admin

Ibadah Paskah Rohkris dan Rohkat SMP Negeri 9 Kota Surakarta Tahun 2025

Peserta didik Kristen dan Katholik SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan ibadah Paskah. Ibadah ini dimulai jam 13.00 WIB dan diikuti sekitar 90 peserta didik. Ibadah dibuka dengan pujian “Ada Kuasa” (Symphony Worship Family) dengan Worship Leader Kathleen dan Agsha. Sedangkan band yang mengiringi terdiri dari Vino, Mozes dan Vicko. Pada kesempatan tersebut, Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd. M.Pd menyampaikaan sambutan dan menyambut gembira atas terselenggaranya ibadah Paskah serta mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu guru Nasrani yang telah mendampingi dan berupaya menyelenggarakan ibadah Paskah tersebut. Dalam kata sambutannya, beliau menyapa, “Anak-anak, yang ibu tahu, Paskah tidak lepas dari telur. Nah, apa makna telur dalam perayaan Paskah itu? Telur adalah simbol kehidupan yang baru. Kalian disni tidak hanya sekedar bertemu dengan teman dan bernyanyi. Lebih dari itu kalian harus memaknai arti Paskah yaitu ada pembaharuan dalam kehidupan anak-anak. Tidak boleh mem-bully, tidak boleh membenci saling menghormati dan menghargai sesama apalagi di SMP Negeri 9 Kota Surakarta ada yang beragam Islam, Kristen, Katholik dan Hindu.  Mengembangkan kehidupan bertoleransi antar umat beragama di SMP Negeri 9 Kota Surakarta.” Pada ibadah Paskah tahun ini, Firman Tuhan dilayani oleh Pdt Heri Sasono dari LPMI, mengambil tema “KebangkitanNya Mengubah Hidupku” yang diambilkan dalam kitab I Petrus 1:3 “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan Kita Yesus Kristus, yang karena rahmatNya yang besar telah melahrkan kita oleh Kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati kepada suatu hidup yang penuh pengharapan”. Dalam khotbahnya, Pdt Heri Sasono menekankan bahwa dengan kematian dan kebangkitan Kristus, kita dilahirkan kembali menjadi manusia baru, kita harus menanggalkan manusia lama kita yang penuh dosa dan kita telah diangkat dan dipindahkan menjadi masnuisa baru. “Manusia lama yang menurut pemikiran kita berada dalam kondisi madesu (masa depan suram) tetapi setelah kita menerima dan percaya akan KebangkitanNya kita menjadi anak-anak yang penuh dengan madecer (masa depan cerah) yang penuh harapan.” Diakhir ibadah Paskah ini ada permainan yang dilaksanakan secara beregu, yang setiap regunya campuran dari lintas jenjang kelas dan agama. Permainannya mencari tiruan telur sebanyak-banyaknya yang telah disembunyikan di sekitar aula dan nantinya akan ditukarkan hadiah ke panitia. (HU)

Ibadah Paskah Rohkris dan Rohkat SMP Negeri 9 Kota Surakarta Tahun 2025 Read More »

