DIKLAT PMR DAN PHBS SMP NEGERI 9 SURAKARTA

DASAR KEGIATANSabtu dan Minggu, 25-26 Februari 2017 DIKLAT PMR dan PHBS  diselenggarakan sebagai langkah pembekalan materi serta pelatihan praktek bagi para calon anggota PMR dan PHBS SMP Negeri 9 Surakarta dalam rangka pembentukan kecakapan tiap anggota demi keberhasilannya menangani korban yang membutuhkan penanganan serta dapat mencintai lingkungan yang ada di sekitarnya bersamaan dengan diresmikannya menjadi anggota. TUJUAN 1. Memberikan pembekalan materi serta pelatihan praktek kepada calon anggota Palang Merah            Remaja (PMR) sebagai peserta diklat. 2. Membentuk serta meningkatkan kecakapan calon anggota dan anggota Palang Merah Remaja      (PMR) dalam menangani korban yang membutuhkan penanganan. 3. Lebih mengenalkan mengenai Palang Merah Remaja (PMR) kepada para calon anggota PMR         yang baru. 4. Meresmikan keanggotaan para calon anggota resmi menjadi anggota resmi Palang Merah Remaja      (PMR) SMP Negeri 9 Surakarta. 5. Memulai kerjasama antara anggota PMR baru dengan anggota PMR yang lebih awal menjadi      anggota resmi dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan.  Penyematan co-card peserta diklat pelantikan anggota PMR Praktek Pertolongan Pertama pada Kecelakaan 

DIKLAT PMR DAN PHBS SMP NEGERI 9 SURAKARTA Read More »

PMR SMPN 9 Surakarta Dompet Peduli PMI

Penghimpunan Donasi kepada orang tua siswa pada waktu pengambilan rapor siswa.Anggota PMR SMP N 9 Surakarta Program ini adalah program penghimpunan dana secara sukarela dari masyarakat dan dikembalikan 100% untuk masyarakat yang sedang mengalami masalah kemanusiaan dengan tidak membedakan agama, bangsa, golongan, warna kulit, jenis kelamin, dan bahasa termasuk warga masyarakat yang menjadi korban dampak gejolak sosial. Untuk mensukseskan program ini, PMI Solo telah didukung oleh media-media massa, provider selullar, instansi dan organisasi di Solo serta Bank-Bank yang ada di Solo. Menurut Drs. H. M. Adib Ajiputra, MM (Ketua Dompet Kemanusiaan) dengan program ini masyarakat bisa menyumbang melalui sms, atau transfer lewat ATM, hal ini akan mempermudah masyarakat yang ingin menyumbang. Penghimpunan Donasi kepada orang tua siswapada waktu pengambilan rapor siswa.Anggota PMR SMP N 9 Surakarta Dompet Kemanusiaan ini bukan hanya program PMI tetapi merupakan program seluruh instansi dan organisasi yang ada di Solo dan PMI berperan memfasilitasi, sehingga dibutuhkan komitmen dari semua instansi, organisasi, media massa, provider yang ada di Solo yang nantinya akan di wujudkan dalam penandatanganan komitmen bersama saat peluncuran yang akan di hadiri oleh Drs. H. M. Jusuf Kalla sebagai ketua Pengurus Pusat PMI. Selain itu untuk mendukung program ini PMI juga mengadakan program Duta Kemanusiaan yang nantinya akan menjadi ujung tombak dalam setiap aksi dompet kemanusiaan. Penyerahan Donasi di Griya PMI Peduli Program Dompet Kemanusiaan PMI Solo ini juga bertujuan untuk mewujudkan pengabdian kemanusiaan tiada henti, maksudnya ketika bencana terjadi dimanapun untuk menghimpun bantuan kita tidak perlu lagi membuat kepanitiaan-kepanitiaan tetapi cukup menggunakan dompet kemanusiaan PMI Solo yang dananya sudah dihimpun meskipun tidak ada bencana. Untuk Penggalangan Donasi di SMP N 9 bagi siswa sendiri dilakukan tanggal 9 setiap bulannya. sedangkan disela-sela pengambilan rapot anggota PMR juga mengadakan penggalangan dana kepada walimurid yang sedang mengambil rapot. Setelah terkumpul penyerahan donasi diserahkan kepada PMI Kota Surakarta serta dilanjutkan ke Griya Peduli PMI Kota Solo yang berada di Mojosongo Solo. Griya PMI Peduli Griya PMI Peduli

PMR SMPN 9 Surakarta Dompet Peduli PMI Read More »

