admin

Buka Bersama Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMP Negeri 9 Kota Surakarta

SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan SMP Negeri 9 Kota Surakarta, baik yang beragama Islam maupun Kristen dan Katholik, pada Jumat (14/3/2025) di aula sekolah. Kegiatan bagi para guru dan staf tata usaha yang beragama Islam diawali dengan tadarus atau membaca Al-Qur’an bersama dipimpin oleh guru Agama Islam, Heru Saputro, S.PdI. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan tausiyah tentang ketaqwaan yang disampaikan oleh H. Hami Mujadid, M.Ag. Dirinya menyampaikan bahwa ibadah di bulan Ramadan hendaknya menjadi momen metamorfosis bagi para umat Islam di mana fokus dalam memperbaiki atau meningkatkan kualitas dalam beribadah, bukan sekedar kuantitasnya saja. Dengan begitu, setelah selesainya Ramadan para umat Islam dapat menambah ketaqwaan mereka kepada Allah SWT dan meneruskan kebiasaan ibadah yang baik selama bulan Ramadan dan tidak kembali ke kebiasaan yang kurang baik. Pengajian ditutup dengan doa, membatalkan puasa dan kemudian dilanjutkan dengan salat maghrib berjamaah. Momen kebersamaan dan kehangatan terjalin saat para guru dan tenaga kependidikan yang beragama Islam, Kristen dan Katholik menikmati sajian buka puasa bersama-sama. Kegiatan buka puasa bersama ditutup dengan evaluasi dan koordinasi yang dipimpin oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd mengenai kegiatan buka bersama seluruh warga sekolah yang rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (20/3/2025). Seluruh guru dan tenaga kependidikan diharapkan dapat melakukan persiapan kegiatan dengan baik, terutama ketika terdapat kendala cuaca di hari H pelaksanaan. Dirinya juga berharap bahwa rangkaian kegiatan Semarak Ramadan di Spelanska tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. (Awp)

Buka Bersama Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

PPDB berganti menjadi SPMB

Pada tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 3 Tahun 2025 yang menggantikan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). JDIH.KEMDIKBUD.GO.ID Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, keadilan, dan efektivitas dalam proses penerimaan murid baru di seluruh Indonesia. Empat Jalur Penerimaan SPMB 2025 SPMB 2025 memperkenalkan empat jalur penerimaan untuk jenjang TK, SD, SMP, dan SMA/SMK: Jalur Domisili: Berdasarkan kedekatan tempat tinggal calon murid dengan sekolah yang dituju. Jalur Afirmasi: Diperuntukkan bagi murid dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas, dengan validasi berbasis data sosial dari pemerintah. Jalur Prestasi: Berlaku untuk SMP dan SMA, dengan perhitungan bobot nilai rapor, prestasi akademik/non-akademik, serta kemungkinan adanya tes terstandar yang ditetapkan pemerintah daerah. Jalur Perpindahan Orang Tua/Wali: Untuk murid yang orang tua atau walinya pindah tugas ke daerah lain. Setiap jalur memiliki kuota dan persyaratan usia tertentu sesuai dengan jenjang pendidikan yang dituju. Peran Masyarakat dalam Menyukseskan SPMB Bersih Keberhasilan implementasi SPMB yang bersih dari suap, gratifikasi, dan pungli memerlukan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat. Orang tua, calon murid, dan masyarakat umum diharapkan dapat berpartisipasi dalam mengawasi jalannya proses penerimaan murid baru. Pelaporan terhadap indikasi kecurangan atau praktik tidak jujur lainnya harus segera dilakukan kepada pihak berwenang. Dengan komitmen bersama dan pengawasan yang ketat, diharapkan SPMB 2025 dapat berjalan sesuai dengan prinsip transparansi, keadilan, dan bebas dari praktik korupsi, sehingga menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas dan berintegritas. (MCI)

PPDB berganti menjadi SPMB Read More »