120 Peserta Didik SMP Negeri 9 Kota Surakarta Ikuti Workshop Jurnalistik dan Videografi bersama Solopos

SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar Workshop Jurnalistik dan Videografi dengan menggandeng Solopos Media Group pada Rabu-Jumat, (23-25/4/2025) yang diikuti oleh 120 peserta didik perwakilan dari kelas 7, 8 dan 9. Kegiatan workshop ini bertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan potensi, kemampuan literasi baik secara tulis maupun dalam pemanfaatan aplikasi media digital. Ada beberapa agenda kegiatan yang diselenggarakan, yaitu materi jurnalistik, materi videografi, membuat video pendek dan kunjungan ke kantor Solopos. Acara pada hari pertama dibuka langsung oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. yang menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi para peserta pilihan untuk dapat mengembangkan kemampuan literasinya dan menggali potensi dalam pembuatan konten digital. Mereka nantinya diharapkan dapat ikut andil dalam publikasi sekolah baik secara tulis ataupun digital. HARI KE-1 Pada hari pertama, peserta belajar bersama Damar Sri Prakoso dari Solopos Media Group yang membahas mengenai jurnalistik dan bagaimana cara menuliskan berita dengan baik. Damar menyampaikan bahwa dalam penulisan berita penulis harus mengedepankan fakta atau informasi yang sudah terbukti kebenarannya, tidak hanya berdasarkan apa yang tampak mata saja. Penulis juga tidak dapat menuangkan asumsi atau pendapat pribadi dalam menyampaikan berita. Damar menjelaskan teknik dalam menyampaikan informasi atau berita menggunakan teknik 5W1H (What, Who, When, Where, Why dan How) atau dalam Adik Simba (Apa, Di Mana, Kapan, Siapa, Mengapa dan Bagaimana). Setelah mendapatkan materi terkait jurnalistik, peserta diminta untuk menuliskan sebuah berita  berdasarkan indikator 5W1H dengan total 100 kata. Banyak peserta didik menuliskan berita tentang peluncuran Bank Sampah BERLIAN SMP Negeri 9 Kota Surakarta yang baru saja dilaksanakan pagi itu. Hasil tulisan peserta dikumpulkan kepada narasumber untuk kemudian dipili 10 karya terbaik. HARI KE-2 Workshop berlanjut pada hari kedua dengan topik bahasan videografi khususnya produksi konten video dengan narasumber Jafar Sodiq Assegaf selaku Manajer Produksi Video Solopos Media Group. Dalam paparannya, Jafar menjelaskan mengenai banyak poin, seperti format dan ragam video, tahapan pembuatan video, menyiapkan naskah hingga rumus premis dalam video. Peserta workshop kemudian dibagi menjadi 10 kelompok untuk diberi tugas membuat konten video singkat berdurasi dua menit yang berisikan informasi di lingkungan sekolah. Meski baru saja belajar, peserta antusias dan serius merekam video konten di berbagai area di sekolah. Setelah melalui proses editing dengan menerapkan teori yang sudah dipelajari, setiap kelompok mendapatkan review dan evaluasi dari Jafar sebagai bentuk perbaikan. “Video kami dinilai sudah baik, hanya pembukaan terlalu lama dan urutannya ada yang tertukar sedikit. Tapi, menurut Kak Jafar videonya sudah dapat dijadikan konten,” jelas Nabilah, salah satu peserta workshop. HARI KE-3 Berdasarkan hasil karya para peserta, terpilih dua puluh peserta terbaik yang berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke kantor Solopos Media Group yang dipandu oleh Andro. Dalam kunjungan tersebut peserta diajak berkeliling di kantor Solopos, mulai dari masuk ke ruang rapat redaksi di mana sering dilakukan diskusi mengenai berita yang akan diterbitkan. Mereka juga berkesempatan masuk ke ruang siaran Radio Solopos 103 FM dan bahkan beberapa dari mereka beruntung untuk dapat melakukan siaran secara langsung (live) bersama penyiar Solopos pada pagi itu, yaitu Noer Atmaja. Peserta juga mengunjungi newsroom tempat di mana para redaktur dan designer bekerja hingga pada akhirnya mereka melihat proses produksi koran Solopos secara langsung di pabrik yang terletak di bagian belakang gedung. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dan pembelajaran baru bagi peserta didik di bidang media. “Senang bisa main ke Solopos dan ke percetakannya. Sukses selalu, Solopos,” ungkap Nikeisha, peserta kunjungan di Solopos Media Group. Di tempat lain, 100 peserta didik yang dibagi ke dalam 10 kelompok melanjutkan kegiatan workshop di sekolah dengan membuat video singkat tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Beberapa dari mereka sudah merekam potongan video dari rumah dan kemudian melanjutkan pembuatan di sekolah. Ada pula yang merekam semua adegan di sekolah. Hasil editing video tersebut dikumpulkan ke pada panitia dan akan diberikan apresiasi ke tiga kelompok terbaik. Dengan mengikuti serangkaian kegiatan workshop ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi, penggunaan aplikasi digital dan menjadi garda terdepan dalam mendukung publikasi sekolah. (Awp)

