SOSIALISASI

Tindak Lanjut Evaluasi Akhir Tahun 2025 dan Koordinasi Hari Pertama Masuk Sekolah Semester Genap

SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar tindak lanjut kegiatan Refleksi dan Evaluasi Akhir Tahun 2025 dan koordinasi hari pertama masuk sekolah semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Jumat (2/1/2026) di aula sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan dan dipimpin langsung oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Kegiatan diawali dengan melakukan review pada kegiatan evaluasi dan refleksi di Sekipan, Tawangmangu. Berdasarkan hasil yang telah dikirimkan para guru dan tendik, didapatkan kesimpulkan untuk kegiatan tersebut diadakan kembali di tahun berikutnya untuk mempererat silaturahmi dan kekompakan. Para guru juga memberikan evaluasi, saran dan masukan agar kegiatan berikutnya lebih baik lagi. Melalui diskusi yang dibuka, beberapa guru juga mengusulkan untuk kegiatan tersebut dilakukan satu hari penuh dengan memanfaatkan waktu lebih optimal, tanpa mengurangi esensi dari refleksi itu sendiri. Setelahnya, diberkan arahan dan motivasi dari kepala sekolah untuk memberikan semangat pada seluruh guru dan tendik menyambut semester genap yang dimulai pada Senin, (5/1/2026). Pada kesempatan tersebut beliau juga mensosialisasikan jargon baru yang dibuat dari kata Sekar Jagad, alamat dan branding SMP Negeri 9 Kota Surakarta. “Singkatan jargon ini saya sesuaikan dengan branding Spelanska yaitu Sekar Jagad yang mana kepanjangannya adalah SEmangat berKARya JAga integritas Spelanska hebAT.” Sebelum sesi ditutup, kepala sekolah memimpin para guru dan tendik untuk menyuarakan jargon baru SMP Negeri 9 Kota Surakarta. (Awp)  

Tindak Lanjut Evaluasi Akhir Tahun 2025 dan Koordinasi Hari Pertama Masuk Sekolah Semester Genap Read More »

Lurah Pajang bersama Dishub Kota Surakarta Sambangi SMP Negeri 9 Kota Surakarta

Selasa, 7 Oktober 2025 SMP Negeri 9 Kota Surakarta disambangi oleh Lurah Pajang bersama dengan Dishub Kota Surakarta. Selain Lurah Pajang, turut hadir pula Seklur, Proklim, dan Pegiat Lingkungan Kelurahan Pajang. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman sekolah dengan tajuk LAPASS (Lurah Pajang Sambangi Sekolah) yang diikuti oleh peserta didik kelas 7, 8, 9, Bapak/Ibu Guru dan Staf TU serta Bapak/Ibu PPL UNS. Program ini bertujuan mempererat hubungan antara pemerintah kelurahan dengan masyarakat sekolah, sekaligus sebagai wujud perhatian terhadap pendidikan di wilayah Kelurahan Pajang. Kegiatan dipandu oleh Sri Hastuti, S.H., selaku Waka Humas dengan susunan acara sambutan kepala sekolah, sambutan lurah, isian dari dishub, dan penutup. Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd menyampaikan pesan agar peserta didik mencatat materi yang disampaikan oleh narasumber dan melaksanakannya. Dalam sambutannya Bapak Supyanto, SH, selaku Lurah Pajang menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu langkah strategis Kelurahan Pajang untuk meningkatkan komunikasi, kolaborasi, dan kepedulian terhadap pendidikan. Beliau juga menghimbau agar peserta didik tidak mengendarai motor sendiri. Pembicara utama dalam kegiatan tersebut adalah Bapak Dayyan, ST dan Bapak Muh. Afiq dari Dishub Kota Surakarta. Isi materi yang disampaikan yakni tentang rambu-rambu lalu lintas, marka di jalanan, serta kelengkapan saat berkendara. Dalam paparannya, Dayyan, S.T. menekankan pentingnya memahami simbol-simbol visual di jalan raya untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan. “Rambu-rambu lalu lintas seperti larangan, peringatan, dan petunjuk bukan sekadar papan besi, tapi panduan hidup yang menyelamatkan nyawa. Rambu lalu lintas yang disampaikan adalah rambu peringatan/kuning, rambu larangan yang berwarna merah, rambu berwarna biru yang memiliki arti petunjuk, dan rambu yang berwarna hijau berarti memberikan informasi seperti lokasi dan petunjuk arah. Selain itu, beliau juga membahas marka jalanan yang sering diabaikan pengendara. “Marka garis putih putus-putus berarti boleh menyalip, tapi garis kontinu menandakan zona berbahaya. Banyak kecelakaan terjadi karena pengendara mengabaikan ini, terutama di persimpangan ramai.” Acara diakhiri dengan diskusi dan sesi foto bersama, menandai komitmen bersama Dinas Perhubungan untuk menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.

