LITERASI

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Simulasi TKA bersama Edubrand

SMP Negeri 9 Kota Surakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang bekerja sama dengan Edubrand pada hari Kamis dan Jumat, 12-13 Februari 2026. Sebelum pelaksanaan dimulai, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, memberikan pengarahan khusus berupa penguatan dan pemantapan motivasi. Beliau menekankan pentingnya mengerjakan simulasi dengan penuh kesungguhan agar para siswa lebih percaya diri dalam menghadapi ujian yang sesungguhnya. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti oleh seluruh siswa kelas IX, mulai dari kelas IX A hingga IX I, dengan total peserta mencapai 283 murid. Simulasi ini bertujuan untuk memetakan kemampuan akademik siswa serta membiasakan mereka menghadapi format ujian standar nasional dalam suasana yang kondusif. Memastikan kesiapan materi, para murid juga mendapatkan pendampingan intensif dari guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika tepat sebelum simulasi di masing-masing sesi dimulai. Pelaksanaan simulasi selama dua hari tersebut terbagi ke dalam tiga sesi waktu, yakni sesi pertama (08.00–09.35 WIB), sesi kedua (10.00–11.35 WIB), dan sesi ketiga (13.00–14.35 WIB). Pada hari Kamis, fokus ujian terletak pada mata pelajaran Matematika dan Survei Karakter, sementara hari Jumat difokuskan pada Bahasa Indonesia dan Survei Lingkungan Belajar. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan dengan sangat baik dan tertib, mencerminkan kedisiplinan tinggi dari para siswa kelas IX dalam mempersiapkan masa depan akademik mereka. (Kk)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Simulasi TKA bersama Edubrand Read More »

Workshop Peningkatan Literasi dan Numerasi Guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta Tahun 2026

SMP Negeri 9 Kota Surakarta menyelenggarakan kegiataan Workshop Peningkatan Literasi dan Numerasi Guru pada Selasa-Kamis, (27-29/1/2026) di aula sekolah. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru dan didampingi oleh kepala sekolah dan staf tata usaha. Workshop tersebut diadakan sebagai tindak lanjut hasil Rapor Pendidikan SMP Negeri 9 Kota Surakarta Tahun 2025 yang menunjukkan bahwa dibutuhkan penguatan dalam kemampuan literasi dan numerasi para murid. Berkaitan dengan hal tersebut, panitia mengundang narasumber literasi dan numerasi yaitu Dra. Suminarsih, M.Si. Hari ke-1, Selasa, 27 Januari 2026 Pada hari pertama, Suminarsih yang kerap disapa Mimin menyampaikan materi terkait keterampilan literasi. Beliau menekankan bahwa literasi tidak hanya diukur melalui kemampuan dan kecepatan membaca, melainkan bagaimana seseorang memahami informasi hingga mengevaluasi bacaan, sebagaimana tercantum dalam target kompetensi TKA (Tes Kemampuan Akademik) yaitu pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, dan evaluasi dan apresiasi. Mimin juga memberikan arahan dan motivasi pada guru untuk memanfaatkan Buku Saku Benahi Literasi melalui Lingkungan Belajar yang di dalamnya sudah memuat website-website yang dapat dijadikan sumber bacaan bermutu bagi para murid sesuai dengan mapel dan kemampuan masing-masing. Di akhir sesi pertama, narasumber meminta para guru untuk membuat contoh soal TKA Bahasa Indonesia sesuai dengan matriks asesmen. Hari ke-2, Rabu, 28 Januari 2026 Pada hari berikutnya, narasumber memulai sesi dengan melakukan review pada soal-soal yang telah dibuat para guru dan memberikan saran masukan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi numerasi oleh Mimin. “Selama ini masih banyak orang yang menganggap bahwa kemampuan numerasi menjadi tanggung jawab guru Matematika semata, sama halnya dengan kemampuan literasi yang dibebankan kepada guru Bahasa Indonesia. Padahal keterampilan tersebut menjadi tanggung jawab semua guru,” jelasnya. Beliau menambahkan bahwa numerasi tidak hanya berfokus pada kemampuan menghitung tetapi bagaimana seseorang dapat memanfaatkan data yang ada untuk kehidupan sehari-hari, khususnya untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Implementasi numerasi dalam pembelajaran oleh guru non-Matematika dapat dimulai dari hal-hal sederhana seperti mengajarkan kemampuan membaca grafik, membaca angka hingga berhitung sederhana. Sebagai bentuk latihan, para guru diminta untuk memodifikasi modul ajar dengan memasukkan unsur numerasi di dalamnya. Hari ke-3, Kamis, 29 Januari 2026 Hari terakhir workshop diisi dengan kegiatan review dan refleksi yang dipimpin oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. “Kalau tahun lalu kita menghadirkan Mbak Ratna yang muda dan enerjik, kali ini saya sengaja mengundang Ibu Mimin yang sudah senior untuk mendampingi bapak/ibu belajar literasi dan numerasi. Tidak kalah hebat dan enerjik, ya?” ungkapnya. Beliau juga memberikan arahan dan motivasi pada para guru untuk segera menyesuaikan modul ajar yang mendukung kemampuan literasi dan numerasi para murid. Implementasi modul ajar tersebut kemudian akan dijadikan bahan supervisi di semester ini. Melalui kegiatan workshop selama tiga hari ini, para guru diharapkan dapat mengimplementasikan pembelajaran yang mendukung kemampuan literasi dan numerasi. Selain itu penggunaan sumber-sumber bacaan bermutu diharapkan dapat dilakukan untuk semakin membangun budaya membaca di lingkungan sekolah. (Awp)