120 Peserta Didik SMP Negeri 9 Kota Surakarta Ikuti Workshop Jurnalistik dan Videografi bersama Solopos Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Luncurkan Bank Sampah BERLIAN, Bukti Nyata Peduli Lingkungan

Dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar, SMP Negeri 9 Kota Surakarta resmi meluncurkan program Bank Sampah Sekolah yang diberi nama “Berlian”.  Dimulai jam 07.00 WIB, kegiatan launching berlangsung meriah di halaman sekolah dihadiri oleh seluruh siswa, guru, karyawan, kepala sekolah, serta komunitas Bank Sampah Induk Kerja Nyata Surakarta GROPESH (Gerakan Orang Muda Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup). Acara diawali dengan sambutan kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd. M.Pd, yang menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah sejak dini. “Dengan adanya bank sampah ini, kita tidak hanya belajar memisahkan dan mengelola sampah, tapi juga belajar nilai ekonomi dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar beliau. Lebih lanjut, harapan besarnya untuk semua warga sekolah bahwa gerakan peduli sampah ini dapat menjadi semangat dan bukti kepedulian terhadap lingkungan yang berdampak, bukan hanya dampak ekologis melainkan nilai ekonomis. Oleh karena itu gerakan ini di beri nama “BERLIAN” sebagai akronim dari “BERsihkan sampah Langsung jadI cuAN”. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari komunitas peduli lingkungan; Bank Sampah Induk Kerja Nyata Surakarta GROPESH (Gerakan Orang Muda Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup). Direktur GROPESH, Denok Marty  Astuty, S.E., menjelaskan cara memilah sampah dan manfaat dari kegiatan bank sampah. Pemaparan dilakukan secara detail dengan mengenalkan jenis sampah organik, anorganik dan sampah kimia. Setelah itu, acara puncak ditandai dengan menimbang sampah yang sudah dipilah. Donasi sampah dari peserta didik SMP Negeri 9 Kota Surakarta kemudian dicuankan atau diuangkan untuk kemudian dimasukkan ke kas kelas masing-masing. Bank sampah “BERLIAN” akan dikelola oleh peserta didik yang tergabung dalam tim Adiwiyata SMP Negeri 9 Kota Surakarta, didampingi oleh pokja pengelolaan sampah. Salah satu siswa, yang akrab disapa Kathleen, kelas 7D, antusias mengikuti kegiatan launching “BERLIAN” dan aktif maju ke depan menjawab pertanyaan yang diberikan narasumber. Lebih lanjut, dia mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini. “Biasanya aku buang plastik sembarangan, sekarang jadi semangat kumpulin buat disetor ke bank sampah,” katanya saat ditemui. Dengan dimulainya program ini, diharapkan seluruh warga sekolah dapat lebih peduli dan aktif dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan. Program ini juga akan menjadi bagian dari kegiatan rutin sekolah dan akan dievaluasi secara berkelanjutan agar memberikan dampak maksimal. (DH)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Luncurkan Bank Sampah BERLIAN, Bukti Nyata Peduli Lingkungan Read More »

