Kokurikuler Semarak Bulan Bahasa, Murid-Murid Spelanska Tampilkan Kreativitas Berbahasa

SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar Semarak Lomba Bulan Bahasa sebagai kegiatan kokurikuler lintas ilmu yang mengusung tema “Bahasa Kreatif, Generasi Inovatif” pada Rabu, (22/10/2025) yang diikuti oleh seluruh murid kelas VII, VIII dan IX. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa yang puncaknya akan diadakan pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Terdapat lima lomba yang dipertandingkan dalam kegiatan ini yaitu lomba menulis puisi, lomba menulis dan membaca Aksara Jawa, lomba pidato Bahasa Inggris, lomba mading-pojok baca-kebersihan dan lomba menyanyikan lagu nasional. Seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba-lomba yang diadakan dengan sistem bagi tugas untuk memastikan semuanya dapat berpartisipasi.

Seluruh murid kelas VII, VIII dan IX mengikuti pembukaan dan pengarahan sebelum kegiatan kokurikuler Lomba Bulan Bahasa dimulai, Rabu (22/10/2025) di halaman sekolah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan acara berupa pengarahan dan motivasi oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. “Ibu minta kalian mengikuti lomba ini bukan hanya sekedar berpartisipasi saja, tapi kalian dapat menemukan bakat dan mengembangkan potensi melalui kegiatan ini.” Selanjutnya diberikan pengarahan oleh ketua Tim B Kokurikuler, Anggraini W.P., S.Pd. mengenai pelaksanaan lomba.

Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. membuka kegiatan kokurikuler Bulan Bahasa, Rabu (22/10/2025).
Ketua panitia Bulan Bahasa, Anggraini W.P., S.Pd. didampingi Tim B Kokurikuler memberikan petunjuk teknis lomba.

Lomba menulis puisi secara impromptu diikuti oleh perwakilan murid putra dan putri dari masing-masing kelas dengan total 54 peserta. Setiap peserta mengambil undian tema yang sudah disiapkan untuk kemudian ditulis menjadi sebuah karya puisi. Kelima tema yang disiapkan adalah 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pemuda dan Bangsa, Pelestarian Bahasa dan Budaya, Nasionalisme dan Kebhinekaan, dan Generasi Unggul Berliterasi. 

Pelaksaan lomba menulis puisi didampingi juri, Teguh Widada, S.Pd.
Peserta lomba menulis puisi secara impromptu.

Lomba menulis dan membaca Aksara Jawa diselenggarakan di studio musik dengan 54 peserta. Setiap peserta diminta mengalihaksarakan satu alinea teks berhuruf latin ke huruf jawa dengan durasi maksimal 10 menit. Setelah selesai menulis, peserta secara bergiliran membaca satu alinea teks berhuruf Jawa dengan durasi maksimal 2 menit.

Pelaksanaan lomba menulis dan membaca Aksara Jawa di ruang musik.
Peserta lomba menulis dan membaca Aksara Jawa tampil di depan dewan juri., Tri Wahyuni, S.Pd.
Peserta lomba menulis dan membaca Aksara Jawa tampil di depan dewan juri., Sumino, S.Pd.

Lomba pidato Bahasa Inggris diselenggarakan di ruang multimedia dengan jumlah peserta yang sama, yaitu 54 murid. Setiap tingkat disediakan dua pilihan tema pidato seputar Pemuda dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan peserta diberikan kebebasan memilih. Setiap penampilan peserta dinilai berdasarkan isi, kelancaran dan penampilan saat menyampaikan pidatonya. Meskipun Bulan Bahasa lekat dengan apresiasi Bahasa Indonesia, pada perlombaan kali ini dimasukan kategori Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris untuk memberikan kesempatan lebih besar bagi para murid menggali potensinya.

Pelaksanaan lomba pidato Bahasa Inggris di ruang multimedia.
Peserta pidato Bahasa Inggris, Edgina (IX I) tampil di depan dewan juri dan peserta lomba.

Lomba mading, pojok baca dan kebersihan diselenggarakan di kelas masing-masing. Para peserta yang terdiri 6 murid dari masing-masing kelas tampak begitu antusias untuk membuat konten mading dan menghias pojok baca di kelas mereka. Tidak sedikit yang berkreasi membuat pohon literasi sebagai penghias area membaca.

Karya mading dan pojok baca kelas VII F.
Karya mading dan pojok baca kelas VIII F.
Karya mading dan pojok baca kelas IX A.

Lomba kelima yaitu lomba menyanyi lagu nasional diikuti maksimal 20 murid dari masing-masing kelas. Terdapat dua lagu yang harus dinyanyikan secara a capella, yaitu lagu wajib “Bangun Pemudi Pemuda” dan lagu pilihan yang sudah diundi sebelumnya; Maju Indonesia (Cornel Simandjuntak), Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki), Serumpun Padi (R. Maladi), Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki), Satu Nusa Satu Bangsa (L. Manik). Lomba ini diadakan sebagai bentuk motivasi untuk para murid agar lebih mengenal lagu-lagu nasional sebagai bentuk cinta tanah air dan sekaligus melatih kekompakan mereka.

Peserta lomba menyanyikan lagu nasional dari kelas IX C membawakan lagu Maju Indonesia.
Peserta lomba menyanyikan lagu nasional dari kelas VII I membawakan lagu Serumpun Padi.

Melalui kegiatan ini diharapkan para murid dapat meningkatkan rasa cinta dan bangga pada bahasa-bahasa yang mereka pelajari, terutama Bahasa Indonesia. Mereka juga diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dalam berbahasa dan menggunakannya ke aktivitas-aktivitas yang positif. (Awp)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top