admin

Pembelajaran di Luar Kelas SMP Negeri 9 Kota Surakarta ke SMP Negeri 2 Salatiga

SMP Negeri 9 Kota Surakarta melaksanakan kegiatan Pembelajaran di Luar Kelas ke SMP Negeri 2 Salatiga pada Jumat (7/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan murid dan didampingi oleh pengawas sekolah, guru dan tenaga kependidikan. Agenda utama kunjungan ini adalah untuk melakukan studi tiru praktik-praktik baik di SMP Negeri 2 Salatiga, khususnya dalam pengembangan perpustakaan dan literasi. Setelah menempuh waktu perjalanan dua jam, rombongan SMP Negeri 9 Kota Surakarta tiba di SMP Negeri 2 Salatiga dengan disambut iringan musik dari grup drumband yang meriah. Para pemain berdiri berjajar di sisi kiri dan kanan jalan menyambut kedatangan para guru dan murid Spelanska.  Bangunan sekolah yang dikenal dengan sebutan Negrosa ini merupakan gedung yang diidirikan pada 1923 dengan nama Governement Meisijs Kweekschool, sekolah khusus perempuan pribumi. Bagunan sekolah tersebut dianggap sebagai cagar budaya yang harus dilestarikan dan dilindungi karena penting sebagai nilai sejarah dan ilmu pengetahuan. Sebelum memasuki pendopo atau aula sekolah yang masih asli bangunannya, rombongan Spelanska dapat melihat hasil karya dan inovasi yang sudah dilaksanakan di SMP Negeri 2 Salatiga, seperti pemanfaatan digital dalam kegiatan sekolah, hasil karya P5, kerjasama dengan pihak lain, baik dalam ataupun luar negeri dan berbagai inovasi dalam bidang literasi yang telah berhasil mengharumkan nama sekolah. Sebelum acara dimulai, ditampilkan line dance dengan iringan lagu Sik Sik Sibatumanikam dari grup tari Negrosa yang belum lama ini telah memangkan kompetisi line dance tingkat Kabupaten Salatiga. Tidak hanya itu, ditampilkan pula musikalisasi puisi dengan iringan biola yang disampaikan dengan empat bahasa yaitu, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa dan Bahasa Jepang. Pesan yang disampaikan dalam puisi yang disampaikan adalah mengenai pentingnya buku dan kemampuan literasi. Siti Latifah, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, menyampaikan tentang latar belakang kunjungannya yaitu bahwa dirinya ingin membawa para guru dan murid untuk belajar dari praktik baik yang ada di SMP Negeri 2 Salatiga. “Ini sudah menjadi keinginan saya sejak lama. Semoga Bu Mudji bersedia berbagi praktik baik yang ada di sekolah ini dan juga mengizinkan kami untuk mengadaptasi hal-hal baik tersebut di sekolah kami.” Gayung bersambut, Kepala SMP Negeri 2 Salatiga, Mudjiati, M.Pd. menyampaikan dalam paparannya berbagai program yang telah dilakukan di sekolahnya, khususnya dalam pengembangan perpustakaan dan literasi. “Perpustakaan kami berhasil masuk ke dalam Top 10 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Kota Salatiga di mana websitenya dapat diakses oleh semua kalangan di luar sekolah. Sedangkan untuk akses internal, anak-anak dan guru dapat menggunakan aplikasi di smartphone masing-masing.” Perpustakaan Digital SMP Negeri 2 Salatiga atau yang disebut Kasta Libra berhasil meraih Akreditasi A dari Perpustakaan Naasional. Selain Kasta Libra, para murid juga aktif dalam kegiatan literasi, seperti litersi 30 menit setiap Jumat, English Reading Club, Ngabubu-read atau kegiatan membaca menjelang liburan sekolah. Pada kesempatan tersebut para murid juga belajar tentang bagaimana organisasi dan duta-duta sekolah berperan dan mendukung segala kegiatan sekolah secara maksimal demi kemajuan sekolah. Tidak hanya itu, para murid Spelanska juga memiliki kesempatan untuk menjalin pertemanan dengan para murid Negrosa. Kegiatan kedua sekolah tersebut ditutup dengan kegiatan rohani bersama yaitu ibadah salat Jumat bagi murid laki-laki muslim, keputrian untuk murid perempuan muslim dan kebaktian untuk murid Katholik dan Kristiani. Setelah belajar bersama di SMP Negeri 2 Salatiga, perjalanan rombongan SMP Negeri 9 Kota Surakarta dilanjutkan ke Dusun Semilir untuk memberi kesempatan para peserta baik guru ataupun murid untuk melepas lelah dan menikmati pemandangan pegunungan di sekitar Boyolali-Semarang. Praktik-praktik baik yang telah didapatkan dari kegiatan ini diharapkan dapat ditiru dan dimodifikasi untuk kemajuan SMP Negeri 9 Kota Surakarta. (Awp)    

