admin

Upacara Pelantikan Pengurus OSIS/MPK SMP Negeri 9 Kota Surakarta Tahun 2026

SMP Negeri 9 Kota Surakarta menyelenggrakan upacara Senin pagi sekaligus pelantikan pengurus OSIS/MPK Tahun 2026 pada Senin, (12/1/2026) di halaman sekolah. Upacara diikuti oleh seluruh murid, guru, tenaga kependidikan. Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. berlaku sebagai pembina upacara. Upacara Senin pagi berjalan dengan tertib dan lancar dengan petugas dari anggota OSIS dan MPK. Usai pembacaan UUD 1945, dibacakan Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang Pelantikan Pengurus OSIS/MPK Tahun 2026. Berdasarkan hasil Pemilu yang diselenggarakan pada Senin, 4 November 2025 diperoleh hasil sebagai berikut: Ketua OSIS : Aditya Rajendra/8G  – Wakil Ketua OSIS : Luh Ayu W/8I Ketua MPK : Ainun Mahya Ramadhani/8A –  Wakil Ketua MPK : Yuanita Ayunda M/8H Bersama dengan puluhan anggota yang dibagi menjadi beberapa seksi, Aditya dan para anggotanya dilantik oleh kepala sekolah. Sebelumnya, mereka membacakan sumpah janji jabatan yang dibacakan oleh Ketua OSIS terpilih dan diikuti oleh seluruh anggota yang secara keseluruhan berjumlah 50 murid. Dalam salah satu sumpah janji jabatan, para anggota menyatakan siap menegakkan kedisiplinan sesuai tata tertib sekolah dan siap menjadi teladan/contoh bagi murid-murid yang lain. Sebagi bentuk simbol peralihan kepemimpinan OSIS, ketua sebelumnya, yaitu Mozez Hezilla menyerahkan bendera OSIS kepada kepala sekolah yang kemudian menyerahkannya ke ketua OSIS terpilih, Aditya Danang. Estafet kepemimpinan MPK juga diserahkan dari ketua sebelumnya, Kandra Lakeisha kepada Ainun Mahya. Usai penyerahan jabatan, para ketua OSIS dan MPK terpilih menandatangi berita acara, bersama dengan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan harapannya pada pengurus OSIS/MPK yang baru saja dilantik. “Khususnya kepada kalian yang baru saja dilantik, harapan saya dapat menjadi contoh dan teladan bagi teman-teman semuanya. Apabila kita ingin berhasil, maka kita harus berjalan bersama-sama,” ungkapnya. Dirinya juga menambahkan bahwa dengan jabatan yang baru saja diemban bukan berarti para anggota dapat bertindak bebas sesuai keinginan pribadi masing-masing, tetapi tetap harus memperhatikan aturan yang berlaku. Dilantiknya pengurus OSIS/MPK yang baru mengawali dan memberikan semangat organisasi dan kerjasama seluruh warga sekolah dalam usaha menyukseskan seluruh program sekolah. (Awp)

Upacara Pelantikan Pengurus OSIS/MPK SMP Negeri 9 Kota Surakarta Tahun 2026 Read More »

Sosialisasi Penggunaan Box Khusus Sampah Kemasan Plastik

Surakarta – Memasuki awal semester baru di tahun 2026, semangat menjaga lingkungan kembali menggelora di lingkungan SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Hari Jumat (9/1) 2026, pihak sekolah mengadakan sosialisasi penggunaan Box Khusus Kemasan Plastik, sebuah langkah nyata untuk memperkuat program unggulan BERLIAN (BERsihkan sampah Langsung jadI cuAN). Program BERLIAN sendiri bukanlah hal baru. Inovasi ini pertama kali diluncurkan oleh Ibu Kepala Sekolah pada tanggal 23 April 2025 tahun lalu. Sejak saat itu, wajah sekolah mulai berubah menjadi lebih bersih dan tertata. Namun, untuk memaksimalkan potensi sampah yang ada, kini sekolah memperkenalkan Box khusus yang didesain secara spesifik untuk menampung botol dan kemasan plastik. Fasilitas Box khusus ini merupakan dukungan nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Aqua. Kerja sama ini bertujuan untuk mengedukasi siswa mengenai pentingnya manajemen sampah plastik sejak dini. Dengan bantuan sarana dari PT. Aqua ini, sekolah berharap proses pemilahan sampah menjadi lebih terstandarisasi dan memudahkan alur daur ulang. Selama ini, sampah plastik sering kali tercampur dengan sampah organik, sehingga menurunkan nilai jualnya saat akan didaur ulang. Dengan adanya Box ini, diharapkan: Pemilahan Lebih Efektif: Siswa dibiasakan memisahkan sampah plastik sejak dari tangan pertama. Menjaga Kualitas Bahan: Botol plastik yang bersih dan tidak tercampur sampah basah memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Memudahkan Operasional: Dapat langsung mengangkut sampah plastik untuk diproses tanpa harus memilah ulang secara manual. Dari Sampah Menjadi Cuan Sesuai dengan jargon program ini, setiap botol yang masuk ke dalam Box tidak akan terbuang sia-sia. Sampah plastik yang terkumpul nantinya akan dikelola melalui proses daur ulang atau disalurkan ke pengepul mitra sekolah. Hasil dari penjualan sampah plastik ini akan dikonversi menjadi “Cuan” atau uang tunai yang manfaatnya kembali lagi ke siswa dan sekolah untuk kegiatan siswa, maupun pengadaan fasilitas sekolah lainnya. “Program BERLIAN bukan sekadar tentang kebersihan, tapi tentang mengubah pola pikir. Kita ingin siswa melihat sampah bukan sebagai kotoran, tapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan bijak,” ujar Ibu Kepala Sekolah dalam arahannya. Mari Berkontribusi! Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf, diajak untuk mulai membiasakan diri memasukkan kemasan plastik bekas minuman ke dalam Box yang telah disediakan di titik-titik strategis sekolah. Dengan langkah kecil membuang satu botol plastik ke tempat yang benar, kita telah berkontribusi bagi kelestarian bumi sekaligus menambah pundi-pundi tabungan sekolah.