Lurah Pajang bersama Dishub Kota Surakarta Sambangi SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Sosialisasi Program BERSINAR (Bersih dari Narkoba, Raih Prestasi)

Kamis, (21/8/2025) bertempat di aula SMPN 9 Kota Surakarta, kurang lebih 280 murid kelas 9 mengikuti program Bersinar (Bebas Narkoba Raih Prestasi). Selain murid, guru pengajar kelas 9 beserta staf tata usaha turut mendampingi kegiatan ini. Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi dengan Rumah Sakit Universitas Negeri Sebelas Maret (RS UNS) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang bahaya narkoba dan pentingnya hidup sehat tanpa rokok. Kegiatan ini dihadiri oleh dua narasumber yakni dr. Rama Sanityasa dan Ninda Alza Nur Zahrah, S.Psi., M.Psi. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari kepala sekolah, Ibu Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak RS UNS, khususnya dr. Rama dan Kak Ninda, yang telah bersedia berbagi ilmu dan wawasan kepada para murid. “Program ini sangat penting untuk membentengi kita dari bahaya narkoba yang mengintai. Semoga dengan adanya sosialisasi ini dapat memberikan manfaat untuk diri sendiri, orang lain, dan masyarakat serta kalian bisa menjadi generasi muda yang berprestasi,” ujarnya. Sesi pertama diisi oleh dr. Rama, dokter dari RS UNS yang menjelaskan secara rinci tentang jenis-jenis narkoba dan dampaknya bagi tubuh. Dengan bahasa yang mudah dimengerti, dr. Rama memaparkan bahaya dari ganja, sabu-sabu, ekstasi, dan zat adiktif lainnya. Ia juga menunjukkan foto-foto dan video ilustrasi yang memperlihatkan kerusakan fisik dan mental akibat penyalahgunaan narkoba. Selanjutnya, psikolog dari RS UNS, Ninda, menjelaskan bahaya merokok dari sudut pandang psikologi. Ia mengupas tuntas alasan-alasan mengapa seseorang mulai merokok, seperti tekanan dari teman sebaya atau keinginan untuk terlihat keren. Kak Ninda juga memaparkan bagaimana rokok dapat memengaruhi kondisi psikologis, seperti menyebabkan kecemasan, depresi, dan ketergantungan. “Merokok tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan menimbulkan masalah baru. Jaga kesehatan mental kalian dengan tidak merokok, dan alihkan energi kalian untuk hal-hal yang positif dan produktif,” tegasnya. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab. Para murid terlihat antusias dan mengajukan berbagai pertanyaan kepada kedua narasumber. Dengan terlaksananya program Bersinar ini, diharapkan para murid SMPN 9 Kota Surakarta menjadi pelopor generasi muda yang bersih dari narkoba dan siap meraih prestasi gemilang. (Ldw)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Sosialisasi Program BERSINAR (Bersih dari Narkoba, Raih Prestasi) Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Workshop Guru dan Tendik- Belajar Deep Learning Bersama

SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar workshop peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan pada Senin-Jumat (21-25/7/2025). Kegiatan workshop diikuti oleh guru dan staf tata usaha yang bertempat di aula SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Dalam prakatanya, Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. menyampaikan laporan tentang pelaksanaan kegiatan workshop selama 5 hari dengan agenda Senin, Selasa, dan Jumat dilaksanakan secara luring dan klasikal di aula. Sedangkan hari Rabu dan dan Kamis dilaksanakan oleh masing-masing kombel (komunitas belajar) untuk mendiskusikan modul ajar. Beliau juga melaporkan jumlah peserta workshop sebanyak 56 guru dan tenaga kependidikan. Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Ibu Dian Rineta, S.T., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya perubahan paradigma baru bagi guru. Beliau juga menginformasikan program Dinas Pendidikan Kota Surakarta yakni digitalisasi pendidikan tahun 2026. Rangkaian workshop dirancang dengan materi yang relevan dan sistematis. Sebagai narasumber workshop Ibu Novi Andari Yasminingsih, S.Pd., M.Si. yang merupakan Pengawas SMP Kota Surakarta. Beliau mengawali materi di hari pertama  dengan  ice breaking dengan harapan mengajak peserta workshop berpikir tentang pembelajaran mendalam yang bukan hanya sekedar hafalan. Beliau memaparkan materi tentang pengertian pembelajaran mendalam, pilar pendidikan, prinsip pembelajaran mendalam, model pembelajaran, dan metode pembelajaran. Kegiatan workshop hari kedua (22 Juli 2025) guru dibekali pembuatan modul ajar dengan bantuan/aplikasi kecerdasan buatan (AI) sehingga dapat merancang pembelajaran yang interaktif. Beberapa aplikasi yang diperkenalkan antara lain: perplexity, grok, gamma, dan gemini. Melalui aplikasi tersebut guru dapat membedakan keunggulan dan kelemahan aplikasi yang satu dengan yang lainnya sehingga dapat menggunakan aplikasi tersebut sesuai peruntukannya. Kegiatan workshop hari ketiga (23 Juli 2025) masing-masing guru di kombelnya berdiskusi untuk membuat satu modul ajar. Modul ajar ini nanti yang akan dipresentasikan di hari Jumat. Kegiatan workshop hari keempat (24 Juli 2025) masing-masing guru mengerjakan modul ajarnya masing-masing sesuai kelas secara mandiri dengan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama workshop. Hal ini dilaksanakan dengan harapan ketika Senin sudah mengajar dengan jam KBM penuh, guru sudah siap dengan perencanaannya. Kegiatan workshop hari kelima (25 Juli 2025) dengan agenda presentasi. Perwakilan masing-masing kombel memaparkan hasil kerja kelompoknya dan ditanggapi oleh kombel yang lain. Dengan adanya tanggapan dari kombel lain harapannya modul ajar yang dibuat mendapat saran masukan. Setelah presentasi, kegiatan workshop ditutup oleh kepala sekolah. Diharapkan workshop peningkatan kompetensi ini dapat meningkatkan mutu pembelajaran di SMP 9 Kota Surakarta serta menghasilkan guru dan tenaga kependidikan yang adaptif dan inovatif.(Ldw)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Workshop Guru dan Tendik- Belajar Deep Learning Bersama Read More »

Wisata Literasi SMP Negeri 9 Kota Surakarta bersama Solopos Media Group dan KOMDIGI

SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan Wisata Literasi ke kantor Solopos Media Group pada Senin (21/7/2025). Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama antara Solopos Media Group (SMG), Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) dan SMP Negeri 9 Kota Surakarta ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas IX, bersama wali kelas dan guru pendamping. Selain menjadi wadah pembelajaran literasi, kegiatan ini juga diadakan untuk menyosialisasikan PP TUNAS yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak yang dikemas dalam tema “Aman di Ruang Digital”. Dua agenda utama pada Wisata Literasi kali ini adalah paparan materi dan office tour (kunjungan kantor). Setelah dibuka oleh pembawa acara, Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. memberikan sambutan dan menjelaskan tujuan kegiatan. “Harapannya setelah ini, kalian dapat membagikan informasi atau ilmu yang telah kalian dapatkan di sini ke di media sosial masing-masing sebagai bentuk pembelajaran literasi.” Tak lupa di akhir sambutannya, beliau mengajak para peserta didik untuk meneriakkan yel-yel sekolah bersama-sama. Sebanyak 282 peserta didik duduk bersama di Radya Litera Griya Solopos untuk mendengarkan paparan materi yang disampaikan langsung oleh Sekretaris Ditjen Pengawasan Ruang Digital KOMDIGI, Mediodecci Lustarini atau yang kerap dipanggil Ides. Dalam presentasinya, Ides menjelaskan bahwa fungsi dari PP TUNAS adalah sebagai Safety Measure bagi anak-anak di ruang digital bahwa setiap anak mendapatkan hak untuk dilindungi dari berbagai risiko yang berdampak buruk bagi kehidupan mereka di masa depan. Naiknya penggunaan internet oleh remaja dimulai pada tahun 2020 ketika pandemi Covid dimulai sehingga mau tidak mau segala kegiatan mengadalkan gadget. “Berdasarkan data ini kita bisa lihat bahwa cukup banyak juga anak-anak yang punya ponsel, walaupun banyak yang menggunakan ponsel orang tuanya. Dan kemudian apa dampaknya? Dan ternyata, dari semua anak-anak yang bisa ataupun punya ponsel untuk akses internet, hanya 37,5% yang tahu bagaimana caranya berinternet dengan aman.” Pemerintah mengeluarkan PP ini bukan untuk membatasi anak-anak dan orang tua dalam penggunaan atau akses internet, melainkan membatasi Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) atau yang lebih dikenal dengan platform seperti media-media sosial yang banyak digunakan oleh anak-anak dari risiko buruk di ruang digital. Selain orang tua, sekolah dan guru juga memiliki peran strategis dalam menjaga anak-anak tetap aman di ruang digital dengan cara memperkuat literasi digital, menumbuhkan budaya penggunaan digital yang aman dan positif, penerapan phone free class/school dan menjadi role model penggunaan teknologi yang bijak bagi peserta didik. Ides juga menyampaikan elemen-elemen kunci yang harus diperhatikan pengguna ruang digital seperti akses digital, hak dan tanggung jawab digital, etika digital, keamanan digital, hukum digital, literasi digital, komunikasi digital, jejak digital dan reputasi online serta kesehatan digital. Semua elemen tersebut harus diperhatikan pengguna internet khususnya anak-anak agar lebih bijak dan berhati-hati berinteraksi di ruang digital. Di akhir paparannya, Ides juga menyampaikan sebuah tips untuk para remaja agar aman dan nyaman dalam menggunakan gadegetnya, yaitu melalui 3S; membatasi Screen Time, Scroll Time dan Sharing. Usai menyimak paparan dari Ides, seluruh peserta didik diajak berkeliling ke ruang-ruang kantor Solopos untuk melihat langsung bagaimana sebuah media beroperasi, mulai dari ruang redaksi, studio, hingga percetakan koran. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik tentang pentingnya memiliki kemampuan literasi yang berguna bagi mereka dalam menggunakan media komunikasi dengan lebih bijak dan sesuai dengan peruntukannya. (Awp)

Wisata Literasi SMP Negeri 9 Kota Surakarta bersama Solopos Media Group dan KOMDIGI Read More »

Pemantapan PSAJ Kelas 9, SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Acara Parenting untuk Orang Tua

SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengundang seluruh orang tua/ wali peserta didik kelas 9 pada Rabu siang, (14/5/2025) dalam rangka pendampingan peserta didik jelang Penilian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ). Kegiatan yang diselenggarakan di aula ini membahas tiga hal yaitu tentang parenting, info terkait Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) jenjang SMA/K dan musyawarah terkait kegiatan pelepasan. Kegiatan diawali dengan pengarahan dan motivasi dari Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd., “Anak-anak jangan dibiarkan berjuang sendiri. Bapak dan ibu harap ikut memotivasi karena mereka tinggal masuk dan belajar lima hari lagi.” Beliau juga menyampaikan agar orang tua mendampingi peserta didik dalam pelaksanaan PSAJ baik saat belajar atau dalam mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun rohani. Peserta didik juga diharapkan untuk tidak lupa meminta restu dan doa pada orang tua agar dalam PSAJ diberi kemudahan dan kelancaran. Acara kemudian dilanjutkan dengan materi parenting oleh Untung Margono, CHT. dari Airlangga. Dalam paparannya, beliau menyampaikan kiat-kiat mendampingi peserta didik melalui SMART PARENTING atau trik menjadi orang tua cerdas. Para orang tua diminta untuk lebih baik dalam mengendalikan emosi dan bersabar dalam mendidik putra-putrinya. Dirinya berharap agar para orang tua yang profesional yang dapat berperan sebagai pengajar, pendidik dan konselor. Agenda kedua yaitu mengenai info SPMB yang disampaikan oleh kepala sekolah yang menekankan agar para orang tua mendukung pilihan putra-putri terkait jenjang sekolah selanjutnya. “Kalau nanti ananda ingin ke SMA, orang tua ingin anaknya ke SMK, malah jadinya tidak enak, begitu pula sebaliknya. Jadi monggo bapak/ibu kita dukung pilihan ananda. Semua sekolah baik,” ungkapnya. Pada kesempatan tersebut juga dibagikan info terkait SPMB Provinsi Jawa Tengah mulai dari website, waktu pendaftaran hingga detail seleksi jenjang SMA/K. Di akhir sesi, diskusi berlanjut dengan pembahasan kegiatan pelepasan peserta didik kelas 9 yang rencananya akan diselenggarakan pada Rabu (18/6/2025) yang mana acara tersebut akan dikoordinasikan oleh orang tua dan wali peserta didik. Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, Sri Hastuti, S.H berpesan agar komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah terus berjalan untuk menghindari miskomunikasi. Menyambut kegiatan pelepasan, peserta didik sudah sudah berlatih untuk berbagai penampilan yang akan disuguhkan nanti. (Awp)

