GPBLHS

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Luncurkan Bank Sampah BERLIAN, Bukti Nyata Peduli Lingkungan

Dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar, SMP Negeri 9 Kota Surakarta resmi meluncurkan program Bank Sampah Sekolah yang diberi nama “Berlian”.  Dimulai jam 07.00 WIB, kegiatan launching berlangsung meriah di halaman sekolah dihadiri oleh seluruh siswa, guru, karyawan, kepala sekolah, serta komunitas Bank Sampah Induk Kerja Nyata Surakarta GROPESH (Gerakan Orang Muda Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup). Acara diawali dengan sambutan kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd. M.Pd, yang menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah sejak dini. “Dengan adanya bank sampah ini, kita tidak hanya belajar memisahkan dan mengelola sampah, tapi juga belajar nilai ekonomi dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar beliau. Lebih lanjut, harapan besarnya untuk semua warga sekolah bahwa gerakan peduli sampah ini dapat menjadi semangat dan bukti kepedulian terhadap lingkungan yang berdampak, bukan hanya dampak ekologis melainkan nilai ekonomis. Oleh karena itu gerakan ini di beri nama “BERLIAN” sebagai akronim dari “BERsihkan sampah Langsung jadI cuAN”. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari komunitas peduli lingkungan; Bank Sampah Induk Kerja Nyata Surakarta GROPESH (Gerakan Orang Muda Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup). Direktur GROPESH, Denok Marty  Astuty, S.E., menjelaskan cara memilah sampah dan manfaat dari kegiatan bank sampah. Pemaparan dilakukan secara detail dengan mengenalkan jenis sampah organik, anorganik dan sampah kimia. Setelah itu, acara puncak ditandai dengan menimbang sampah yang sudah dipilah. Donasi sampah dari peserta didik SMP Negeri 9 Kota Surakarta kemudian dicuankan atau diuangkan untuk kemudian dimasukkan ke kas kelas masing-masing. Bank sampah “BERLIAN” akan dikelola oleh peserta didik yang tergabung dalam tim Adiwiyata SMP Negeri 9 Kota Surakarta, didampingi oleh pokja pengelolaan sampah. Salah satu siswa, yang akrab disapa Kathleen, kelas 7D, antusias mengikuti kegiatan launching “BERLIAN” dan aktif maju ke depan menjawab pertanyaan yang diberikan narasumber. Lebih lanjut, dia mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini. “Biasanya aku buang plastik sembarangan, sekarang jadi semangat kumpulin buat disetor ke bank sampah,” katanya saat ditemui. Dengan dimulainya program ini, diharapkan seluruh warga sekolah dapat lebih peduli dan aktif dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan. Program ini juga akan menjadi bagian dari kegiatan rutin sekolah dan akan dievaluasi secara berkelanjutan agar memberikan dampak maksimal. (DH)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Luncurkan Bank Sampah BERLIAN, Bukti Nyata Peduli Lingkungan Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Rapat Koordinasi Pertahankan Sekolah Adiwiyata Mandiri

SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan rapat koordinasi Program Adiwiyata, Rabu (26/3/2025), yang bertujuan untuk mengevaluasi program yang telah berjalan, sekaligus sebagai bentuk persiapan untuk pengajuan kelengkapan administrasi guna mempertahankan predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri. Kegiatan yang diadakan di aula sekolah ini dipimpin langsung oleh Koordinator Adiwiyata, Harini, S.Pd dan dihadiri oleh seluruh Tim Adiwiyata yang terdiri dari guru, staf, dan tenaga kependidikan dengan pendampingan Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd, M.Pd. Kegiatan dimulai dengan melakukan ice breaking untuk meningatkan semangat dan konsentrasi. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan bahwa Program Adiwiyata bukan hanya tanggung jawab pengurus Adiwiyata saja, tetapi juga seluruh warga sekolah agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan menjadi pembudayaan bersama. Rapat koordinasi ini membahas beberapa poin penting, seperti evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh 6 kelompok kerja (pokja), melengkapi bukti dukung yang akan dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup serta  penguatan terhadap pembudayaan sekolah yang peduli lingkungan. Adapun 6 pokja antara lain: Pokja Kebersihan, Sanitasi dan Drainase – Bertanggung jawab dalam kegiatan dan menyiapkan bukti dukung kebersihan lingkungan sekolah. Pokja Pengelolaan Sampah – Menangani pengelolaan sampah terkait 3R ( reduce, reuse dan recycle) , mengurangi, menggunakan lagi dan mendaur ulang sampah serta mengurangi sampah plastik di sekolah Pokja Pembibitan, Penanaman dan Pemeliharaan tanaman – Mengupayakan pelestarian lingkungn hijau di sekolah, dan keanekaragaman hayati Pokja Konservasi Air – Mengelola penggunaan air secara efisien serta mengedukasi siswa mengenai pemanfaatan air hujan dan air AC Pokja Konservasi Energi – Mengajak warga sekolah untuk hemat energi dengan menggunakan alat-alat Listrik dan alat elektronik secara efisien. Melakukan kampanye dan publikasi terkait penghematan energi dan kelestarian alam. Pokja Inovasi dan Penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup –Menemukan inovasi baru dalam perilaku ramah lingkungan hidup Keenam pokja yang terdiri dari beberapa orang guru bekerjasama  memberikan  capaian program dan melengkapi bukti dukung dari masing-masing indikator capaian yang belum dilaksanakan. Kegiatan selanjutnya adalah mengevaluasi kembali program dan laporan untuk melanjutkan  predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri . Ketua Tim Adiwiyata menyampaikan, “Kesepakatan yang ingin dicapai dalam rapat ini adalah komitmen seluruh warga sekolah untuk aktif berpartisipasi dalam program, serta perlunya pemantauan berkala guna memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai rencana. Beliau menambahkan, dengan koordinasi hari ini, saya berharap agar terbangun kerjasama semakin baik antar warga sekolah sehingga semakin menumbuhkan rasa peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah. Dan bisa berimbas ke peserta didik dan orang tua.” Begitu pula dengan anggota pokja Pembibitan, Penanaman dan Pemeliharaan tanaman, Arinta Tria. W, A.Md, menjelaskan, “Hari ini kita memantapkan kembali dengan  redokumentasi dan membuat klasifikasi tanaman berdasarkan nama yang ada di sekolah.” Sebagai penutup disampaikan harapan agar Program Adiwiyata dapat menjadi budaya di sekolah, bukan hanya sekadar program tahunan dan program meraih predikat mandiri berkelanjutan semata. Rapat ditutup dengan optimisme bahwa sekolah dapat menjadi contoh dalam upaya menjaga lingkungan yang bersih dan hijau. Kegiatan akan dilanjutkan hari berikutnya dengan presentasi masing-masing pokja.  [DH]

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Rapat Koordinasi Pertahankan Sekolah Adiwiyata Mandiri Read More »

Kontribusi SMP Negeri 9 Kota Surakarta dalam Mendukung Hari Air Sedunia 2025

Tanggal 22 Maret diperingati sebagai Hari Air Sedunia atau World Water Day. Peringatan ini dilakukan setiap tahun untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia akan pentingnya air bersih bagi kehidupan. Tidak hanya itu, Hari Air Sedunia juga diperingati sebagai bentuk kampanye pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. PBB menetapkan tema peringatan World Water Day tahun ini adalah “Save Our Glaciers” sebagai bentuk kepedulian terhadap bentuk kepedulian terhadap perubahan iklim global. Tema ini kemudian diadopsi oleh Kementerian Kesehatan yang mengusung tema “Upaya Bersama dalam Menjaga Kualitas Air Minum.” Sebagai bentuk dukungan dalam peringatan Hari Air Sedunia 2025, SMP Negeri 9 Kota Surakarta telah melakukan berbagai kegiatan yang mana juga sebagai bentuk upaya konservasi dan penghematan air di lingkungan sekolah, seperti melakukan kampanye hemat air, pemasangan sticker di dekat kran dan membuat SOP penggunaan air di sekolah. Selain itu, konservasi air juga dilakukan dengan menampung air hujan dan air AC untuk kemudian dimanfaatkan untuk menyiram tanaman atau air karburator. Air dari wudhu juga dialirakan ke kolam ikan dan sumur resapan. (Awp)