Sosialisasi Penggunaan Box Khusus Sampah Kemasan Plastik Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Rapat Dinas dan Pembagian Tugas Guru-Tendik Tahun Ajaran 2025/2026

Surakarta, 5 Januari 2026 – SMP Negeri 9 Surakarta menyelenggarakan rapat dinas terkait pembagian tugas Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMP Negeri 9 Surakarta dengan dihadiri oleh seluruh jajaran pendidik dan staf kependidikan. Kepala SMP Negeri 9 Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pembagian tugas yang jelas sangat krusial untuk meningkatkan efisiensi dan kolaborasi di lingkungan sekolah. Menurutnya, distribusi beban kerja yang merata akan membantu guru lebih fokus pada kualitas pengajaran. “Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih suportif dan responsif, sehingga setiap siswa merasa diperhatikan serta didampingi sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Siti Latifah. Pada akhir rapat, beliau juga menekankan pentingnya kelengkapan perangkat pembelajaran sesuai dengan lima tugas pokok guru (5M) berdasarkan peraturan terbaru, yaitu: Merencanakan pembelajaran; Melaksanakan pembelajaran; Membimbing dan melatih murid; Menilai hasil belajar; serta Melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada profesi guru (seperti wali kelas atau pembina ekstrakurikuler). Siti Latifah menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar hanya dapat terlaksana secara optimal apabila perencanaan telah disusun dengan matang demi pengembangan karakter siswa. (YN)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Gelar Rapat Dinas dan Pembagian Tugas Guru-Tendik Tahun Ajaran 2025/2026 Read More »

Tindak Lanjut Evaluasi Akhir Tahun 2025 dan Koordinasi Hari Pertama Masuk Sekolah Semester Genap

SMP Negeri 9 Kota Surakarta menggelar tindak lanjut kegiatan Refleksi dan Evaluasi Akhir Tahun 2025 dan koordinasi hari pertama masuk sekolah semester genap Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Jumat (2/1/2026) di aula sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan dan dipimpin langsung oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Kegiatan diawali dengan melakukan review pada kegiatan evaluasi dan refleksi di Sekipan, Tawangmangu. Berdasarkan hasil yang telah dikirimkan para guru dan tendik, didapatkan kesimpulkan untuk kegiatan tersebut diadakan kembali di tahun berikutnya untuk mempererat silaturahmi dan kekompakan. Para guru juga memberikan evaluasi, saran dan masukan agar kegiatan berikutnya lebih baik lagi. Melalui diskusi yang dibuka, beberapa guru juga mengusulkan untuk kegiatan tersebut dilakukan satu hari penuh dengan memanfaatkan waktu lebih optimal, tanpa mengurangi esensi dari refleksi itu sendiri. Setelahnya, diberkan arahan dan motivasi dari kepala sekolah untuk memberikan semangat pada seluruh guru dan tendik menyambut semester genap yang dimulai pada Senin, (5/1/2026). Pada kesempatan tersebut beliau juga mensosialisasikan jargon baru yang dibuat dari kata Sekar Jagad, alamat dan branding SMP Negeri 9 Kota Surakarta. “Singkatan jargon ini saya sesuaikan dengan branding Spelanska yaitu Sekar Jagad yang mana kepanjangannya adalah SEmangat berKARya JAga integritas Spelanska hebAT.” Sebelum sesi ditutup, kepala sekolah memimpin para guru dan tendik untuk menyuarakan jargon baru SMP Negeri 9 Kota Surakarta. (Awp)  

Tindak Lanjut Evaluasi Akhir Tahun 2025 dan Koordinasi Hari Pertama Masuk Sekolah Semester Genap Read More »

