admin

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Ikuti Kegiatan Jajan Pangan Lokal di Pasar Tanpa Plastik

Solo, Jumat 21/03/2025, Sekolah Ekologis dan Ramah Lingkungan adalah bagian dari visi misi SMP Negeri 9 Kota Surakarta,– Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, sebuah visi, misi inovatif. Pada kesempatan tersebut, perwakilan guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Dwi Sulistya S.Pd, bersama dua peserta didik hadir mengikuti kegiatan di Pasar Jebres Solo, di mana pasar ini kini mencoba bertransformasi menjadi pasar ramah lingkungan dengan menerapkan budaya bebas plastik dan mendorong penggunaan kemasan alami serta sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Kegiatan diinisiasi oleh Lembaga Gita Pertiwi Surakarta (GP) sebagai lembaga Non Government Organisasi (NGO) yang fokus terhadap isu-isu lingkungan di kota Surakarta. Peserta lain dikegiatan ini; SMP Negeri 3 Kota Surakarta, MI Muhammadiyah Program Khusus, Kartosuro dan SMP Negeri 3 Colomadu, Karanganyar. Para pedagang di Pasar Jebres Solo dengan pendampingan GP berusaha beralih dari kantong plastik ke bahan yang lebih ramah lingkungan, seperti daun pisang, kertas untuk membungkus makanan tradisional seperti tempe, tahu, dan jajanan pasar.  Terdapat pula gerakan membawa kantong kain dan atau anyaman bambu sebagai pengganti tas plastik.  “Kami ingin membangun kebiasaan belanja sehat bagi lingkungan. Plastik sekali pakai berusaha kami kurangi secara bertahap. Selain itu, kami mengajak lembaga pendidikan ikut serta menjadi bagian misi tersebut sebagai wujud cita-cita besar kita, yaitu lingkungan yang sehat dan sekolah berwaasan ekologis,” ujar staff program GP yang biasa disapa kak Isna bersemangat. Pukul 07.30 wib kegiatan diawali briefing di depan Pasar Jebres dengan pembagian kelompok peserta didik dan guru. Masing-masing dibekali uang sebesar Rp 35.000 untuk dibelanjakan jajanan lokal; makanan, buah maupun sayur. Rata-rata butuh waktu 10-15 menit, berbelanja, kemudian berkumpul di lantai dua area food court. Sayangnya, karena bertepatan dengan puasa, maka tidak banyak kios yang buka di pagi hari. Masing-masing kelompok mengeluarkan hasil belanjaan kemudian mendiskusikan apa saja yang dapat. Dari hasil belanjaan, terdapat sayur, buah dan jajanan tradisional seperti klepon, kukis dan serabi. “Dengan bekal uang Rp 35,000 ternyata mendapatkan hasil belanja banyak sekali,” ujar salah satu komentar kelompok 1 ,- Livy Melodia Putry  perwakilan SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Pada saat kegiatan diskusi, terdapat hal sama dari semua kelompok yaitu masih adanya pedagang maupun pembeli yang menggunakan kantong plastik sebagai wadah. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan ini membutuhkan kepedulian banyak pihak. Oleh karenanya, GP mengajak sekolah terjun langsung untuk melakukan kajian bersama saat berbelanja membawa kemasan sendiri sebagai kampanye sekaligus sosialisasi budaya ramah lingkungan.  “Kami senang melihat semakin banyak pembeli yang membawa tas belanja sendiri. Ini perubahan positif yang harus terus kita dukung,” kata Alfian Khamal, seorang aktivis lingkungan GP bertugas sebagai dokumentasi. Sebagian besar pembeli menyambut baik inisiatif ini. “Awalnya agak susah, tapi setelah beberapa kali belanja, malah lebih nyaman pakai tas kain sendiri,” ungkap Ari, staf Pasar Jebres Solo. Tepat pukul 09,15 WIB, diskusi dilanjutkan dengan membuat rancangan program kegiatan yang terkait dengan sekolah masing-masing. Selesai menyusun kemudian dipresentasikan secara bergantian. Adapun rencana program SMP N 9 Kota Surakarta antara lain: Sosialisasi pemilahan sampah dibagi 3 tempat yaitu tong sampah warna hijau adalah sampah organic, warna kuning sampah an organic, dan merah adalah sampah kimia/ B3. Melakukan kegiatan Reduse, Reuse, Rececle (3R) yang terintegrasi dengan modul pembelajaran semua mata pelajaran Sosialisasi dan kampanye membawa bekal sendiri (bekal makanan dan tumbler) Merencanakan membuat zona tanaman (buah, obat tradisional dan hias) Memperbanyak serapan air hujan berupa biopori Pengolahan sampah organic dengan menggunakan teknik hewan pengurai (maggot) Mengajukan ke kurikulum untuk menjadwalkan kegiatan grebeg lingkungan 1 pekan sekali yaitu kegiatan perawatan tanaman, bopori, dan pembuatan pupuk. Diharapkan seluruh pihak ikut ambil bagian. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya merevitalisasi pasar, tapi akan lebih baik kedepannya seandainya juga dapat memberikan insentif bagi pedagang yang tidak menggunakan plastik. Selain itu, dibutuhkan komunitas peduli lingkungan yang rutin mengadakan edukasi kepada pengunjung tentang pentingnya mengurangi sampah plastik. Harapan transformasi Pasar Jebres Solo menjadi pasar ramah lingkungan adalah contoh bahwa perubahan menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan bisa dimulai dari langkah kecil. Dengan dukungan semua pihak, pasar tradisional dapat tetap eksis tanpa merusak lingkungan. (DeeHa)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Ikuti Kegiatan Jajan Pangan Lokal di Pasar Tanpa Plastik Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Menggelar Semarak Ramadan dan Yubilium Tahun 2025