Kontribusi SMP Negeri 9 Kota Surakarta dalam Mendukung Hari Air Sedunia 2025 Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Ikuti Kegiatan Jajan Pangan Lokal di Pasar Tanpa Plastik

Solo, Jumat 21/03/2025, Sekolah Ekologis dan Ramah Lingkungan adalah bagian dari visi misi SMP Negeri 9 Kota Surakarta,– Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, sebuah visi, misi inovatif. Pada kesempatan tersebut, perwakilan guru SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Dwi Sulistya S.Pd, bersama dua peserta didik hadir mengikuti kegiatan di Pasar Jebres Solo, di mana pasar ini kini mencoba bertransformasi menjadi pasar ramah lingkungan dengan menerapkan budaya bebas plastik dan mendorong penggunaan kemasan alami serta sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Kegiatan diinisiasi oleh Lembaga Gita Pertiwi Surakarta (GP) sebagai lembaga Non Government Organisasi (NGO) yang fokus terhadap isu-isu lingkungan di kota Surakarta. Peserta lain dikegiatan ini; SMP Negeri 3 Kota Surakarta, MI Muhammadiyah Program Khusus, Kartosuro dan SMP Negeri 3 Colomadu, Karanganyar. Para pedagang di Pasar Jebres Solo dengan pendampingan GP berusaha beralih dari kantong plastik ke bahan yang lebih ramah lingkungan, seperti daun pisang, kertas untuk membungkus makanan tradisional seperti tempe, tahu, dan jajanan pasar.  Terdapat pula gerakan membawa kantong kain dan atau anyaman bambu sebagai pengganti tas plastik.  “Kami ingin membangun kebiasaan belanja sehat bagi lingkungan. Plastik sekali pakai berusaha kami kurangi secara bertahap. Selain itu, kami mengajak lembaga pendidikan ikut serta menjadi bagian misi tersebut sebagai wujud cita-cita besar kita, yaitu lingkungan yang sehat dan sekolah berwaasan ekologis,” ujar staff program GP yang biasa disapa kak Isna bersemangat. Pukul 07.30 wib kegiatan diawali briefing di depan Pasar Jebres dengan pembagian kelompok peserta didik dan guru. Masing-masing dibekali uang sebesar Rp 35.000 untuk dibelanjakan jajanan lokal; makanan, buah maupun sayur. Rata-rata butuh waktu 10-15 menit, berbelanja, kemudian berkumpul di lantai dua area food court. Sayangnya, karena bertepatan dengan puasa, maka tidak banyak kios yang buka di pagi hari. Masing-masing kelompok mengeluarkan hasil belanjaan kemudian mendiskusikan apa saja yang dapat. Dari hasil belanjaan, terdapat sayur, buah dan jajanan tradisional seperti klepon, kukis dan serabi. “Dengan bekal uang Rp 35,000 ternyata mendapatkan hasil belanja banyak sekali,” ujar salah satu komentar kelompok 1 ,- Livy Melodia Putry  perwakilan SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Pada saat kegiatan diskusi, terdapat hal sama dari semua kelompok yaitu masih adanya pedagang maupun pembeli yang menggunakan kantong plastik sebagai wadah. Hal ini menunjukkan bahwa gerakan ini membutuhkan kepedulian banyak pihak. Oleh karenanya, GP mengajak sekolah terjun langsung untuk melakukan kajian bersama saat berbelanja membawa kemasan sendiri sebagai kampanye sekaligus sosialisasi budaya ramah lingkungan.  “Kami senang melihat semakin banyak pembeli yang membawa tas belanja sendiri. Ini perubahan positif yang harus terus kita dukung,” kata Alfian Khamal, seorang aktivis lingkungan GP bertugas sebagai dokumentasi. Sebagian besar pembeli menyambut baik inisiatif ini. “Awalnya agak susah, tapi setelah beberapa kali belanja, malah lebih nyaman pakai tas kain sendiri,” ungkap Ari, staf Pasar Jebres Solo. Tepat pukul 09,15 WIB, diskusi dilanjutkan dengan membuat rancangan program kegiatan yang terkait dengan sekolah masing-masing. Selesai menyusun kemudian dipresentasikan secara bergantian. Adapun rencana program SMP N 9 Kota Surakarta antara lain: Sosialisasi pemilahan sampah dibagi 3 tempat yaitu tong sampah warna hijau adalah sampah organic, warna kuning sampah an organic, dan merah adalah sampah kimia/ B3. Melakukan kegiatan Reduse, Reuse, Rececle (3R) yang terintegrasi dengan modul pembelajaran semua mata pelajaran Sosialisasi dan kampanye membawa bekal sendiri (bekal makanan dan tumbler) Merencanakan membuat zona tanaman (buah, obat tradisional dan hias) Memperbanyak serapan air hujan berupa biopori Pengolahan sampah organic dengan menggunakan teknik hewan pengurai (maggot) Mengajukan ke kurikulum untuk menjadwalkan kegiatan grebeg lingkungan 1 pekan sekali yaitu kegiatan perawatan tanaman, bopori, dan pembuatan pupuk. Diharapkan seluruh pihak ikut ambil bagian. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya merevitalisasi pasar, tapi akan lebih baik kedepannya seandainya juga dapat memberikan insentif bagi pedagang yang tidak menggunakan plastik. Selain itu, dibutuhkan komunitas peduli lingkungan yang rutin mengadakan edukasi kepada pengunjung tentang pentingnya mengurangi sampah plastik. Harapan transformasi Pasar Jebres Solo menjadi pasar ramah lingkungan adalah contoh bahwa perubahan menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan bisa dimulai dari langkah kecil. Dengan dukungan semua pihak, pasar tradisional dapat tetap eksis tanpa merusak lingkungan. (DeeHa)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Ikuti Kegiatan Jajan Pangan Lokal di Pasar Tanpa Plastik Read More »