Pembelajaran di Luar Kelas SMP Negeri 9 Kota Surakarta ke SMP Negeri 2 Salatiga Read More »

Kegiatan Sedekah Buku dan Belajar Menulis Berita di SMP Negeri 9 Kota Surakarta

SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan kegiatan Workshop Literasi yang dilaksanakan pada Rabu (5/11/2025) di pagi hari. Kegiatan ini melibatkan seluruh peserta didik kelas VII A-I, serta narasumber, Damar Sri Prakoso yang merupakan wartawan Solopos Media Group. Tempat diselenggarakannya kegiatan Workshop Literasi adalah aula SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menambah ilmu pengetahuan tentang berita. Hingga sampai penutup acara, kegiatan berjalan dengan lancar, tanpa hambatan yang berarti. Penulis: Fatmawati (VII D/11) SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar workshop literasi pada Rabu (5/11/2025) yang dihadiri oleh peserta didik kelas VII, VIII dan IX secara bergilir di aula sekolah. Narasumber yang menghadiri acara tersebut adalah Damar Sri Prakoso dari Solopos. Acara workshop ini dibuka oleh Anastasia Ratna F pada urutan kelas VIII, pukul 09.30 WIB. Dalam workshop ini, peserta mendapatkan materi tentang teknik dasar penulisan berita, mulai dari pengumpulan informasi hingga penyusunan berita yang baik dan benar. Setelah dijelaskan oleh narasumber, peserta diberi tugas praktik untuk membuat berita singkat. Tujuan utama dari workshop ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan peserta dalam membuat berita yang baik dan benar. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal yang bermanfaat bagi seluruh peserta dalam mengembangkan kemampuan literasi serta meningkatkan minat mereka dalam menulis berita. Penulis: Ainun Mahya R. (VIII A/03) SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan workshop jurnalistik pada Rabu (5/11/2025) dalam rangka kegiatan kokurikuler. Acara ini diikuti oleh seluruh murid kelas IX yang antusias untuk belajar lebih dalam tentang dunia menulis dan media. Workshop dibuka dengan pembukaan dari MC, Anggraini W.P, yang memandu jalannya acara. Suasana workshop semakin menarik ketika narasumber, Damar Sri Prakoso, mulai membagikan pengetahuan dalam membuat berita. Dalam sesi pemaparan, Damar menjelaskan dasar-dasar penulisan berita. Para murid juga diajak langsung untuk mencoba menulis berita singkat mengenai kegiatan workshop ini. Kegiatan ini berlangsung dengan interaktif dan menyenangkan. Banyak murid yang ikut memaparkan berita singkat buatan mereka. Di akhir acara, MC menutup kegiatan dan mengucapkan terima kasih untuk narasumber dan peserta. Penulis: Delissa Latanya A (IX H/08) Sebelumnya, seluruh murid SMP Negeri 9 Kota Surakarta melaksanakan agenda Sedekah Buku di halaman sekolah untuk kelas VII dan di kelas masing-masing untuk kelas VIII dan IX didampingi oleh wali kelas. Buku yang disedekahkan adalah buku non-pelajaran yang dimiliki murid di rumah. Masing-masing murid menyerahkan buku dan membubuhkan tanda tangan pada form bukti hibah. Jumlah buku yang sudah terkumpul sekitar 200 buku yang kemudian akan didata dan dicap. Rencananya sebagian buku akan ditambahkan di perpustakaan Spelanska sebagai koleksi dan sebagian lagi akan didistribusikan di pojok-pojok kelas. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran berliterasi warga sekolah, sekaligus menumbuhkan budaya membaca dengan lebih mendekatkan sumber-sumber literasi khusunya untuk para murid dan guru. (Awp)