Rasa suka cita menyambut bulan Ramadhan di rasakan oleh umat muslim seluruh dunia, rasa syukur serta penuh cinta karena bisa berjumpa kembali dengan bulan penuh ampunan ini pun dirasakan oleh keluarga bersar SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Sebagai wujud rasa suka cita, SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar acara Semarak Ramadan yang telah dilaksanakan pada 18-20 Maret 2025 yang bertempat di SMP Negeri 9 Kota Surakarta, agenda yang diikuti oleh peserta didik baik yang beragama muslim ataupun non muslim diharapkan mampu membangun ruh semangat untuk berfastabikhul khoirot dalam beribadah kepada Tuhan. Walaupun ini  merupakan perayaan umat muslim sebagai wujud toleransi, umat non muslim pun turut serta dalam agenda ini, agenda dikemas dengan sangat menarik karena banyak macam lomba yang bisa dipilih serta di akhir acara diadakan buka bersama yang diperuntukkan untuk warga SPELANSKA tanpa memandang agama, ras, dan budaya. Pada hari pertama 18/03/2025 agenda dimulai dengan pembukaan oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah S.Pd., M.Pd. Beliau menuturkan bahwa bulan suci ini adalah moment untuk kita memantapkan niat untuk beribadah, menyucikan diri, meraih rida-Nya, maka tidak ada hal yang mustahil jika Allah SWT sudah berkata “Kun” maka semua yang telah kita perjuangkan mengharap rida Allah SWT pasti akan terkabul. Selain itu untuk mewujudkan jiwa religius seluruh warga SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar salat dhuha berjamaah. Kemudian dilanjutkan dengan beberapa lomba yang diikuti oleh peserta didik muslim di antaranya lomba tartil, tahfidz, adzan,  CCI, da’i putri. Peserta didik non muslim juga menyelenggarakan LCC, membuat rosario, menghias telur paskah dan bercerita isi Alkitab. Agenda yang berlangsung diikuti dengan antusias oleh peserta didik putra maupun putri. Pada hari berikutnya, tepatnya hari Rabu, 19/03/25 dilanjutkan dengan kegiatan lomba da’i putra, kaligrafi, menulis khad, dan semi final CCI. Hari terakhir semarak bulan Ramadan, Kamis 20/03/2025 terdapat dua agenda besar yaitu kegiatan lomba dan buka bersama. Kegiatan lomba ini terdiri dari nasyid, final CCI, hijab style, dan lomba membuat rosario bagi non-muslim. Puncak acara Semarak Ramadan terdiri dari beberapa kegiatan yang diawali dengan pembagian takjil di depan sekolah pada sore hari di mana sasaran pembagian takjil ini adalah warga sekitar sekolah, pembagian takjil Ramadan ini dilakukan langsung oleh peserta didik didampingi Kepala Sekolah dan para guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Melalui agenda ini, peserta didik dilatih untuk berbagi kepada sesama dan sebagai sarana untuk memupuk jiwa empati serta rasa saling mengasihi. Acara puncak dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba dan santunan untuk peserta didik yatim piatu SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Kegiatan Semarak Ramadan ditutup secara resmi oleh Siti Latifah, S.Pd., M.Pd selaku Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dan salat maghrib berjamaah, di halaman SMP Negeri 9 Kota Surakarta. (YN) Drs. Gunawan menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba agama Kristen dan Katholik Pembagian hadiah kegiatan lomba peserta didik Kristiani