Workshop Peningkatan Literasi dan Numerasi Guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta Tahun 2026 Read More »

Kegiatan Sedekah Buku dan Belajar Menulis Berita di SMP Negeri 9 Kota Surakarta

SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan kegiatan Workshop Literasi yang dilaksanakan pada Rabu (5/11/2025) di pagi hari. Kegiatan ini melibatkan seluruh peserta didik kelas VII A-I, serta narasumber, Damar Sri Prakoso yang merupakan wartawan Solopos Media Group. Tempat diselenggarakannya kegiatan Workshop Literasi adalah aula SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menambah ilmu pengetahuan tentang berita. Hingga sampai penutup acara, kegiatan berjalan dengan lancar, tanpa hambatan yang berarti. Penulis: Fatmawati (VII D/11) SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar workshop literasi pada Rabu (5/11/2025) yang dihadiri oleh peserta didik kelas VII, VIII dan IX secara bergilir di aula sekolah. Narasumber yang menghadiri acara tersebut adalah Damar Sri Prakoso dari Solopos. Acara workshop ini dibuka oleh Anastasia Ratna F pada urutan kelas VIII, pukul 09.30 WIB. Dalam workshop ini, peserta mendapatkan materi tentang teknik dasar penulisan berita, mulai dari pengumpulan informasi hingga penyusunan berita yang baik dan benar. Setelah dijelaskan oleh narasumber, peserta diberi tugas praktik untuk membuat berita singkat. Tujuan utama dari workshop ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan peserta dalam membuat berita yang baik dan benar. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal yang bermanfaat bagi seluruh peserta dalam mengembangkan kemampuan literasi serta meningkatkan minat mereka dalam menulis berita. Penulis: Ainun Mahya R. (VIII A/03) SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan workshop jurnalistik pada Rabu (5/11/2025) dalam rangka kegiatan kokurikuler. Acara ini diikuti oleh seluruh murid kelas IX yang antusias untuk belajar lebih dalam tentang dunia menulis dan media. Workshop dibuka dengan pembukaan dari MC, Anggraini W.P, yang memandu jalannya acara. Suasana workshop semakin menarik ketika narasumber, Damar Sri Prakoso, mulai membagikan pengetahuan dalam membuat berita. Dalam sesi pemaparan, Damar menjelaskan dasar-dasar penulisan berita. Para murid juga diajak langsung untuk mencoba menulis berita singkat mengenai kegiatan workshop ini. Kegiatan ini berlangsung dengan interaktif dan menyenangkan. Banyak murid yang ikut memaparkan berita singkat buatan mereka. Di akhir acara, MC menutup kegiatan dan mengucapkan terima kasih untuk narasumber dan peserta. Penulis: Delissa Latanya A (IX H/08) Sebelumnya, seluruh murid SMP Negeri 9 Kota Surakarta melaksanakan agenda Sedekah Buku di halaman sekolah untuk kelas VII dan di kelas masing-masing untuk kelas VIII dan IX didampingi oleh wali kelas. Buku yang disedekahkan adalah buku non-pelajaran yang dimiliki murid di rumah. Masing-masing murid menyerahkan buku dan membubuhkan tanda tangan pada form bukti hibah. Jumlah buku yang sudah terkumpul sekitar 200 buku yang kemudian akan didata dan dicap. Rencananya sebagian buku akan ditambahkan di perpustakaan Spelanska sebagai koleksi dan sebagian lagi akan didistribusikan di pojok-pojok kelas. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran berliterasi warga sekolah, sekaligus menumbuhkan budaya membaca dengan lebih mendekatkan sumber-sumber literasi khusunya untuk para murid dan guru. (Awp)