Pemantapan PSAJ Kelas 9, SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Acara Parenting untuk Orang Tua Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Luncurkan Bank Sampah BERLIAN, Bukti Nyata Peduli Lingkungan

Dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar, SMP Negeri 9 Kota Surakarta resmi meluncurkan program Bank Sampah Sekolah yang diberi nama “Berlian”.  Dimulai jam 07.00 WIB, kegiatan launching berlangsung meriah di halaman sekolah dihadiri oleh seluruh siswa, guru, karyawan, kepala sekolah, serta komunitas Bank Sampah Induk Kerja Nyata Surakarta GROPESH (Gerakan Orang Muda Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup). Acara diawali dengan sambutan kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd. M.Pd, yang menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah sejak dini. “Dengan adanya bank sampah ini, kita tidak hanya belajar memisahkan dan mengelola sampah, tapi juga belajar nilai ekonomi dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar beliau. Lebih lanjut, harapan besarnya untuk semua warga sekolah bahwa gerakan peduli sampah ini dapat menjadi semangat dan bukti kepedulian terhadap lingkungan yang berdampak, bukan hanya dampak ekologis melainkan nilai ekonomis. Oleh karena itu gerakan ini di beri nama “BERLIAN” sebagai akronim dari “BERsihkan sampah Langsung jadI cuAN”. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari komunitas peduli lingkungan; Bank Sampah Induk Kerja Nyata Surakarta GROPESH (Gerakan Orang Muda Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup). Direktur GROPESH, Denok Marty  Astuty, S.E., menjelaskan cara memilah sampah dan manfaat dari kegiatan bank sampah. Pemaparan dilakukan secara detail dengan mengenalkan jenis sampah organik, anorganik dan sampah kimia. Setelah itu, acara puncak ditandai dengan menimbang sampah yang sudah dipilah. Donasi sampah dari peserta didik SMP Negeri 9 Kota Surakarta kemudian dicuankan atau diuangkan untuk kemudian dimasukkan ke kas kelas masing-masing. Bank sampah “BERLIAN” akan dikelola oleh peserta didik yang tergabung dalam tim Adiwiyata SMP Negeri 9 Kota Surakarta, didampingi oleh pokja pengelolaan sampah. Salah satu siswa, yang akrab disapa Kathleen, kelas 7D, antusias mengikuti kegiatan launching “BERLIAN” dan aktif maju ke depan menjawab pertanyaan yang diberikan narasumber. Lebih lanjut, dia mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini. “Biasanya aku buang plastik sembarangan, sekarang jadi semangat kumpulin buat disetor ke bank sampah,” katanya saat ditemui. Dengan dimulainya program ini, diharapkan seluruh warga sekolah dapat lebih peduli dan aktif dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan. Program ini juga akan menjadi bagian dari kegiatan rutin sekolah dan akan dievaluasi secara berkelanjutan agar memberikan dampak maksimal. (DH)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Luncurkan Bank Sampah BERLIAN, Bukti Nyata Peduli Lingkungan Read More »

Scroll to Top