Kegiatan Sedekah Buku dan Belajar Menulis Berita di SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

Warga SMP Negeri 9 Kota Surakarta Berliterasi di Pameran Rajamala Museum Radya Pustaka

Warga SMP Negeri 9 Kota Surakarta meramaikan Pameran Rajamala yang diselenggarakan di Museum Radya Pustaka Kota Surakarta pada Sabtu-Minggu (1-2/11/2025). Kegiatan ini diselenggaran oleh para murid kelas VII, VIII dan IX dengan pendampingan para guru dan orang tua. Pameran temporer “Rajamala” ini diselenggarakan mulai dari tanggal 28 Oktober – 2 November 2025  untuk merayakan ulang tahun museum yang ke-135. Pameran ini menampilkan instalasi, koleksi, dan pertunjukan seni untuk mengenalkan tokoh Rajamala, seperti tari kreasi dan makna di balik ornamen Rajamala. Para murid dapat masuk ke museum untuk belajar sejarah sekaligus melihat koleksi museum secara gratis. Di area halaman depan museum terdapat ornamen pahatan kayu (canthik) Rajamala atau dalam Bahasa Jawa disebut “Rojo Molo” yang ditempatkan di haluan dan buritan kapal. Tokoh mitologi Jawa yang juga makot kota Solo ini memiliki makna sebagai simbol kekuatan penolak bala dan energi negatif. Selain itu, para pengunjung dapat masuk untuk melihat koleksi-koleksi peninggalan sejarah yang dipamerkan di dalam museum yang terbagi menjadi beberapa ruangan. Ruang Tosan Aji berisi koleksi senjata dari logam muliaa, arca dan miniatur Joglo atau rumah ada Jawa Tengah. Ruang keramik memamerkan koleksi keramik yang kebanyakan berasal dari peninggalan Belanda. Ruang perunggu menampilkan koleksi benda dari perunggu seperti patung dan gamelan. Terdapat pula koleksi gamelan agung milik Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV dan alat tenun tradisional yang disebut genderan. Jika ingin memperkaya informasi, para pengunjung dapat menuju area perpustakaan di dalam museum untuk membaca buku. Seperti tema pameran yaitu Rajamala, di dalam museum juga terdapa Ruang Rojo Molo yang memamerkan patung Rajamala yang menjadi hiasan kapal Keraton Surakarta. Masih banyak koleksi yang lain yang dapat menjadikan bahan belajar sejarah bagi para murid dan pengunjung lainnya. Melalui kegiatan ini, para murid diharapkan dapat meningkatkan kompetensi literasi mereka, khususnya tentang museum, sejarah dan budaya nusantara. (Awp)  

Warga SMP Negeri 9 Kota Surakarta Berliterasi di Pameran Rajamala Museum Radya Pustaka Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Meriahkan Bulan Bahasa dengan Berbagai Perlombaan