Jumat Bersih SMP Negeri 9 Kota Surakarta Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2025

SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan kegiatan Jumat bersih pada Jumat (21/2/2025) yang diikuti oleh seluruh warga sekolah. Kegiatan membersihkan lingkungan sekolah ini diadakan sekaligus untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025. Peserta didik dari setiap kelas bertugas membersihkan kelas dan area depan kelas masing-masing. Sedangkan Tim Adiwiyata membersamai para guru dan tenaga kependidikan berbagi tugas untuk membersihkan area halaman sekolah. Pada kegiatan Jumat bersih ini juga dimanfaatkan warga sekolah untuk membersihkan drainase atau selokan di lingkungan sekolah untuk mencegah genangan air yang meluap ketika hujan. Momen ini juga dimanfaatkan warga sekolah untuk melakukan pemeliharaan tanaman dengan cara memotong dan mengambil daun-daun kering, mengambil sampah yang terselip di sela-sela pot tanaman, menyiram tanaman dan mengganti tanaman yang sudah mati dengan tanaman baru. Selain memperingati HPSN 2025, kegiatan Jumat bersih rutin dilakukan dua kali dalam sebulan untuk tetap menjaga kebersihan sekolah agar terciptanya lingkungan belajar yang bersih, sehat dan nyaman bagi peserta didik. (Awp)

Jumat Bersih SMP Negeri 9 Kota Surakarta Peringati Hari Peduli Sampah Nasional 2025 Read More »

Kamis Sehat Awali Kegiatan SMP Negeri 9 Kota Surakarta setelah Libur Panjang Akhir Pekan