Kegiatan Sedekah Buku dan Belajar Menulis Berita di SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

Warga SMP Negeri 9 Kota Surakarta Berliterasi di Pameran Rajamala Museum Radya Pustaka

Warga SMP Negeri 9 Kota Surakarta meramaikan Pameran Rajamala yang diselenggarakan di Museum Radya Pustaka Kota Surakarta pada Sabtu-Minggu (1-2/11/2025). Kegiatan ini diselenggaran oleh para murid kelas VII, VIII dan IX dengan pendampingan para guru dan orang tua. Pameran temporer “Rajamala” ini diselenggarakan mulai dari tanggal 28 Oktober – 2 November 2025  untuk merayakan ulang tahun museum yang ke-135. Pameran ini menampilkan instalasi, koleksi, dan pertunjukan seni untuk mengenalkan tokoh Rajamala, seperti tari kreasi dan makna di balik ornamen Rajamala. Para murid dapat masuk ke museum untuk belajar sejarah sekaligus melihat koleksi museum secara gratis. Di area halaman depan museum terdapat ornamen pahatan kayu (canthik) Rajamala atau dalam Bahasa Jawa disebut “Rojo Molo” yang ditempatkan di haluan dan buritan kapal. Tokoh mitologi Jawa yang juga makot kota Solo ini memiliki makna sebagai simbol kekuatan penolak bala dan energi negatif. Selain itu, para pengunjung dapat masuk untuk melihat koleksi-koleksi peninggalan sejarah yang dipamerkan di dalam museum yang terbagi menjadi beberapa ruangan. Ruang Tosan Aji berisi koleksi senjata dari logam muliaa, arca dan miniatur Joglo atau rumah ada Jawa Tengah. Ruang keramik memamerkan koleksi keramik yang kebanyakan berasal dari peninggalan Belanda. Ruang perunggu menampilkan koleksi benda dari perunggu seperti patung dan gamelan. Terdapat pula koleksi gamelan agung milik Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV dan alat tenun tradisional yang disebut genderan. Jika ingin memperkaya informasi, para pengunjung dapat menuju area perpustakaan di dalam museum untuk membaca buku. Seperti tema pameran yaitu Rajamala, di dalam museum juga terdapa Ruang Rojo Molo yang memamerkan patung Rajamala yang menjadi hiasan kapal Keraton Surakarta. Masih banyak koleksi yang lain yang dapat menjadikan bahan belajar sejarah bagi para murid dan pengunjung lainnya. Melalui kegiatan ini, para murid diharapkan dapat meningkatkan kompetensi literasi mereka, khususnya tentang museum, sejarah dan budaya nusantara. (Awp)  

Warga SMP Negeri 9 Kota Surakarta Berliterasi di Pameran Rajamala Museum Radya Pustaka Read More »

Kokurikuler Semarak Bulan Bahasa, Murid-Murid Spelanska Tampilkan Kreativitas Berbahasa

SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar Semarak Lomba Bulan Bahasa sebagai kegiatan kokurikuler lintas ilmu yang mengusung tema “Bahasa Kreatif, Generasi Inovatif” pada Rabu, (22/10/2025) yang diikuti oleh seluruh murid kelas VII, VIII dan IX. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa yang puncaknya akan diadakan pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Terdapat lima lomba yang dipertandingkan dalam kegiatan ini yaitu lomba menulis puisi, lomba menulis dan membaca Aksara Jawa, lomba pidato Bahasa Inggris, lomba mading-pojok baca-kebersihan dan lomba menyanyikan lagu nasional. Seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba-lomba yang diadakan dengan sistem bagi tugas untuk memastikan semuanya dapat berpartisipasi. Kegiatan diawali dengan pembukaan acara berupa pengarahan dan motivasi oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. “Ibu minta kalian mengikuti lomba ini bukan hanya sekedar berpartisipasi saja, tapi kalian dapat menemukan bakat dan mengembangkan potensi melalui kegiatan ini.” Selanjutnya diberikan pengarahan oleh ketua Tim B Kokurikuler, Anggraini W.P., S.Pd. mengenai pelaksanaan lomba. Lomba menulis puisi secara impromptu diikuti oleh perwakilan murid putra dan putri dari masing-masing kelas dengan total 54 peserta. Setiap peserta mengambil undian tema yang sudah disiapkan untuk kemudian ditulis menjadi sebuah karya puisi. Kelima tema yang disiapkan adalah 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pemuda dan Bangsa, Pelestarian Bahasa dan Budaya, Nasionalisme dan Kebhinekaan, dan Generasi Unggul Berliterasi.  Lomba menulis dan membaca Aksara Jawa diselenggarakan di studio musik dengan 54 peserta. Setiap peserta diminta mengalihaksarakan satu alinea teks berhuruf latin ke huruf jawa dengan durasi maksimal 10 menit. Setelah selesai menulis, peserta secara bergiliran membaca satu alinea teks berhuruf Jawa dengan durasi maksimal 2 menit. Lomba pidato Bahasa Inggris diselenggarakan di ruang multimedia dengan jumlah peserta yang sama, yaitu 54 murid. Setiap tingkat disediakan dua pilihan tema pidato seputar Pemuda dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan peserta diberikan kebebasan memilih. Setiap penampilan peserta dinilai berdasarkan isi, kelancaran dan penampilan saat menyampaikan pidatonya. Meskipun Bulan Bahasa lekat dengan apresiasi Bahasa Indonesia, pada perlombaan kali ini dimasukan kategori Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris untuk memberikan kesempatan lebih besar bagi para murid menggali potensinya. Lomba mading, pojok baca dan kebersihan diselenggarakan di kelas masing-masing. Para peserta yang terdiri 6 murid dari masing-masing kelas tampak begitu antusias untuk membuat konten mading dan menghias pojok baca di kelas mereka. Tidak sedikit yang berkreasi membuat pohon literasi sebagai penghias area membaca. Lomba kelima yaitu lomba menyanyi lagu nasional diikuti maksimal 20 murid dari masing-masing kelas. Terdapat dua lagu yang harus dinyanyikan secara a capella, yaitu lagu wajib “Bangun Pemudi Pemuda” dan lagu pilihan yang sudah diundi sebelumnya; Maju Indonesia (Cornel Simandjuntak), Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki), Serumpun Padi (R. Maladi), Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki), Satu Nusa Satu Bangsa (L. Manik). Lomba ini diadakan sebagai bentuk motivasi untuk para murid agar lebih mengenal lagu-lagu nasional sebagai bentuk cinta tanah air dan sekaligus melatih kekompakan mereka. Melalui kegiatan ini diharapkan para murid dapat meningkatkan rasa cinta dan bangga pada bahasa-bahasa yang mereka pelajari, terutama Bahasa Indonesia. Mereka juga diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dalam berbahasa dan menggunakannya ke aktivitas-aktivitas yang positif. (Awp)  

Kokurikuler Semarak Bulan Bahasa, Murid-Murid Spelanska Tampilkan Kreativitas Berbahasa Read More »

Karya Interactive Fiction SMP Negeri 9 Kota Surakarta Ajak Pembaca Berliterasi melalui Game

SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar kegiatan Gelar Karya Interactive Fiction (Fiksi Interaktif) melalui aplikasi Twine bersama Fakultas Sastra dan Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta pada Jumat (1/8/2025) di halaman sekolah. Acara tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII, VIII dan IX didampingi para guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan kolaborasi antara SMP Negeri 9 Kota Surakarta dan Univeristas Sebelas Maret Surakarta ini sudah berjalan sejak bulan Mei 2025 melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan ketua Dra. Sri Kusumo Habsari, M.Hum., Ph.D. Terdapat 29 murid kelas VIII dan IX SMP Negeri 9 Kota Surakarta yang mendapatkan pelatihan menulis cerita fiksi berbahasa Inggris melalui aplikasi Twine. Mereka diberi pembelakan mengenai teknik penulisan cerita, mulai dari penentuan genre cerita, tokoh hingga alurnya. Pada sesi gelar karya, setiap peserta didik baik secara individu atau yang tergabung dalam kelompok-kelompok mempresentasikan cerita fiksi berbahasa Inggris yang telah dibuat dan diunggah melalui website sekolah. Presentasi tersebut didampingi oleh para mahasiswa UNS yang juga menjadi mentor dalam penyusunan karya. Cerita-cerita tersebut murni dibuat oleh peserta didik kelas VIII dan IX yang mendapat inspirasi cerita dari berbagai hal. Seperti satu cerita karya Edgina Aisyah Yahya (IX I) yang berjudul “Wolfsbane The Hidden Curse” yang mendapat inspirasi dari cerita fiksi ternama, Harry Potter. “Saya memang suka dan penggemar Harry Potter.” Ada pula beberapa cerita yang dibuat karena terinspirasi dari pengalaman atau imajinasi pribadi. “Saya tiba-tiba berpikir bagaiman kalau teman saya, Meyko, hilang,” ungkap Nasuha Alfi Yasir (VIII B) yang menulis cerita berjudul “Lost Childern”. Hal yang menarik dari cerita fiksi yang dibuat adalah bahwa penulis menyediakan beberapa pilihan alur yang dapat dipilih oleh para pembaca. Hal inilah yang membuat cerita ini menjadi interaktif. Pembaca tidak hanya diajak berliterasi, tetapi juga terlibat aktif dalam menentukan jalan cerita dari para tokoh di dalam cerita. Setiap alur atau kelanjutan skenario yang dipilih akan menuju ke akhir cerita yang berbeda pula. Selain itu, para peserta didik juga dapat sekaligus mengembangkan potensi mereka dalam bidang menggambar dan sound editing guna mendukung agar cerita mereka jadi lebih menarik. Cerita-cerita fiksi tersebut dapat diakses secara online menggunakan smartphone pembaca. Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada para peserta pelatihan yang telah berhasil menyelesaikan tugas dan menghasilkan sebuah karya yang akan terus bisa diakses kapan saja dan dari mana saja. “Harapannya, kalian yang sudah berhasil membuat karya dapat menularkan ke teman-teman dan adik-adik kelas VII, sehingga nanti kalian juga bisa ikut andil mengisi website sekolah.” Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dra. Sri Kusumo Habsari, M.Hum., Ph.D. “Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan pihak sekolah dalam kegiatan ini sampai anak-anak akhirnya dapat membuat karyanya sendiri.” Beliau menjelaskan bahwa para peserta didik  sudah cakap dalam pemanfaatan aplikasi Twine, namun terkadang memiliki keterbatasan dalam kreativitas pengembangan tulisan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini peserta didik dapat terasah kreativitasnya dalam penulisan cerita berbahasa Inggris. Pada momen tersebut juga diserahkan kenang-kenangan berupa buku-buku fiksi sebagai bentuk apresiasi UNS untuk SMP Negeri 9 Kota Surakarta yang telah bekerja sama dalam kegiatan ini. Buku-buku tersebut nantinya akan diserahkan ke perpustakaan dan bisa dipinjam oleh seluruh peserta didik. (Awp)  

Karya Interactive Fiction SMP Negeri 9 Kota Surakarta Ajak Pembaca Berliterasi melalui Game Read More »

Wisata Literasi SMP Negeri 9 Kota Surakarta bersama Solopos Media Group dan KOMDIGI

SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan Wisata Literasi ke kantor Solopos Media Group pada Senin (21/7/2025). Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama antara Solopos Media Group (SMG), Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) dan SMP Negeri 9 Kota Surakarta ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas IX, bersama wali kelas dan guru pendamping. Selain menjadi wadah pembelajaran literasi, kegiatan ini juga diadakan untuk menyosialisasikan PP TUNAS yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak yang dikemas dalam tema “Aman di Ruang Digital”. Dua agenda utama pada Wisata Literasi kali ini adalah paparan materi dan office tour (kunjungan kantor). Setelah dibuka oleh pembawa acara, Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. memberikan sambutan dan menjelaskan tujuan kegiatan. “Harapannya setelah ini, kalian dapat membagikan informasi atau ilmu yang telah kalian dapatkan di sini ke di media sosial masing-masing sebagai bentuk pembelajaran literasi.” Tak lupa di akhir sambutannya, beliau mengajak para peserta didik untuk meneriakkan yel-yel sekolah bersama-sama. Sebanyak 282 peserta didik duduk bersama di Radya Litera Griya Solopos untuk mendengarkan paparan materi yang disampaikan langsung oleh Sekretaris Ditjen Pengawasan Ruang Digital KOMDIGI, Mediodecci Lustarini atau yang kerap dipanggil Ides. Dalam presentasinya, Ides menjelaskan bahwa fungsi dari PP TUNAS adalah sebagai Safety Measure bagi anak-anak di ruang digital bahwa setiap anak mendapatkan hak untuk dilindungi dari berbagai risiko yang berdampak buruk bagi kehidupan mereka di masa depan. Naiknya penggunaan internet oleh remaja dimulai pada tahun 2020 ketika pandemi Covid dimulai sehingga mau tidak mau segala kegiatan mengadalkan gadget. “Berdasarkan data ini kita bisa lihat bahwa cukup banyak juga anak-anak yang punya ponsel, walaupun banyak yang menggunakan ponsel orang tuanya. Dan kemudian apa dampaknya? Dan ternyata, dari semua anak-anak yang bisa ataupun punya ponsel untuk akses internet, hanya 37,5% yang tahu bagaimana caranya berinternet dengan aman.” Pemerintah mengeluarkan PP ini bukan untuk membatasi anak-anak dan orang tua dalam penggunaan atau akses internet, melainkan membatasi Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) atau yang lebih dikenal dengan platform seperti media-media sosial yang banyak digunakan oleh anak-anak dari risiko buruk di ruang digital. Selain orang tua, sekolah dan guru juga memiliki peran strategis dalam menjaga anak-anak tetap aman di ruang digital dengan cara memperkuat literasi digital, menumbuhkan budaya penggunaan digital yang aman dan positif, penerapan phone free class/school dan menjadi role model penggunaan teknologi yang bijak bagi peserta didik. Ides juga menyampaikan elemen-elemen kunci yang harus diperhatikan pengguna ruang digital seperti akses digital, hak dan tanggung jawab digital, etika digital, keamanan digital, hukum digital, literasi digital, komunikasi digital, jejak digital dan reputasi online serta kesehatan digital. Semua elemen tersebut harus diperhatikan pengguna internet khususnya anak-anak agar lebih bijak dan berhati-hati berinteraksi di ruang digital. Di akhir paparannya, Ides juga menyampaikan sebuah tips untuk para remaja agar aman dan nyaman dalam menggunakan gadegetnya, yaitu melalui 3S; membatasi Screen Time, Scroll Time dan Sharing. Usai menyimak paparan dari Ides, seluruh peserta didik diajak berkeliling ke ruang-ruang kantor Solopos untuk melihat langsung bagaimana sebuah media beroperasi, mulai dari ruang redaksi, studio, hingga percetakan koran. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang pentingnya memiliki kemampuan literasi yang berguna bagi mereka dalam menggunakan media komunikasi dengan lebih bijak dan sesuai dengan peruntukannya. (Awp)

Wisata Literasi SMP Negeri 9 Kota Surakarta bersama Solopos Media Group dan KOMDIGI Read More »

Scroll to Top