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Menggelar Semarak Ramadan dan Yubilium Tahun 2025 Read More »

Outing Class sebagai Penguatan Karakter Peserta Didik SMP Negeri 9 Kota Surakarta

Mengimplementasikan tujuh kebiasan anak Indonesia hebat yakni beribadah dan gemar belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta melaksanakan outing class ke Masjid Raya Zayed Solo, Gua Maria Mojosongo, dan Pura Indra Prasta Laweyan. Pelaksanaan outing class tersebut dilaksanakan pada Senin, 18 Maret 2024 seluruh murid dari kelas 7, 8, dan 9 sesuai dengan agama yang dianut. Murid beragama Islam ke Masjid Raya Zayed Solo, bagi yang beragama Kristen dan Katolik ke Gua Maria Mojosongo, dan agama Hindu ke Pura Indraprasta Laweyan. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari pukul 07.30 s.d. 12.30 WIB seluruh murid menyambut dengan antusias dan senang gembira. Outing class ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo Masjid Raya Sheikh Zayed Solo diresmikan pada tahun 2022 diresmikan oleh Presiden Indonesia ke tujuh yaitu Joko Widodo dan Presiden UEA yaitu Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Seluruh murid dan guru dan tenaga kependidikan (GTK) muslim SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengikuti outing class ke Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.  Kegiatan diawali dengan pengarahan kegiatan oleh Bapak Heru Saputro untuk setiap murid tertib dan dapat menjaga kondusif di lingkungan sekitar masjid. Kegiatan selanjutnya seluruh murid melakukan sesi foto bersama setiap angkatan. Seluruh murid masuk masjid untuk melaksanakan solat dhuha sebelum mengikuti kajian. Kegiatan inti berupa kajian yang disampaikan oleh Ust. Ahmad Syatibi, S.H., M.Ag. sebagai salah satu staf pengurus Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Materi kajian yang disampaikan beliau membahas tentang “Meraih Keberkahan di Bulan Ramadan”. Ust. Ahmad menyampaikan sebagai umat muslim di bulan Ramadan meningkatkan iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. Nikmat yang paling utama yang kita terima adalah nikmat islam, iman, dan ihsan. Selain itu, Ust. Ahmad juga menyampaikan empat golongan yang dirindukan oleh surga yaitu orang yang membaca Alquran, orang yang selalu menjaga lisan, orang yang suka memberi makan kepada tetangga/orang yang lapar, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadan. Seluruh murid berantusias mendengarkan kajian yang disampaikan oleh Ust. Ahmad. Kegiatan diakhiri dengan pembagian hadiah berupa suvenir untuk murid yang aktif. Outing class ke Gua Maria Mojosongo Keluarga besar kristiani (Kristen dan Katolik) SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan outing class/ kegiatan ziarah dan doa di Gua Maria Mojosongo Kota Surakarta. Kegiatan diikuti sekitar 100 murid dan didampingi tujuh orang guru kristiani. Rangkaian acara kegiatan murid diajak untuk merenungkan kisah sengsara Kristus Yesus  dalam ritual “Jalan Salib”. Pada prosesi “Jalan Salib” murid menyaksikan tahapan kisah dari saat Yesus dijatuhi hukuman pada masa Pontius Pilatus, sampai disalibkan di Puncak Golgota. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan murid mampu memiliki  jiwa keteladanan Yesus Kristus mencintai sesama dan mampu mengimplementasikan iman dalam kehidupan sehari-hari. Sekaligus mempersiapkan diri dalam menyambut hari raya Paskah. Outing class ke Pura Indra Prasta Laweyan Kegiatan outing class ke Pura Prasta terletak di kampung Mutihan RT 05 RW 11 Kelurahan Sondakan Kecamatan Laweyan Kota Surakarta. Pura ini berarsitektur Bali dibangun pada tahun 1986 sisa pembangunan Pura Bhuwana Agung Saraswati yang terdapat di area kampus UNS.  Pura ini difungsikan tempat ibadah untuk pemeluk agama Hindu. Seperti murid kami bernama Luh Ayu Widyakanti yang saat ini di kelas 7i . Sebagai wujud toleransi antar agama SMP Negeri 9 Kota Surakarta juga memberikan ibadah dan belajar di tempat Pura Indra Prasta. Ananda sangat senang dapat beribadah dan belajar bersama-sama di SMP Negeri 9 Kota Surakarta tanpa membeda-bedakan agama. (KK)