Semarak Hari Bumi di SMP Negeri 9 Kota Surakarta

Surakarta, 22 April 2025 – Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi tahun 2025 yang bertema”Kekuatan Kita, Planet Kita”, sekolah menggelar aksi nyata dengan melakukan penanaman pohon di lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam mendukung pelestarian lingkungan dan menanamkan kesadaran cinta alam kepada seluruh warga sekolah. Kegiatan penanaman pohon ini melibatkan berbagai elemen penting dari SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Ibu Kepala Sekolah Ibu Siti Latifah, S.Pd., M.Pd., yang turut serta menanam bibit pohon. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah konkret untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih asri, sehat, dan berkelanjutan.   “Hari Bumi adalah momentum yang tepat untuk kita semua merenungkan betapa pentingnya menjaga planet yang kita tinggali ini. Melalui kegiatan penanaman pohon ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar sekolah dan juga mengedukasi siswa-siswi tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati,” ujar Ibu Siti Latifah dengan penuh semangat. Ketua Tim Adiwiyata, Ibu Harini, S.Pd., juga terlihat aktif memandu jalannya kegiatan. Beliau menjelaskan bahwa jenis pohon yang dipilih untuk ditanam kali ini memiliki nilai ekologis dan ekonomis. “Kami memilih bibit pohon matoa, jeruk purut, dan belimbing. Selain memberikan kesejukan dan keindahan, pohon-pohon ini juga memiliki manfaat buah yang bisa dinikmati di masa mendatang,” jelas Ibu Harini. Perwakilan Guru juga turut hadir memberikan dukungan dan bimbingan kepada para siswa. Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Selain menambah ruang terbuka hijau, pohon-pohon yang ditanam juga akan membantu menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan sehat untuk belajar dan beraktivitas. Semangat “Kekuatan Kita, Planet Kita” benar-benar tercermin dalam kegiatan Hari Bumi di SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Dengan aksi nyata menanam pohon, seluruh warga sekolah telah menunjukkan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan bumi demi masa depan yang lebih baik. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal serupa dan semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. M.C.I @smpn9surakarta Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, SMPN 9 Kota Surakarta melakukan aksi nyata dengan melakukan penanaman pohon di lingkungan sekitar sekolah. 📅 Selasa, 22 April 2025 #haribumi #spelanska #fypシ゚ ♬ Beautiful Land (Sape Dayak Borneo) – Helmy Trianggara  

Semarak Hari Bumi di SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

Dharma Wanita Persatuan UP SMP Negeri 9 Kota Surakarta Membuat Boneka dari Kaus Kaki Bekas

Anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana (UP) SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan pertemuan rutin pada Senin, (21/4/2025) di aula sekolah, bertepatan dengan perayaan Hari Kartini tahun 2025. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Pembina Dharma Wanita Persatuan UP SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. dan seluruh anggota aktif dan pasif. Pada pertemuan tersebut, para anggota belajar untuk membuat boneka dengan memanfaatkan kaos kaki bekas dengan pemateri Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Untuk dapat membuat sebuah boneka, yang diperlukan adalah satu kaus kaki bekas, benang, jarum, gunting, dakron dan kancing. Kedua ujung kaus kaki dipotong secara vertikal kemudian dijahit dibagian dalam untuk membentuk kaki dan telinga. Kaus kaki tersebut kemudian diisi dakron agar padat dan dijahit dengan rapi. Agar tampak semakin nyata, di bagian tengah ditambahkan kancing sebagai mata. Para anggota Dharma Wanita tampak serius dan berusaha membuat boneka-boneka tersebut semenarik mungkin. Beberapa ada yang membuat garis kecil sebagai mulut dan ada pula yang merangkai manik-manik untuk dijadikan kalung. Setelah selesai membuat kreasi boneka, para anggota satu per satu memamerkan hasil karyanya dan beberapa tampil ke depan untuk bercerita menggunakan boneka tangan tersebut. Di akhir sesi pertemuan, juri memilih tiga karya boneka kaus kaki terbaik untuk diberi apresiasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi inovasi SMP Negeri 9 Kota Surakarta dalam pemanfaatan barang bekas yaitu kaus kaki untuk didaur ulang menjadi barang baru yang bermanfaat. Tidak hanya berkontribusi dalam menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah, kreasi boneka kaus kaki bekas ini dapat dijadikan mainan atau media belajar anak-anak yang menarik. (Awp)

Dharma Wanita Persatuan UP SMP Negeri 9 Kota Surakarta Membuat Boneka dari Kaus Kaki Bekas Read More »

