Guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta Belajar Implementasikan STEM dan AI dalam Pembelajaran
Para guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengikuti workshop pemanfaatan STEAM dan AI dalam pembelajaran di aula sekolah pada Jumat (5/12/2025). Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari Rencana Tindak Lanjut kepala sekolah yang telah mengikuti Diklat Pembelajaran Mendalam yang mengangkat tema digitalisasi pembelajaran melalui praktik baik CINTA (Canva, AI dan Platform Digital Lainnya). Sebagai kelanjutan dari RTL tersebut, maka dihadirkan narasumber yang memang sudah berkecimpung dalam STEM hingga mengharumkan nama Surakarta di tingkat nasional dan internasional yaitu Kucisti Ike R. S. P., S.Pd., M.Pd, Kepala SMP Negeri 3 Kota Surakarta. Pada kesempatan tersebut, beliau menjabarkan apa itu pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering dan Mathematics) dan mengajak para guru untuk praktik langsung merancang pembelajaran dengan memasukan STEM ke dalam kegiatannya. Para guru dibagi menjadi 9 kelompok dan setiap kelompok diminta untuk melakukan sebuah tantangan yaitu menahan ponsel di atas selembar kertas yang dibentangkan di antara dua gelas air mineral. Setiap kelompok tampak fokus mencari cara untuk dapat melakukan tantangan tersebut. Beberapa kelompok berhasil menahan ponsel dengan cara melipat kertas secara zig-zag agar lebih kuat untuk menahan ponsel. Namun tidak sedikit kelompok yang gagal. Melalui tantangan tersebut, Ike menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan STEM harus memperlihatkan setiap elemen di dalamnya. “Kita tidak perlu berangkat dari masalah yang rumit, tapi bisa dari masalah sederhana yang ada di sekitar kita,” ungkapnya. Pada kegiatan berikutnya, setiap kelompok diminta untuk merancang kegiatan pembelajaran berbasis STEM melalui 6 langkah yang disebut Engineering Design Process (EDP). Langkah-langkah tersebut adalah mendefinisikan masalah, merancang solusi, medesain model, menguji coba, medesain ulang dan presentasi. Dengan memanfaatkan chatbot/AI, setiap kelompok mencoba menyusun aktivitas pembelajaran dengan memasukkan setiap komponen STEM. Mereka juga diberikan peralatan seperti plastisin warna-warni, stik es krim dan lem untuk membuat model produk pembelajaran yang diharapkan. Melalui kegiatan tersebut para guru dapat belajar secara nyata tentang implementasi STEM dalam pembelajaran di mapel masing-masing atau bahkan lintas mapel. Setelah mengikuti simulasi tersebut, para guru diharapkan dapat mengimplementasikan pendekatan STEM dalam pembelajaran di kelas. Selain itu, harapannya para murid nantinya tidak hanya cakap dalam pemanfaatan AI atau aplikasi digital, tetapi juga memiliki kemampuan kritis dan analitis dalam pemecahan masalah sesuai konteks kehidupan nyata. (Awp)
Guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta Belajar Implementasikan STEM dan AI dalam Pembelajaran Read More »