Outing Class sebagai Penguatan Karakter Peserta Didik SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

Buka Bersama Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMP Negeri 9 Kota Surakarta

SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar buka puasa bersama yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan SMP Negeri 9 Kota Surakarta, baik yang beragama Islam maupun Kristen dan Katholik, pada Jumat (14/3/2025) di aula sekolah. Kegiatan bagi para guru dan staf tata usaha yang beragama Islam diawali dengan tadarus atau membaca Al-Qur’an bersama dipimpin oleh guru Agama Islam, Heru Saputro, S.PdI. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan mendengarkan tausiyah tentang ketaqwaan yang disampaikan oleh H. Hami Mujadid, M.Ag. Dirinya menyampaikan bahwa ibadah di bulan Ramadan hendaknya menjadi momen metamorfosis bagi para umat Islam di mana fokus dalam memperbaiki atau meningkatkan kualitas dalam beribadah, bukan sekedar kuantitasnya saja. Dengan begitu, setelah selesainya Ramadan para umat Islam dapat menambah ketaqwaan mereka kepada Allah SWT dan meneruskan kebiasaan ibadah yang baik selama bulan Ramadan dan tidak kembali ke kebiasaan yang kurang baik. Pengajian ditutup dengan doa, membatalkan puasa dan kemudian dilanjutkan dengan salat maghrib berjamaah. Momen kebersamaan dan kehangatan terjalin saat para guru dan tenaga kependidikan yang beragama Islam, Kristen dan Katholik menikmati sajian buka puasa bersama-sama. Kegiatan buka puasa bersama ditutup dengan evaluasi dan koordinasi yang dipimpin oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd mengenai kegiatan buka bersama seluruh warga sekolah yang rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (20/3/2025). Seluruh guru dan tenaga kependidikan diharapkan dapat melakukan persiapan kegiatan dengan baik, terutama ketika terdapat kendala cuaca di hari H pelaksanaan. Dirinya juga berharap bahwa rangkaian kegiatan Semarak Ramadan di Spelanska tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. (Awp)