Kunjungan Kepala SMP/MTs Payakumbuh Sumatera Barat

Pada tahun 2016 SMP N 9 Surakarta kedatangan beberapa tamu Kepala Sekolah dan Peserta diklat calon kepala sekolah dari beberapa kota di provinsi di Indonesia. Kunjungan ini dimulai dengan acara ramah tamah dengan seluruh guru dan staf SMP N 9 Surakarta. Acara ramah tamah ini diawali kata sambutan oleh Kepala SMP Negeri 9 Surakarta serta sambutan perwakilan dari Peserta Diklat Calon Kepala Sekolah dan dilanjutkan dengan presentasi penjelasan tentang keadaan dan gambaran secara umum mengenai Kunjungan dilanjutkan dengan observasi untuk menggali informasi di SMP N 9 Surakarta berkaitan dengan pelaksanaan manajemen sekolah seperti di bidang kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana, humas dan administrasi (ketatausahaan).Kegiatan kunjungan ini tidak hanya berdialog tetapi juga melihat secara langsung bagaimana pelaksanaan manajemen sekolah yang ada.Melalui penjelasan lengkap dari pihak sekolah peserta diklat mendapat wawasan baru yang berguna sebagai informasi untuk dapat menjadi tolak ukur bagi para Cakep di waktu yang akan datang ketika menjadi kepala sekolah.

Kunjungan Kepala SMP/MTs Payakumbuh Sumatera Barat Read More »

Diklat Dewan Penggalang Di Candi Sukuh, Karanganyar

Pasukan Penggalang atau sering hanya disebut pasukan adalah satuan organik dalam Gerakan Pramuka yang terdiri atas paling banyak 32 orang Pramuka Penggalang. Pasukan Penggalang dibagi dalam 4 regu yang masing-masing regu terdiri atas 6 – 8 orang Pramuka Penggalang. Gerakan Pramuka menghimpun anggotanya dalam satuan dan kwartir. Satuan terdepan dalam pembinaan peserta didik adalah Gugusdepan. Dalam Gugusdepan yang lengkap terdapat Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak dan Racana Pandega. Pasukan Penggalang merupakan tempat pembinaan Pramuka berusia 11 sampai 15 tahun yang disebut Pramuka Penggalang. Pembentukan pasukan ini bertujuan untuk memudahkan penghimpunan, pengelolaan, penggerakan dan pengarahan peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan Pramuka Penggalang untuk mencapai tujuannya. Untuk pendidikan kepemimpinan para Pramuka Penggalang, diadakan Dewan Pasukan Penggalang, yang disingkat Dewan Penggalang. Dewan Penggalang beranggotakan: Para Pemimpin Regu (Pinru). Wakil Pemimpin Regu (Wapinru). Pemimpin Regu Utama. Pembina Penggalang. Para Pembantu Pembina. Kegiatan, kewenangan, tugas dan mekanisme Dewan Penggalang antara lain: Dewan Penggalang mengadakan rapat minimal sebulan sekali. Ketua Dewan Penggalang adalah Pratama, sedangkan jabatan Penulis/Sekretaris dan Bendahara Dewan Penggalang dipegang oleh anggota Dewan Penggalang yang dipilih melalui musyawarah. Dewan Penggalang bertugas mengurus dan mengatur kegiatan Pasukan Penggalang dan menjalankan keputusan yang diambil oleh Dewan Penggalang. Dalam rapat Dewan Penggalang, Pembina dan Pembantu Pembina bertindak sebagai penasehat, pengarah, pembimbing serta mempunyai hak mengambil keputusan terakhir. Berjalan kaki ke candi sukuh Diklat Dewan Galang Pelantikan Dewan Galang di candi Sukuh Anggota Dewan Galang Periode 2016/2017

Diklat Dewan Penggalang Di Candi Sukuh, Karanganyar Read More »