Surakarta, 22 Oktober 2025 — Suasana penuh semangat dan antusiasme terlihat memenuhi halaman SMP Negeri 9 Kota Surakarta pada Rabu (22/10), ketika sekolah menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Bulan Bahasa bertema “Bahasa Kreatif Generasi Inovatif.” Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk apresiasi terhadap bahasa sebagai sarana komunikasi, ekspresi diri, dan pemantik kreativitas generasi muda. Ketua panitia, Anggraini Wulan Prasasti menyampaikan bahwa tema tersebut dipilih sesuai dengan perkembangan zaman. “Bahasa bukan hanya alat untuk berkomunikasi, tetapi juga medium berpikir. Melalui bahasa, ide inovatif lahir dan berkembang. Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk karakter siswa yang kreatif, percaya diri, dan mencintai bahasa,” ujarnya. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX dengan penuh antusias. Setidaknya terdapat beberapa cabang lomba yang digelar, di antaranya: Pidato Bahasa Inggris Menulis Puisi Membaca dan Menulis Aksara Jawa Lomba Paduan Suara Lomba Pojok Baca dan Mading Selama perlombaan berlangsung, suasana kompetitif namun menyenangkan terasa di setiap sudut sekolah. Ruang Multimedia dipenuhi tepuk tangan saat peserta lomba pidato menyampaikan gagasan dengan percaya diri dan artikulasi yang jelas. Sementara itu, ruang-ruang kelas dipenuhi keheningan penuh konsentrasi ketika peserta lomba puisi menuangkan kreativitas dalam bentuk tulisan. Semangat literasi dan ekspresi visual juga terlihat dalam dua perlombaan berbasis kreativitas ruang. Dalam Lomba Pojok Baca Kelas, setiap kelas berlomba menghadirkan suasana membaca yang paling nyaman dan inspiratif sebagai upaya nyata membudayakan membaca. Sementara itu, Lomba Mading menjadi wadah bagi siswa untuk menyajikan informasi dan kreasi visual yang padat serta menarik dengan fokus pada tema-tema kebahasaan. Lomba aksara Jawa mendapat perhatian khusus, karena menjadi salah satu upaya penting sekolah dalam menjaga identitas budaya lokal. Salah satu mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP)  Neva Tsani Khoirun Nisa dari Pendidikan Bahasa Jawa UNS,  menyampaikan, “Pelestarian aksara Jawa bukan sekadar mempelajari huruf, tetapi membangun kesadaran budaya dan sejarah yang melekat dalam diri siswa.” Kepala sekolah, Siti Latifah, S.Pd.,M.Pd. dalam sambutan penutupnya mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat. “Kegiatan Bulan Bahasa ini bukan sekadar perlombaan. Ini adalah wadah untuk menunjukkan bahwa bahasa dan kreativitas dapat berjalan beriringan dalam membangun identitas dan masa depan siswa,” tegasnya. Melalui kegiatan rutin tahunan ini, SMP Negeri 9 Kota Surakarta berharap dapat terus menumbuhkan literasi, rasa nasionalisme, dan kecintaan siswa terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Perayaan Bulan Bahasa tahun ini meninggalkan kesan mendalam dan menjadi momentum penting untuk melahirkan generasi yang kreatif, kritis, dan berkarakter. (Danira – PLP)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Meriahkan Bulan Bahasa dengan Berbagai Perlombaan Read More »

Kokurikuler Semarak Bulan Bahasa, Murid-Murid Spelanska Tampilkan Kreativitas Berbahasa

SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar Semarak Lomba Bulan Bahasa sebagai kegiatan kokurikuler lintas ilmu yang mengusung tema “Bahasa Kreatif, Generasi Inovatif” pada Rabu, (22/10/2025) yang diikuti oleh seluruh murid kelas VII, VIII dan IX. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan Bahasa yang puncaknya akan diadakan pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Terdapat lima lomba yang dipertandingkan dalam kegiatan ini yaitu lomba menulis puisi, lomba menulis dan membaca Aksara Jawa, lomba pidato Bahasa Inggris, lomba mading-pojok baca-kebersihan dan lomba menyanyikan lagu nasional. Seluruh murid mendapatkan kesempatan untuk mengikuti lomba-lomba yang diadakan dengan sistem bagi tugas untuk memastikan semuanya dapat berpartisipasi. Kegiatan diawali dengan pembukaan acara berupa pengarahan dan motivasi oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. “Ibu minta kalian mengikuti lomba ini bukan hanya sekedar berpartisipasi saja, tapi kalian dapat menemukan bakat dan mengembangkan potensi melalui kegiatan ini.” Selanjutnya diberikan pengarahan oleh ketua Tim B Kokurikuler, Anggraini W.P., S.Pd. mengenai pelaksanaan lomba. Lomba menulis puisi secara impromptu diikuti oleh perwakilan murid putra dan putri dari masing-masing kelas dengan total 54 peserta. Setiap peserta mengambil undian tema yang sudah disiapkan untuk kemudian ditulis menjadi sebuah karya puisi. Kelima tema yang disiapkan adalah 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pemuda dan Bangsa, Pelestarian Bahasa dan Budaya, Nasionalisme dan Kebhinekaan, dan Generasi Unggul Berliterasi.  Lomba menulis dan membaca Aksara Jawa diselenggarakan di studio musik dengan 54 peserta. Setiap peserta diminta mengalihaksarakan satu alinea teks berhuruf latin ke huruf jawa dengan durasi maksimal 10 menit. Setelah selesai menulis, peserta secara bergiliran membaca satu alinea teks berhuruf Jawa dengan durasi maksimal 2 menit. Lomba pidato Bahasa Inggris diselenggarakan di ruang multimedia dengan jumlah peserta yang sama, yaitu 54 murid. Setiap tingkat disediakan dua pilihan tema pidato seputar Pemuda dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan peserta diberikan kebebasan memilih. Setiap penampilan peserta dinilai berdasarkan isi, kelancaran dan penampilan saat menyampaikan pidatonya. Meskipun Bulan Bahasa lekat dengan apresiasi Bahasa Indonesia, pada perlombaan kali ini dimasukan kategori Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris untuk memberikan kesempatan lebih besar bagi para murid menggali potensinya. Lomba mading, pojok baca dan kebersihan diselenggarakan di kelas masing-masing. Para peserta yang terdiri 6 murid dari masing-masing kelas tampak begitu antusias untuk membuat konten mading dan menghias pojok baca di kelas mereka. Tidak sedikit yang berkreasi membuat pohon literasi sebagai penghias area membaca. Lomba kelima yaitu lomba menyanyi lagu nasional diikuti maksimal 20 murid dari masing-masing kelas. Terdapat dua lagu yang harus dinyanyikan secara a capella, yaitu lagu wajib “Bangun Pemudi Pemuda” dan lagu pilihan yang sudah diundi sebelumnya; Maju Indonesia (Cornel Simandjuntak), Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki), Serumpun Padi (R. Maladi), Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki), Satu Nusa Satu Bangsa (L. Manik). Lomba ini diadakan sebagai bentuk motivasi untuk para murid agar lebih mengenal lagu-lagu nasional sebagai bentuk cinta tanah air dan sekaligus melatih kekompakan mereka. Melalui kegiatan ini diharapkan para murid dapat meningkatkan rasa cinta dan bangga pada bahasa-bahasa yang mereka pelajari, terutama Bahasa Indonesia. Mereka juga diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dalam berbahasa dan menggunakannya ke aktivitas-aktivitas yang positif. (Awp)  

Kokurikuler Semarak Bulan Bahasa, Murid-Murid Spelanska Tampilkan Kreativitas Berbahasa Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Kegiatan Kokurikuler Branding Batik Sekar Jagad

SMP Negeri 9 Surakarta menggelar agenda kokurikuler Branding Batik Sekar Jagad pada Kamis (16/10/2025). Acara kokurikuler ini terasa istimewa dengan kehadiran narasumber R.Ay. Febri Hapsari Dipokusumo, S.Sos. dan Gunawan Setiawan, yang berkesempatan berbagi pengetahuan bersama para murid dan guru. Agenda kokurikuler Batik Sekar Jagad ini merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan dalam rangka menerapkan pembelajaran kokurikuler di SMP Negeri 9 Surakarta. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk memperkenalkan batik Sekar Jagad sebagai branding SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Acara diawali dengan sambutan pembukaan oleh Kepala SMP Negeri 9 Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd., didampingi oleh Ketua Tim 1, Sri Handayani Budi S, S.Pd., dilanjutkan dengan penyampaian susunan acara dan latar belakang program branding batik Sekar Jagad di SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Sesi inti acara di aula berlangsung secara bergantian, dimulai dari peserta didik kelas VII, VIII, dan terakhir kelas IX. R.Ay. Febri Hapsari Dipokusumo, S.Sos. memaparkan materi dengan luar biasa dan penuh semangat. Beliau membahas sejarah batik Surakarta, macam-macam batik, makna motif batik, serta filosofi batik Sekar Jagad. Tak lupa, beliau megajak para murid untuk aktif mengikuti acara ini dengan penuh semangat. Sesi dilanjutkan dengan tanya jawab kepada para murid dan diakhiri dengan pembuatan pola batik Sekar Jagad oleh perwakilan setiap kelas. Sementara itu, di ruang multimedia, diadakan workshop yang diisi oleh Gunawan Setiawan, pendiri Batik Gunawan Setiawan Kauman, yang membersamai para guru. Beliau menyampaikan proses pembuatan batik Sekar Jagad. Dalam workshop ini, beliau membedah secara rinci tentang batik Sekar Jagad, menunjukkan contoh pola, dan mengajarkan cara menggunakan canting untuk membatik. Secara keseluruhan, agenda ini berjalan menarik dan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi guru maupun para murid. Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd., berharap agenda ini menjadi awal branding batik Sekar Jagad yang akan dikenal luas oleh masyarakat. Harapan ini selaras dengan makna Sekar Jagad, yaitu ‘Taman Dunia” yang difilosofikan sebagai Bhinneka Tunggal Ika: berbeda-beda namun tetap satu jua. (YA)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Kegiatan Kokurikuler Branding Batik Sekar Jagad Read More »