Buka Bersama Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

PPDB berganti menjadi SPMB

Pada tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 3 Tahun 2025 yang menggantikan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). JDIH.KEMDIKBUD.GO.ID Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, keadilan, dan efektivitas dalam proses penerimaan murid baru di seluruh Indonesia. Empat Jalur Penerimaan SPMB 2025 SPMB 2025 memperkenalkan empat jalur penerimaan untuk jenjang TK, SD, SMP, dan SMA/SMK: Jalur Domisili: Berdasarkan kedekatan tempat tinggal calon murid dengan sekolah yang dituju. Jalur Afirmasi: Diperuntukkan bagi murid dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas, dengan validasi berbasis data sosial dari pemerintah. Jalur Prestasi: Berlaku untuk SMP dan SMA, dengan perhitungan bobot nilai rapor, prestasi akademik/non-akademik, serta kemungkinan adanya tes terstandar yang ditetapkan pemerintah daerah. Jalur Perpindahan Orang Tua/Wali: Untuk murid yang orang tua atau walinya pindah tugas ke daerah lain. Setiap jalur memiliki kuota dan persyaratan usia tertentu sesuai dengan jenjang pendidikan yang dituju. Peran Masyarakat dalam Menyukseskan SPMB Bersih Keberhasilan implementasi SPMB yang bersih dari suap, gratifikasi, dan pungli memerlukan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat. Orang tua, calon murid, dan masyarakat umum diharapkan dapat berpartisipasi dalam mengawasi jalannya proses penerimaan murid baru. Pelaporan terhadap indikasi kecurangan atau praktik tidak jujur lainnya harus segera dilakukan kepada pihak berwenang. Dengan komitmen bersama dan pengawasan yang ketat, diharapkan SPMB 2025 dapat berjalan sesuai dengan prinsip transparansi, keadilan, dan bebas dari praktik korupsi, sehingga menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas dan berintegritas. (MCI)

PPDB berganti menjadi SPMB Read More »

Guru IPS Berbagi Praktik Baik LINDA dan LITA bersama Kombel SekarJagad Belajar

Komunitas Belajar SekarJagad Belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta kembali menyelenggarakan kegiatan berbagi praktik baik pada Rabu (5/3/2025) di aula. Praktik baik kali ini disampaikan oleh perwakilan guru dari kombel IPS, yaitu Hari Untoro, S.Pd. dan Susilowati Tri Handayani, S.Pd, dan diikuti oleh seluruh tenaga pendidik serta didampingi oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, Hari Untoro menyampaikan bahwa selama ini para guru mengalami beberapa tantangan dalam pembelajaran IPS di kelas, seperti peserta didik yang kurang aktif atau cenderung bosan jika kegiatan hanya sekedar ceramah. Oleh karena itu, para guru mata pelajaran IPS berusaha untuk melakukan inovasi untuk meningkatkan minat belajar serta kemampuan literasi peserta didik melalui LINDA (Literasi Benda) dan LITA (Literasi Peta). Praktik baik pertama bertajuk LINDA disampaikan oleh Susilowati Tri Handayani, S.Pd yang menjelaskan bahwa untuk meningkatkan ketertarikan peserta didik dalam belajar sejarah, dirinya menghadirkan miniatur-miniatur situs bersejarah seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Stupa untuk memunculkan “AMBAK” atau “Apa Manfaatnya Bagiku?”. Seperti yang sebelumnya telah disampaikan dalam diseminasi deep learning oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta bahwa guru harus mampu menghadirkan kebermanfaatan dari sebuah materi pelajaran agar peserta didik dapat tahu manfaatnya bagi diri atau kehidupan mereka di dunia nyata. Melalui cara tersebut, peserta didik diharapkan dapat lebih paham dan tertarik untuk mempelajari suatu materi. Susi menjelaskan dalam kegiatan LINDA, dia menggunakan strategi 5M yaitu Melihat, Memegang, Mengamati, Mendeskripsikan dan Mempresentasikan. Dirinya juga menjelaskan bahwa guru perlu untuk memberikan apresiasi pada hasil kerja peserta didik, bagaimanapun hasilnya sebagai bentuk penghargaan. Materi kedua yaitu LITA disampaikan oleh Hari Untoro, S.Pd. yang dalam praktiknya berfokus untuk mengajak peserta didik belajar membaca peta dan memahami tata letak suatu tempat. Dirinya memapaparkan bahwa dengan membawa media ajar peta besar ke kelas membuat peserta didik antusias untuk melihat dan menggunakannya. Peserta didik diminta untuk menemukan letak negara-negara yang ada di dunia melalui peta yang ia bawa ke kelas. Tidak hanya itu, dirinya juga mencoba untuk menyesuaikan materi yang dipelajari dengan perkembangan zaman, yaitu dengan memanfaatkan peta digital. Dalam praktik kehidupan nyata, guru yang sudah mengajar di Spelanska selama 17 tahun ini memberikan tantangan peserta didik untuk menggunakan peta digital melalui aplikasi ojek online. Dengan begitu, anak-anak bisa belajar untuk mengetahui jarak dari suatu tempat ke tempat lain dan rute yang digunakan. Pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman terbukti dapat meningkatkan motivasi dan minat peserta didik dalam belajar. Meskipun selama ini pelajaran IPS memiliki stigma pembelajaran ceramah, namun dalam paparannya, para guru IPS membuktikan pentingnya belajar ilmu sosial dan bahwa pembelajaran tersebut dapat diselenggarakan dengan menyenangkan. Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. menambahkan, “Meskipun masa lalu, tetap harus JAS MERAH atau Jangan Lupakan Sejarah.” Dirinya juga memberikan apresiasi kepada para guru mapel IPS yang sudah membagikan praktik baik yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk terus melakukan inovasi dan menghadirkan AMBAK dalam pembelajaran di kelas. (Awp)

