Kegiatan Peningkatan Imtaq Kelas IX SMP Negeri 9 Kota Surakarta Jelang Asesmen Sumatif dan TKA Tahun 2026
KLATEN – Pada Jumat-Sabtu (6-7/2/2026), SMP Negeri 9 Kota Surakarta menyelenggarakan kegiatan Tadabur Alam di Hotel Galuh Klaten yang diikuti oleh 282 peserta didik kelas IX, baik Muslim maupun Nasrani. Kegiatan yang didampingi oleh segenap guru dan karyawan ini merupakan agenda rutin yang tidak hanya bertujuan memperkenalkan konsep dasar keagamaan, tetapi juga menanamkan kepedulian lingkungan serta memperkuat rasa syukur atas segala nikmat Tuhan. Hari Pertama: Dua Jalan Menuju Satu Syukur, Penguatan Spiritual dan Peneguhan Iman Rangkaian agenda dimulai pada 6 Februari 2026 pukul 13.00 WIB, dengan keberangkatan rombongan menuju Hotel Galuh, Klaten. Setibanya di lokasi, para peserta didik menerima pengarahan umum yang dilanjutkan dengan sesi persiapan diri. Setelah itu, kegiatan memasuki ranah kerohanian masing-masing agama. Peserta didik Muslim mengawali sesi dengan salat Asar berjamaah, dilanjutkan tausiyah bertema taharah (bersuci) oleh Nurul Syarifah, S.Ag. Di ruang berbeda, peserta didik putra dibimbing oleh Nur Dawam, S.Pd. Sesi ini berlangsung interaktif; para peserta didik tampak antusias mendalami tata cara merawat diri sesuai syariat. Agenda sore ditutup dengan salat Magrib berjamaah dan istirahat makan (Ishoma). Puncak acara bagi peserta didik Muslim menghadirkan Ir. Seno Hadisumitro yang membawakan materi inspiratif bertajuk “Semangat Menggenggam Asa”. Beliau menekankan bahwa setiap manusia wajib memiliki keyakinan utuh kepada Allah Swt. dalam menjalani hidup. Keyakinan tersebut harus diimplementasikan melalui semangat meraih cita-cita setinggi mungkin, selaras dengan prinsip bahwa perubahan suatu kaum dimulai dari ikhtiar diri sendiri. Malam itu, Seno mengajak para peserta didik untuk optimis dan tulus menyerahkan segala upaya kepada Sang Pencipta. Sementara itu, peserta didik Nasrani mengikuti motivasi bertema “Meneguhkan Iman, Menguatkan Karakter untuk Membentuk Pribadi yang Jujur dan Bertanggung Jawab”. Ibadah pembukaan dimulai pukul 16.15 WIB dengan pujian yang dipandu oleh peserta didik, dilanjutkan renungan dari Hari Untoro, S.Pd. yang mengambil nats dari Mazmur 46:11-12. Beliau mengulas makna kata “Sela”, yakni ajakan untuk berhenti sejenak dan merenungkan firman Tuhan di tengah tekanan hidup, seolah sedang mengisi kembali daya spiritual dalam diri. Sesi berikutnya dibawakan oleh Christin Mardiyanti dengan tema “Metamorfosis Diri dan Who Am I”. Mengacu pada Kitab Kejadian 1:26, beliau menjelaskan konsep Imago Dei yang bermakna bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Beliau memotivasi peserta didik untuk menyadari betapa berharganya diri mereka di mata Tuhan sehingga tidak menyia-nyiakan masa muda. Sesi terakhir disampaikan oleh Johan Andreas Santoso, M.Div. mengenai pentingnya belajar dari keteguhan Yosua dan Kaleb dalam mengejar masa depan yang gemilang dengan ketaatan serta totalitas. Keseruan Hari Kedua: Jalan Sehat dan Wide Game yang Penuh Antusiasme Hari kedua diawali dengan saat teduh (ibadah pagi) yang dipimpin oleh Rendi Setiawan. Mengambil tema “Libatkan Tuhan dalam Rencana Masa Depanmu” (Yakobus 4:13-15), beliau mengingatkan bahwa hidup manusia itu fana, bagaikan uap yang mudah lenyap. Oleh karena itu, para peserta didik diajak untuk menanggalkan kesombongan dan senantiasa melibatkan Tuhan Yesus Kristus dalam setiap langkah hidup mereka. Sementara itu peserta didik muslim melaksankan sholat tahajud berjamaah dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah dan tausiyah. Suasana segar di kawasan Klaten disambut dengan agenda jalan sehat menuju Jalan Prambanan. Seluruh peserta didik, guru, dan karyawan tampak kompak menyusuri rute yang telah ditentukan sembari menikmati udara pagi yang asri. Aktivitas ini bertujuan untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus membangun keakraban antarwarga sekolah di luar rutinitas kelas dan dilanjutkan dengan senam anak indonesia sehat di lanjutkan ishoma. Kegiatan kemudian berlanjut dengan acara inti yang paling dinanti, yaitu wide game di lapangan terbuka. Dalam sesi ini, para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang menguji kerja sama tim, ketangkasan, dan kreativitas. Gelak tawa dan sorak sorai semangat terdengar memenuhi lapangan seiring dengan kompetisi sehat yang berlangsung. Partisipasi aktif peserta didik menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam menjalin solidaritas antar sesama teman. Setelah seluruh rangkaian permainan selesai, agenda ditutup dengan istirahat, salat dzuhur, dan makan siang (Ishoma) bersama. Sebelum meninggalkan lokasi, seluruh peserta melakukan aksi “beberes” atau operasi semut untuk memastikan area kegiatan tetap bersih dan asri, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan. Tepat pukul 13.00 WIB, rombongan bertolak meninggalkan lokasi untuk menempuh perjalanan pulang. Tidak lupa rombongan mampir ke pusat oleh-oleh Bu Vera. Kegiatan Tadabur Alam ini berakhir dengan sukses saat seluruh peserta tiba kembali di SMP Negeri 9 Kota Surakarta dengan membawa kenangan manis serta semangat baru untuk menghadapi tantangan akademis di masa depan. Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini dengan khidmat dan lancar. Beliau menegaskan bahwa Tadabur Alam bukan sekadar agenda rekreasi, melainkan momentum krusial untuk melakukan refleksi diri dan penguatan karakter bagi seluruh warga sekolah. “Harapan kami, kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang komprehensif, baik bagi peserta didik, guru, maupun karyawan. Dengan mendekatkan diri kita kepada Tuhan, kita diajak untuk mempertebal rasa syukur dan memperkokoh fondasi religiusitas dalam diri masing-masing,” tutur Siti Latifah. Beliau juga menambahkan bahwa bagi peserta didik kelas IX, kegiatan ini merupakan bekal spiritual penting sebelum mereka menempuh ujian TKA dan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Semoga semangat kebersamaan dan kedisiplinan yang terbentuk selama dua hari ini dapat diimplementasikan dalam keseharian di sekolah. Kami ingin lulusan SMPN 9 Kota Surakarta tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan integritas moral yang berlandaskan nilai-nilai ketuhanan,” pungkasnya. (YN)






