap belajar meski dalam keterbatasan,” ujarnya.(YN)