PHBS Challenge SMP Negeri 9 Surakarta

Apa itu PHBS? Apa itu Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ? PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. PHBS itu jumlahnya banyak sekali, bisa ratusan. Misalnya tentang Gizi: makan beraneka ragam makanan, minum Tablet Tambah Darah, mengkonsumsi garam beryodium, memberi bayi dan balita Kapsul Vitamin A. Tentang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan. Setiap rumah tangga dianjurkan untuk melaksanakan semua perilaku kesehatan. Apa Manfaat PHBS ? Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit. Anak tumbuh sehat dan cerdas. Anggota keluarga giat bekerja. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga. Lokasi PHBS PHBS di Rumah PHBS di Sekolah PHBS di Tempat Kerja (Kantor) PHBS di Tempat Umum PHBS di Fasiitas Pelayanan Kesehatan (Rumah Sakit)   Dengan keterangan diatas selaku sekolah yang menyandang sebagai Sekolah Adiwiyata oleh karena itu SMP Negeri 9 Surakarta melaksanakan PHBS Challenge bersama Cita Sehat. Pada awalnya PHBS Challenge ini berjalan sampai 3 bulan saja yaitu mulai bulan Oktober – Desember 2016. Tetapi Ibu Kepala Sekolah Ibu. Mulyati, S.Pd, M.M menghendaki untuk dilanjutkan sebagai ekstrakurikuler. PHBS challenge mengambil tema : 1. Green Activation (Menanam Sayuran)     Green Activation ini adalah salah satu aktivasi PHBS bagi siswa agar mulai peduli dengan lingkungan terdekatnya dengan menanam sayuran. Mengapa meilih sayur? agar tanaman ini bisa langsung dinikmati hasilnya atas jerih payahnya menanam. Dan sayuran merupakan salah satu indikator PHBS, dimana konsumsi sayuran setiap hari merupakan sebuah kebutuhan. ” Sadar menanam akan memotivasi untuk sadar konsumsi “ 2. Physic Activation (Aktivitas Fisik)     Physic Activation ini adalah salah satu upaya bahwa salah satu indikator PHBS yakni aktivitas fisik  setiap hari akan menentukan produktivitas dalam belajar. jika badan tidak pernah di gerakkan, maka seluruh otot juga tidak bekerja dan tubuh pun menjadi lemas serta mudah mengantuk. Para challenger diajak untuk menginisiasi gerakan sederhana tentang perilaku kesehatan ini dilingkungan sekolahnya agar seluruh siswa juga turut mengikutinya (senam kebugaran). 3. Zero Waste Activation (Pengelolaan Sampah)    Zero Waste Activation ini adalah salah satu aktivasi PHBS bagi siswa agar mulai peduli dengan kondisi sampah yang kian menumpuk di lingkungan terdekatnya. sudah seharusnya, sebagai pelajar mampu berpikir bagaimana menjadikan sampah bukan sebagai musuh, tetapi sebagai sahabat. sahabat dalam arti tidak dijauhi. pelajar mampu melakukan pilah sampah & mengelolanya(terutama sampah kemasan) menjadi suatu hal yang unik dan bermanfaat. sehingga perilaku ini menjadi teladan bagi sekitarnya. ” Sampah adalah Sahabat, bukan musuh.” 4. Clean Activation (Cuci Tangan Pakai Sabun)     Clean Activation adalah salah satu aktivasi PHBS cuci tangan pakai sabun. sederhana, namun sering terlewatkan. kuman dan berbagai virus penyakit sering melewati tangan kotor kita sebelum akhirnya masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, kesadaran untuk cuci tangan pakai sabun perlu menjadi sebuah komitmen bersama agar hal yang sederhan ini menjadi kebiasaan baik. ” Melakukan CTPS sama halnya mencegah penyakit masuk ke dalam tubuh kita. Sederhana & Menyenagkan.” Panen Hasil menanam Sayuran

PHBS Challenge SMP Negeri 9 Surakarta Read More »

MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) SMPN 9 Surakarta

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sebelumnya disebut Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD), merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan para peserta didik baru. Masa orientasi lazim kita jumpai hampir di tiap sekolah, mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Hampir seluruh sekolah negeri maupun swasta menggunakan cara itu untuk mengenalkan almamater pada peserta didik baru. MOPD dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin, dan mempererat tali persaudaraan. MOPD juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut. Baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, kakak kelas, guru, hingga karyawan lainnya di sekolah itu. Tak terkecuali pengenalan berbagai macam kegiatan yang ada dan rutin dilaksanakan di lingkungan sekolah. Di SMP Negeri 9 Surakarta dilaksanakan tanggal 18 s/d 20 Juli 2016. Diisi dengan materi dari Bapak / Ibu Guru dan dari luar seperti Polisi Sektor Laweyan, PMI Kota Solo, Komunitas Pecinta Lingkungan Gropes (Gerakan Peduli Sampah), Puskesmas Pajang dan di hari terakhir siswa-siswi diajak ke pabrik pembuatan kain batik yang kebetulan hanya di depan sekolah (Batik Lawasan Jagad). Kegiatan dimulai dengan upacara bendera, instrukstur upacara Kepala SMPN 9 Surakarta Ibu. Mulyati, S.Pd,M.M dan secara simbolik penyematan id card menandakan MPLS SMPN 9 Surakarta telah dibuka diikuti peserta MPLS lainnya. Mengacu pada Permendikbud nomor 18 tahun 2016, tujuan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah: Mengenali potensi diri siswa baru; Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah; Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru; Mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya; Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong. Secara umum, tujuan diadakannya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah sebagai berikut: Memperkenalkan siswa pada lingkungan sekolah yang baru mereka masuki Memperkenalkan siswa pada seluruh komponen sekolah beserta aturan, norma, budaya, dan tata tertib yang berlaku di dalamnya. Memperkenalkan siswa pada keorganisasian Memperkenalkan siswa untuk dapat menyanyikan lagu hymne dan mars sekolah Memperkenalkan siswa pada seluruh kegiatan yang ada di sekolah Mengarahkan siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat mereka Menanamkan sikap mental, spiritual, budi pekerti yang baik, tanggung jawab, toleransi, dan berbagai nilai positif lain pada diri siswa sebagai implementasi penanaman konsep iman, ilmu, dan amal Menanamkan berbagai wawasan dasar pada siswa sebelum memasuki kegiatan pembelajaran secara formal di kelas.

MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) SMPN 9 Surakarta Read More »

Scroll to Top