Warga SMP Negeri 9 Kota Surakarta ikuti rangkaian kegiatan Kamis sehat setelah libur panjang akhir pekan Sabtu-Rabu (25-29/1/2025) dalam rangka Peringatan Isra Miraj dan Hari Imlek. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik kelas 7, 8 dan 9 didampingi oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan diawali dengan doa pagi bersama dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Agenda dilanjutkan dengan jalan sehat di lingkungan sekitar sekolah untuk kelas 7 dan 9, sedangkan kelas 8 melanjutkan kegiatan dengan senam Anak Indonesia Hebat di halaman sekolah. Setelah melakukan olahraga, peserta didik melakukan kerja bakti bersama di kelas masing-masing dan area sekitarnya. Sebelum rangkaian Kamis sehat selesai, peserta didik menerima pembagian snack sehat dari sekolah sebagai tambahan gizi. Serangkaian kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pembiasaan dalam implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat. Melalui pembiasaan di sekolah diharapkan peserta didik dapat juga menerapkan kebiasaan tersebut di rumah. (Awp)

Kamis Sehat Awali Kegiatan SMP Negeri 9 Kota Surakarta setelah Libur Panjang Akhir Pekan Read More »

LAUNCHING PROGRAM “JUMPA MAMA ZI” Jumat Pagi Makan Bersama Bergizi Sehat

Jumat, 15 November 2024 Halaman dan aula SMP Negeri 9 Kota Surakarta menjadi saksi peluncuran program inovatif Jumpa Mama Zi (Jumat Pagi Makan Bersama Bergizi Sehat), yang dihadiri oleh peserta didik kelas 7, 8, dan 9, seluruh GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan), serta mahasiswa PLP PPG dari UNS dan UMS. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen SMP Negeri 9 Kota Surakarta sebagai sekolah Adiwiyata dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Program Jumpa Mama Zi dirancang untuk mengedukasi pentingnya pola makan sehat serta mendukung upaya pengurangan sampah plastik. Setiap peserta didik dan peserta lainnya diminta membawa bekal sehat dan botol minuman (tumbler) pribadi, sebagai wujud nyata dalam mendukung program ramah lingkungan. Kegiatan yang Berkesan Acara dimulai dengan apel pagi yang dipimpin oleh kepala sekolah Ibu Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan besar agar program Jumpa Mama Zi dapat menjadi kebiasaan yang positif dan berkelanjutan di SMP Negeri 9. “Tidak hanya sekadar makan bersama, kegiatan ini adalah langkah awal kita untuk mendukung lingkungan yang lebih sehat dan bebas plastik,” tegasnya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama di halaman sekolah. Semua peserta terlihat antusias menikmati bekal yang mereka bawa dari rumah, saling berbagi cerita, dan bercanda. Selain kebersamaan, acara ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat dengan pola makan bergizi dan minim sampah. Para mahasiswa PLP PPG dari UNS dan UMS turut serta membantu menyukseskan kegiatan ini, baik dalam pengaturan acara maupun sosialisasi kepada peserta didik tentang pentingnya membawa bekal sehat. Dukungan sebagai Sekolah Adiwiyata Sebagai sekolah Adiwiyata, SMP Negeri 9 Kota Surakarta terus berinovasi dengan program-program berbasis lingkungan. Jumpa Mama Zi menjadi salah satu langkah nyata dalam mengurangi dampak negatif dari sampah plastik sekali pakai yang kerap digunakan dalam pembungkusan makanan. Program ini juga selaras dengan misi pendidikan karakter untuk menanamkan kebiasaan baik kepada peserta didik sejak dini. Dengan dimulainya program ini, diharapkan seluruh warga sekolah dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi lingkungan sekitar. Mari bersama-sama wujudkan sekolah yang sehat, bersih, dan ramah lingkungan melalui aksi sederhana, seperti membawa bekal bergizi dan menggunakan tumbler pribadi. #Adiwiyata #JumpaMamaZi #SMPN9Surakarta #HidupSehatTanpaPlastik

LAUNCHING PROGRAM “JUMPA MAMA ZI” Jumat Pagi Makan Bersama Bergizi Sehat Read More »

Scroll to Top