Lurah Pajang bersama Dishub Kota Surakarta Sambangi SMP Negeri 9 Kota Surakarta

Selasa, 7 Oktober 2025 SMP Negeri 9 Kota Surakarta disambangi oleh Lurah Pajang bersama dengan Dishub Kota Surakarta. Selain Lurah Pajang, turut hadir pula Seklur, Proklim, dan Pegiat Lingkungan Kelurahan Pajang. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman sekolah dengan tajuk LAPASS (Lurah Pajang Sambangi Sekolah) yang diikuti oleh peserta didik kelas 7, 8, 9, Bapak/Ibu Guru dan Staf TU serta Bapak/Ibu PPL UNS. Program ini bertujuan mempererat hubungan antara pemerintah kelurahan dengan masyarakat sekolah, sekaligus sebagai wujud perhatian terhadap pendidikan di wilayah Kelurahan Pajang. Kegiatan dipandu oleh Sri Hastuti, S.H., selaku Waka Humas dengan susunan acara sambutan kepala sekolah, sambutan lurah, isian dari dishub, dan penutup. Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd menyampaikan pesan agar peserta didik mencatat materi yang disampaikan oleh narasumber dan melaksanakannya. Dalam sambutannya Bapak Supyanto, SH, selaku Lurah Pajang menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu langkah strategis Kelurahan Pajang untuk meningkatkan komunikasi, kolaborasi, dan kepedulian terhadap pendidikan. Beliau juga menghimbau agar peserta didik tidak mengendarai motor sendiri. Pembicara utama dalam kegiatan tersebut adalah Bapak Dayyan, ST dan Bapak Muh. Afiq dari Dishub Kota Surakarta. Isi materi yang disampaikan yakni tentang rambu-rambu lalu lintas, marka di jalanan, serta kelengkapan saat berkendara. Dalam paparannya, Dayyan, S.T. menekankan pentingnya memahami simbol-simbol visual di jalan raya untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan. “Rambu-rambu lalu lintas seperti larangan, peringatan, dan petunjuk bukan sekadar papan besi, tapi panduan hidup yang menyelamatkan nyawa. Rambu lalu lintas yang disampaikan adalah rambu peringatan/kuning, rambu larangan yang berwarna merah, rambu berwarna biru yang memiliki arti petunjuk, dan rambu yang berwarna hijau berarti memberikan informasi seperti lokasi dan petunjuk arah. Selain itu, beliau juga membahas marka jalanan yang sering diabaikan pengendara. “Marka garis putih putus-putus berarti boleh menyalip, tapi garis kontinu menandakan zona berbahaya. Banyak kecelakaan terjadi karena pengendara mengabaikan ini, terutama di persimpangan ramai.” Acara diakhiri dengan diskusi dan sesi foto bersama, menandai komitmen bersama Dinas Perhubungan untuk menciptakan lingkungan transportasi yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.

Lurah Pajang bersama Dishub Kota Surakarta Sambangi SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

Scroll to Top