Guru IPS Berbagi Praktik Baik LINDA dan LITA bersama Kombel SekarJagad Belajar

Komunitas Belajar SekarJagad Belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta kembali menyelenggarakan kegiatan berbagi praktik baik pada Rabu (5/3/2025) di aula. Praktik baik kali ini disampaikan oleh perwakilan guru dari kombel IPS, yaitu Hari Untoro, S.Pd. dan Susilowati Tri Handayani, S.Pd, dan diikuti oleh seluruh tenaga pendidik serta didampingi oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, Hari Untoro menyampaikan bahwa selama ini para guru mengalami beberapa tantangan dalam pembelajaran IPS di kelas, seperti peserta didik yang kurang aktif atau cenderung bosan jika kegiatan hanya sekedar ceramah. Oleh karena itu, para guru mata pelajaran IPS berusaha untuk melakukan inovasi untuk meningkatkan minat belajar serta kemampuan literasi peserta didik melalui LINDA (Literasi Benda) dan LITA (Literasi Peta). Praktik baik pertama bertajuk LINDA disampaikan oleh Susilowati Tri Handayani, S.Pd yang menjelaskan bahwa untuk meningkatkan ketertarikan peserta didik dalam belajar sejarah, dirinya menghadirkan miniatur-miniatur situs bersejarah seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Stupa untuk memunculkan “AMBAK” atau “Apa Manfaatnya Bagiku?”. Seperti yang sebelumnya telah disampaikan dalam diseminasi deep learning oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta bahwa guru harus mampu menghadirkan kebermanfaatan dari sebuah materi pelajaran agar peserta didik dapat tahu manfaatnya bagi diri atau kehidupan mereka di dunia nyata. Melalui cara tersebut, peserta didik diharapkan dapat lebih paham dan tertarik untuk mempelajari suatu materi. Susi menjelaskan dalam kegiatan LINDA, dia menggunakan strategi 5M yaitu Melihat, Memegang, Mengamati, Mendeskripsikan dan Mempresentasikan. Dirinya juga menjelaskan bahwa guru perlu untuk memberikan apresiasi pada hasil kerja peserta didik, bagaimanapun hasilnya sebagai bentuk penghargaan. Materi kedua yaitu LITA disampaikan oleh Hari Untoro, S.Pd. yang dalam praktiknya berfokus untuk mengajak peserta didik belajar membaca peta dan memahami tata letak suatu tempat. Dirinya memapaparkan bahwa dengan membawa media ajar peta besar ke kelas membuat peserta didik antusias untuk melihat dan menggunakannya. Peserta didik diminta untuk menemukan letak negara-negara yang ada di dunia melalui peta yang ia bawa ke kelas. Tidak hanya itu, dirinya juga mencoba untuk menyesuaikan materi yang dipelajari dengan perkembangan zaman, yaitu dengan memanfaatkan peta digital. Dalam praktik kehidupan nyata, guru yang sudah mengajar di Spelanska selama 17 tahun ini memberikan tantangan peserta didik untuk menggunakan peta digital melalui aplikasi ojek online. Dengan begitu, anak-anak bisa belajar untuk mengetahui jarak dari suatu tempat ke tempat lain dan rute yang digunakan. Pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman terbukti dapat meningkatkan motivasi dan minat peserta didik dalam belajar. Meskipun selama ini pelajaran IPS memiliki stigma pembelajaran ceramah, namun dalam paparannya, para guru IPS membuktikan pentingnya belajar ilmu sosial dan bahwa pembelajaran tersebut dapat diselenggarakan dengan menyenangkan. Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. menambahkan, “Meskipun masa lalu, tetap harus JAS MERAH atau Jangan Lupakan Sejarah.” Dirinya juga memberikan apresiasi kepada para guru mapel IPS yang sudah membagikan praktik baik yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk terus melakukan inovasi dan menghadirkan AMBAK dalam pembelajaran di kelas. (Awp)

Guru IPS Berbagi Praktik Baik LINDA dan LITA bersama Kombel SekarJagad Belajar Read More »

Diseminasi Pembelajaran Bermakna oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta

Bulan Ramadan sebagai bulan yang penuh keberkahan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap sang pencipta. Semarak bulan Ramadan disambut suka cita seluruh civitas akademisi SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Pada hari Selasa dan Rabu, 4 dan 5 Maret 2025 seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) mengikuti kegiatan diseminasi meaningful (pembelajaran bermakna) dengan pemateri Ibu Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. (Bu Ifah) di aula SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Hari pertama (Selasa, 4 Maret 2025) Kegiatan diawali dengan melatih konsentrasi menyebut warna pada tulisan yang tertera secara tepat. Peserta berantusias dan bersemangat mengikuti kegiatan. Pada kesempatan ini Bu Ifah menekankan bahwa hakikat pembelajaran memahami diri, mengembangkan diri, menyesuaikan diri, dan menyukseskan diri. Peran guru di kelas sangat menentukan kelas menjadi hidup atau mati baik secara proses, pengelolaan, dan target. Guru perlu tahu “AMBAK” Apa manfaat bagiku?  yang disesuaikan karekteristik peran aktif murid. Bu Ifah menyampaikan tiga poin dalam mengimplementasikan meaningful pembelajaran yaitu menghadirkan dunia nyata dalam memberikan pengalaman langsung, menyadarkan murid tentang manfaat ilmu yang sedang dipelajari, menyesuaikan materi  dengan kondisi murid. Hari kedua (Rabu, 5 Maret 2025) Penerapan langkah praktis membangun kebiasaan baik untuk membangun mengembangkan pontensi diri. Pada sesi ini Bu Ifah mengajak guru dan tenaga kependidikan (GTK) untuk memahami kondisi emosional murid. Selain itu, perlu diketahui juga empat hormon kebahagian yaitu dopamin, endorfin, oksitosin, dan serotonin. Hal yang perlu diperhatikan bahwa setiap murid memiliki potensi baik dari karakteristik mereka. Setiap karakter yang dimiliki murid terdapat kelebihan. Namun belum semua murid dapat mengasah kelebihan dari karakter yang dimiliki. Maka disinilah peran guru untuk dapat membangun keterampilan dan mengasah kemampuan yang dimiliki murid. Selain itu, Bu Ifah juga menyampaikan bahwa GTK perlu memiliki sikap profesionalisme dan integritas serta menekankan guru dapat memiliki tujuh kemampuan wajib. Tujuh kemampuan wajib tersebut yaitu guru untuk memiliki komunikasi baik, kemampuan berpikir kritis dan strategis, dapat membangun hubungan baik, dapat mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan mampu bekerja sama dengan tim. Diseminasi ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (GTK) SMP Negeri 9 Kota Surakarta dalam menyongsong penerapan kurikulum DEEP LEARNING. (KK)

Diseminasi Pembelajaran Bermakna oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

Euforia SMP Negeri 9 Kota Surakarta Menyambut Bulan Suci Ramadan 1446 H

Surakarta, 28/2/2025, SMP Negeri 9 Kota Surakarta melaksanakan agenda dalam rangka euforia menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, yang jatuh pada tanggal 1 Maret 2025. Agenda di awali dengan senam sehat, bersama kepala sekolah, guru serta tendik SMP Negeri 9 Kota Surakarta dan dilanjutkan dengan kegiatan bersepeda serta jalan sehat. Setelah senam bersama, acara dilanjutkan dengan jalan sehat dan bersepeda santai. Kegiatan terbagi menjadi dua regu, yaitu regu bersepeda santai dan regu jalan sehat. Kedua regu memulai dengan rute yang sama yaitu rute perjalanan di mulai dari sekolah menuju jalan  raya pajang, di lanjut dengan regu bersepeda menuju arah kampung batik laweyan, sementara regu jalan sehat melanjutkan perjalanan melewati Jl. Garuda. Selain untuk menjaga kesehatan serta kebugaran, Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd menuturkan agenda hari ini juga sebagai cara mengimplementasikan kegiatan Adiwiyata yaitu sebagai wujud hemat energi. (YN)

Euforia SMP Negeri 9 Kota Surakarta Menyambut Bulan Suci Ramadan 1446 H Read More »

Koordinasi SMP Negeri 9 Surakarta dan Komite untuk Menyukseskan Program Sekolah di Bulan Ramadan

SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan rapat koordinasi program sekolah selama Bulan Ramadan. Koordinasi ini dilaksanakan di aula SMP Negeri 9 Kota Surakarta pada Selasa, 25 Februari 2025 yang dihadiri oleh komite sekolah, Pengawas Dinas Pendidikan Surakarta, dan tiga orang tua sebagai perwakilan Bindikel tiap kelas.  Koordinasi dibuka oleh Ibu Sri Hastuti, S.H selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas. Heru Haryanto, S.T. selaku Ketua Komite SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengucapkan selamat datang pada perwakilan pengurus Bindikel yang hadir pada rapat koordinasi tersebut. Harapan beliau orang tua dapat bersinergi dengan sekolah agar kegiatan peserta didik semakin baik. Pada kesempatan tersebut Pengawas SMP Kota Surakarta, Novi Andari Yasminingsih, S Pd., M.Si menyampaikan bila kita semua adalah satu keluarga, jadi jika ada hal-hal yg belum sepakat mohon dikomunikasikan dengan sekolah secara baik. Beliau yakin semua memiliki tujuan yang sama yakni pendidikan yang optimal untuk peserta didik SMP Negeri 9 Kota Surakarta sehingga beliau mengajak untuk mengefektifkan komunikasi demi mengatasi tantangan dan mencapai kesepakatan. Sebagai pemateri utama Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. selaku kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta menyampaikan Program Sekolah selama Bulan Ramadan. Beliau menginformasikan tanggal 27 Februari hingga 5 Maret 2025 peserta didik melakukan pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat dengan mengisi buku pantauan yang telah diberikan. Beliau juga menyampaikan rangkaian kegiatan pembelajaran selama bulan ramadan, dimulai dari jam masuk dan pulang,  kegiatan semarak ramadan, dan zakat fitrah. Beliau berharap dukungan orang tua agar program sekolah berjalan dengan lancar.

Koordinasi SMP Negeri 9 Surakarta dan Komite untuk Menyukseskan Program Sekolah di Bulan Ramadan Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Pelantikan Dewan Galang dan Serah Terima Jabatan Tahun 2025

Jumat-Sabtu, 21-22 Februari 2025 SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan perjusa (perkemahan Jumat Sabtu) dalam rangka Pelantikan Dewan Galang dan Serah Terima Jabatan. Sebanyak 60 anggota dewan galang Gudep 01.101 – 01.102 Pangkalan SMP Negeri 9 Kota Surakarta selama 2 hari 1 malam digembleng dalam hal kepemimpinan dan kerja sama tim. Hari pertama perkemahan dilaksanakan serangkaian kegiatan Apel Pembukaan, Materi AD-ART Kepramukaan, Memasak, Api Unggun Ceria, dan Malam Keakraban. Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. selaku Kamabigus dalam sambutannya menyampaikan tak ada rotan akar pun jadi, karena cuaca hujan maka apel pembukaan yang rencananya dilakukan di halaman sekolah dipindahkan ke aula. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa beliau percaya anggota dewan galang pramuka sekar jagad mampu menjalankan trisatya dan dasa darma. Kegiatan yang melatih kerja sama terlihat saat memasak. Anggota Dewan Galang SMPN 9 Kota Surakarta sangat bersemangat ketika kegiatan memasak sesuai dengan kesepakatan masing-masing kelompok. Hal yang perlu diperhatikan ketika memasak tidak hanya memasaknya saja, namun serangkaian hal sebelum memasak seperti berbelanja juga dilaporkan. Tidak kalah menariknya di hari ke 2 anggota dewan galang melaksanakan kegiatan hiking. Ada 4 pos yang harus dilewati selama hiking dengan rute SMPN 9 Kota Surakarta hingga Stadion Manahan. Pos I berada di depan Pasar Jongke dengan materi Semaphore. Pos II berada di parkiran Lapangan Sriwaru dengan materi Estafet Sandi Morse. Pos III berada di belakang RS Kasih Ibu. Pos IV berada di Manahan dengan materi Presentasi Peta perjalanan. Kegiatan Perjusa diakhiri dengan Apel Penutupan dan Serah Terima Dewan Galang di Stadion Manahan Surakarta. Pada kesempatan tersebut Kamabigus SMP Negeri 9 Kota Surakarta menyampaikan bahwa pamuka mengajarkan pribadi disiplin, tanggung jawab, dan mandiri. (Ldw)  

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Pelantikan Dewan Galang dan Serah Terima Jabatan Tahun 2025 Read More »

Scroll to Top