Guru IPS Berbagi Praktik Baik LINDA dan LITA bersama Kombel SekarJagad Belajar Read More »

Diseminasi Pembelajaran Bermakna oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta

Bulan Ramadan sebagai bulan yang penuh keberkahan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap sang pencipta. Semarak bulan Ramadan disambut suka cita seluruh civitas akademisi SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Pada hari Selasa dan Rabu, 4 dan 5 Maret 2025 seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) mengikuti kegiatan diseminasi meaningful (pembelajaran bermakna) dengan pemateri Ibu Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. (Bu Ifah) di aula SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Hari pertama (Selasa, 4 Maret 2025) Kegiatan diawali dengan melatih konsentrasi menyebut warna pada tulisan yang tertera secara tepat. Peserta berantusias dan bersemangat mengikuti kegiatan. Pada kesempatan ini Bu Ifah menekankan bahwa hakikat pembelajaran memahami diri, mengembangkan diri, menyesuaikan diri, dan menyukseskan diri. Peran guru di kelas sangat menentukan kelas menjadi hidup atau mati baik secara proses, pengelolaan, dan target. Guru perlu tahu “AMBAK” Apa manfaat bagiku?  yang disesuaikan karekteristik peran aktif murid. Bu Ifah menyampaikan tiga poin dalam mengimplementasikan meaningful pembelajaran yaitu menghadirkan dunia nyata dalam memberikan pengalaman langsung, menyadarkan murid tentang manfaat ilmu yang sedang dipelajari, menyesuaikan materi  dengan kondisi murid. Hari kedua (Rabu, 5 Maret 2025) Penerapan langkah praktis membangun kebiasaan baik untuk membangun mengembangkan pontensi diri. Pada sesi ini Bu Ifah mengajak guru dan tenaga kependidikan (GTK) untuk memahami kondisi emosional murid. Selain itu, perlu diketahui juga empat hormon kebahagian yaitu dopamin, endorfin, oksitosin, dan serotonin. Hal yang perlu diperhatikan bahwa setiap murid memiliki potensi baik dari karakteristik mereka. Setiap karakter yang dimiliki murid terdapat kelebihan. Namun belum semua murid dapat mengasah kelebihan dari karakter yang dimiliki. Maka disinilah peran guru untuk dapat membangun keterampilan dan mengasah kemampuan yang dimiliki murid. Selain itu, Bu Ifah juga menyampaikan bahwa GTK perlu memiliki sikap profesionalisme dan integritas serta menekankan guru dapat memiliki tujuh kemampuan wajib. Tujuh kemampuan wajib tersebut yaitu guru untuk memiliki komunikasi baik, kemampuan berpikir kritis dan strategis, dapat membangun hubungan baik, dapat mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan mampu bekerja sama dengan tim. Diseminasi ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (GTK) SMP Negeri 9 Kota Surakarta dalam menyongsong penerapan kurikulum DEEP LEARNING. (KK)

Diseminasi Pembelajaran Bermakna oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

Scroll to Top