Kokurikuler Tema 2 – Sekar Jagad Menginspirasi, Spelanska Berkreasi Hasilkan Karya Tulis dan Batik
SMP Negeri 9 Kota Surakarta baru saja selesai menyelenggarakan serangkaian kegiatan Kokurikuler Tema 2 yang mengusung tema “Sekar Jagad Menginspirasi, Spelanska Berkreasi” pada 6-13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh murid kelas VII, VIII, dan IX serta didampingi oleh guru pendamping. Selain untuk menyemarakan Bulan Bahasa, kegiatan juga bertujuan untuk penguatan branding Sekar Jagad sebagai bagian dari SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Kegaiatan diawali dengan workshop membatik yang diikuti oleh semua murid secara bergantian di aula sekolah. Kegiatan dipandu oleh Paguyuban Batik Laweyan yang diketuai oleh Widhiarso yang menyampaikan tentang apa itu batik dan bagaimana proses pembuatannya, mulai dari membuat desain hingga penjemuran. Para murid juga diberi bekal terkait alat dan bahan yang diperlukan untuk praktik membatik yang akan dilakukan keesokan harinya. Para murid membuat pola batik didampingi guru. Proses membatik dilakukan di aula bersama-sama. Murid kelas VII membuat batik Sekar Jagad di media kain berukuran 30×30 cm secara individu, sedangkan kelas VIII dan IX membuat taplak batik berukuran 1×1 m secara berkelompok masing-masing 4 anak. Kegiatan berjalan dengan lancar dan aman dengan pendampingan Tim Batik Laweyan dan guru. Para murid menuangkan kreativitasnya dalam membuat pola batik. Meskipun tak sedikit dari mereka awalnya merasa kesulitan menggoreskan canting yang berisi malam, namun pada akhirnya pada murid dapat menyelesaikan proses membatik. Setelah itu, mereka berpindah tempat ke halaman belakang untuk proses pewarnaan. Kain-kain batik tersebut diwarnai dengan pilihan warna yang cerah, seperti merah, kuning, biru dan hijau. Batik yang sudah diwarna kemudian dibawa oleh Tim Batik Laweyan untuk melewati proses selanjutnya yaitu pencucian dan penjemuran. Kegiatan yang lain yang dilakukan para murid adalah mengikuti workshop penulisan cerita pendek dan artikel yang dipandu oleh Damar Sri Prakoso dan Evy Sofia dari Solo Pos Media Group. Para murid belajar menuangkan ide atau aktivitas sehari-hari menjadi artikel yang menarik. Harapannya, melalui kegiatan ini, para murid dapat menuangkan kegiatan kokurikuler membuat batik ini menjadi sebuah artikel atau cerpen. Selain menghasilkan karya tulis dan batik, para murid juga mempersiapkan kelas mereka untuk kegiatan display batik yang akan dikunjungi teman-teman dari kelas lain sebagai bentuk apresiasi. Murid-murid menghias kelas mereka dalam berbagai tema dan menampilkan hasil karya batik mereka yang sudah jadi. Puncak kegiatan kokurikuler ini adalah kegiatan unjuk bakat dari masing-masing kelas. Setiap kelas mengirimikan perwakilan untuk menunjukkan bakat yang beragam, mulai dari menyanyi, drama hingga tari. Selain menjadi sarana menuangkan bakat, kegiatan ini juga menjadi momen bagi para murid untuk me-refresh pikiran dan tenaga dari kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan di dalam kelas. Dalam acara tersebut, panitia memberikan apresiasi untuk karya batik terbaik, display kelas terbaik dan penampilan unjuk bakat terbaik. Agenda kokurikuler ini adalah kegiatan belajar mengajar yang diharapkan dapat membangun kemampuan, keterampilan dan karakter para murid menjadi lebih baik, dan bisa terjun ke masyarakat. (Awp)