Semangat Kartini Membara di SMP Negeri 9 Kota Surakarta

Momen setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini karena pada tanggal tersebut Raden Ajeng Kartini lahir tepatnya pada tanggal 21 April 2025. Sosok perempuan yang memiliki semangat mempelopori kesetaraan antara wanita dan laki-laki memiliki kedudukan sama. R. A. Kartini memiliki semangat yang tinggi terutama untuk memajukan perempuan pribumi dengan semangat tersebut munculah semboyan “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Makna dari semboyan tersebut adalah setelah kesulitan, selalu ada harapan yang terbit membawa terang bagi masa depan perempuan. Semangat R. A. Kartrini sebagai contoh terhadap generasi muda saat ini supaya mampu meraih cita-cita setinggi mungkin. Bersamaan dengan memperingati Hari Kartini pada tanggal 21 April 2025 SMPN 9 Kota Surakarta sedang melaksanakan kegiatan Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) Genap kelas 7, 8, dan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) kelas IX. Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. (Bu Iffah) selaku kepala SMPN 9 Kota Surakarta mengajak seluruh warga sekolah dari peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan untuk dapat mengenakan pakaian adat daerah. Seluruh warga sekolah menyambut baik kegaiatan tersebut. Dapat terlihat dari pakaian adat yang dipakai beraneka ragam corak model. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud mengenang jasa beliau yang luar biasa. Murid perempuan maupun laki-laki berantusias mengenakan baju adat. Kegiatan Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) Genap kelas VII, VIII, dan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) kelas IX dilaksanakan pada tanggal 14 s.d. 22 April 2025. Seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan SMPN 9 Kota Surakarta tetap menjalankan aktivitas sesuai tugasnya. (KK)

Semangat Kartini Membara di SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

Praktik Baik MENCEKAM oleh Guru PJOK dalam Kombel SekarJagad Belajar

Seluruh guru didampingi Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. mengikuti kegiatan rutin Kombel (Komunitas Belajar) SekarJagad Belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta di aula sekolah pada Kamis, (17/4/2025). Setelah para guru IPS melakukan berbagi praktik baik pada pertemuan sebelumnya, kini giliran para guru dari mata pelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) yang terdiri dari Drs. Gunawan, Basuki Tri Hartoto, S.Pd. dan Bukhori Romadhon, S.Pd, untuk membagikan pengalaman dalam pembelajaran olahraga. Materi praktik baik dipaparkan oleh Bukhori Romadhon, S.Pd. dengan judul MENCEKAM (Mendidik Cekatan Aktif Mandiri). Berdasarkan pengalamannya, kendala yang sering dihadapi dalam pembelajaran olahraga adalah keterbatasan lapangan yang harus dibagi untuk beberapa kelas yang memiliki jadwal bersamaan. Meskipun begitu, dirinya berusaha melakukan kegiatan pembelajaran agar peserta didik tetap aktif dan bersemangat, yaitu dengan mengkombinasikan kemampuan audio, visual dan kinestetik dalam pembelajaran. Sebelum praktik dimulai, dirinya juga menyampaikan teori yang biasanya berisi teknik atau sejarah dari olahraga yang akan dipraktikkan. Selain untuk mengasah kemampuan literasi, pemahaman teori akan bermanfaat agar peserta didik benar-benar memahami teknik dan terhindar dari cedera. Dalam praktik pemanasan, Bukhori juga memasukkan unsur numerasi saat berhitung. Melalui kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, peserta didik dapat tetap bersemangat dan aktif dalam berolahraga. “Semua pelajaran memiliki tantangan dan kendala, tinggal bagaimana kita untuk tetap kreatif agar pembelajaran berjalan menyenangkan,” tambah Drs. Gunawan. Selain keterbatasan sarana dan prasarana, usia yang tak lagi muda juga tidak menjadi halangan untuk para guru olahraga untuk tetap bersemangat mengajar. “Oleh karena itu, olahraga dan pola hidup sehat harus dibiasakan dan penting untuk terus dilakukan,” jelas Basuki Tri Hartoto, S.Pd. Pada sesi terakhir, kepala sekolah menyampaikan apresiasi pada kombel PJOK yang sudah membagikan praktik baik dengan luar biasa. “Kita jangan berfokus pada keterbatasan sarana dan prasarana, karena jika gurunya kreatif seperti para guru olahraga di sini, maka kita akan dapat mendidik dan menghasilkan peserta didik yang cekatan, aktif dan mandiri, sebagaimana tertulis dalam judul praktik baik ini,” ungkap Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Dirinya juga berharap apa yang telah disampaikan dalam kegiatan kombel hari itu dapat menjadi inspirasi para guru mata pelajaran lain. (Awp)

Praktik Baik MENCEKAM oleh Guru PJOK dalam Kombel SekarJagad Belajar Read More »

Scroll to Top