IHT Guru Cakap Digital – Optimalisasi AI untuk Mendukung Pembelajaran Efektif di SMP Negeri 9 Kota Surakarta
SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan In House Training (IHT) Peningkata Literasi Guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta yang mengusung tema “Guru Cakap Digital – Optimalisasi AI untuk Pembelajaran Efektif” pada Rabu-Kamis (19-20/11/2025) di aula dan diikuti oleh seluruh guru dengan pendampingan kepala sekolah. Dalam kegiatan tersebut dihadirkan dua narasumber dari Solopos Media Group, yaitu Noer Atmaja (penyiar Radio Solopos) dan Damar Sri Prakoso (wartawan) yang menyampaikan materi tentang pemanfaatan Artificial Intellegence atau AI. Pada hari pertama, Noer Atmaja, yang juga merupakan master trainer AI Ready ASEAN, menyampaikan materi mengenai dasar-dasar AI dan bagaimana implementasi penggunaan AI dalam mendukung guru dalam pembelajaran. “Kita tidak bisa melarang anak-anak untuk menggunakan AI, namun kita sebagai guru justru harus mampu mengimbangi perkembangan digital untuk mendukung pembelajaran untuk anak-anak,” ungkap Noer dalam paparannya. Dirinya juga menjelaskan bahwa AI dapat digunakan guru untuk menyelesaikan administrasi pembelajaran dengan mudah, seperti contohnya saat membuat modul ajar. Namun meskipun begitu, produk dari AI tetap perlu diverifikasi ulang dan disesuaikan dengan kebutuhan. Aspek inilah yang tidak dimiliki oleh AI, yaitu pengalaman dan perasaan yang mana sangat berperan dalam validasi. Pada hari kedua, para guru diminta untuk praktik secara langsung untuk menghasilkan produk hasil buatan AI melalui ChatGPT. Materi tersebut disampaikan oleh Damar yang memberikan contoh secara langsung produk AI melalui presentasi yang ditayangkan. “PPT ini saya kirim ke Bu Iffah beberapa menit sebelum kegiatan ini,” ungkapnya untuk menekankan bahwa pemanfaatan AI dapat membantu guru dalam efisiensi waktu. Selanjutnya, para peserta diminta untuk membuat sendiri produk pembelajaran dengan memanfaat AI dengan menuliskan prompt yang sesuai dan sedetail mungkin. Beberapa guru mencoba membuat modul ajar, beberapa yang lain memasukkan perintah untuk membuat bahan tayang untuk materi pelajaran terentu. Dalam paparannya, Damar menjelaskan bahwa hasil dari AI tidak selalu seratus persen benar, oleh karena itu tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Selain membuat materi atau bahan tayang, dalam pelatihan ini guru juga ditantang untuk menghasilkan media literasi yang dapat mendukung kegiatan di sekolah. Kegiatan IHT yang berfokus pada pemanfaatan AI ini diharapkan dalam memantik semangat semua guru untuk terus berinovasi dan beradaptasi sesuai perkembangan digital. Di tangan orang yang tepat, AI dapat dimaksimalkan untuk menghasilkan karya dan membantu efisiensi waktu pekerjaan. Diskusi dan praktik di hari kedua ditutup dengan motivasi dari kepala sekolah, menyanyikan lagu Padamu Negeri dan berfoto bersama. (Awp)