Refleksi dan Evaluasi Akhir Tahun 2025 SMP Negeri 9 Kota Surakarta

SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengakhiri tahun 2025 dengan mengadakan kegiatan Refleksi dan Evaluasi pada Jumat-Sabtu (19-20/12/2025) di Villa Hanif Sekipan, Tawangmangu yang diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini adalah agenda tahunan yang bertujuan untuk menilik kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan selama setahun ke belakang, membuka ruang diskusi untuk evaluasi dan refleksi guna perbaikan di tahun mendatang, sekaligus menyegarkan pikiran sambil dekat dengan alam. Kegiatan diawali dengan melakukan jeep tour di area Sekipan yang menyajikan track terjal dan menantang serta mengunjungi kebun dan memetik stroberi. Usai kegiatan istirahat, solat dan makan malam bersama, seluruh guru dan tenaga kependidikan berkumpul di halaman untuk mengikuti kegiatan inti yaitu refleksi dan evaluasi. Acara tersebut dikemas secara santai dalam suasana kekeluargaan yang hangat. Pemandu acara mengajak para peserta untuk menyaksikan kilas balik dokumentasi kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dalam satu tahun ke belakang, mulai dari pawai pembangunan, HUT SMP Negeri 9 Kota Surakarta hingga rangkaian agenda kokurikuler. Beberapa guru dan tenaga pendidik kemudian diminta untuk maju ke depan dan menyampaikan refleksi mereka. “Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan refleksi dan evaluasi ini. Mengingat ini adalah tahun terakhir saya mengabdi, tentu ini sangat berkesan bagi saya. Acara seperti ini dapat mempererat rasa kekeluarga dan menjaga kekompakan Spelanska,” ungkap Sri Marsini, guru IPS. Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. menyampaikan harapannya terkait kegiatan ini. “Bersyukur kita masih diberikan kesempatan untuk menyelenggarakan agenda ini. Di sini kita berkumpul untuk menyamakan visi dan misi kembali untuk siap menghadapi tahun depan dengan mempertahankan kekompakan Spelanska yang luar biasa.” Kegiatan juga diisi dengan sesi tukar kado yang sudah disiapkan oleh masing-masing guru dan tendik. Penampilan beberapa peserta yang menyumbangkan suaranya berhasil menambah keseruan dan kehangatan suasana malam itu. Keesokan harinya setelah kegiatan senam, jalan sehat dan makan bersama, rombongan kembali ke SMP Negeri 9 Kota Surakarta. (Awp)

Refleksi dan Evaluasi Akhir Tahun 2025 SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

Praktik Baik Bahasa Inggris HYPE dan Bahasa Indonesia CRT dalam Kombel SekarJagad Belajar

Komunitas Belajar SekarJagad SMP Negeri 9 Kota Surakarta kembali menggelar kegiatan berbagi praktik baik pada Senin-Selasa (8-9/12/2025) di aula sekolah yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan. Pada agenda rutin ini terdapat dua narasumber guru yang membagikan praktik implementasi pengajaran di kelas, yaitu guru mapel Bahasa Inggris, Anggraini W.P., S.Pd. dan guru mapel Bahasa Indonesia, Yuni Anjani, S.Pd. Sesi pertama digelar pada Senin dengan Anggraini sebagai narasumber yang memapaparkan praktik baik bertajuk HYPE (Happy Young People Exploring English) atau dalam Bahasa Indonesia berarti anak-anak muda yang gemar belajar Bahasa Inggris. Praktik pembelajaran tersebut berfokus pada mengoptimalkan productive skills Bahasa Inggris dari peserta didik dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu media pembelajaran yang digunakan pun beragam, mulai dari buku digital, memanfaatkan kemitraan dengan guru mapel lain, hingga menggunakan aplikasi-aplikasi game dan bahan ajar yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik, seperti contohnya saat murid diminta untuk mempraktikkan langkah-langkah aktivitas sehari-hari melalui teks prosedur. Pada materi lain, para murid diminta untuk melakukan pengumpulan data sederhana guna membuat teks laporan dengan memanfaatkan sumber daya di sekitar seperti layaknya ilmuwan. Data yang didapat kemudian dipresentasikan melalui peta konsep yang dibuat sesuai kreativitas para murid. Selain mengasah kemampuan berbahasa Inggris, kegiatan pembelajaran ini juga memperkuat kerjasama dan pola berpikir kritis. Kombel sesi kedua digelar pada Selasa, (9/12/2025) dengan narasumber guru Bahasa Indonesia, Yuni Anjani, S.Pd. yang menyampaikan tentang praktik baik CRT (Culturally Responsive Teaching) yang berfokus pada menghubungkan aspek budaya dalam pembelajaran agar lebih dekat dan mudah dipahami. Dalam materi teks deskripsi, Yuni memberikan contoh cara mendeskripsikan tempe khas Wonosobo untuk memantik para murid. Kemudian mereka diminta mendeskripsikan budaya/makanan/minuman khas lainnya. Melalui kegiatan pembelajaran ini para murid tidak hanya belajar keterampilan berbahasa Indonesia, tetapi juga budaya dengan segala aspeknya. (Awp)

Praktik Baik Bahasa Inggris HYPE dan Bahasa Indonesia CRT dalam Kombel SekarJagad Belajar Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Menggelar Seminar Parenting: Sosialisasi Cek Dini Kebutuhan Murid

Surakarta, 9 Desember 2025. SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan seminar parenting dengan judul “Sosialisasi Cek Dini Kebutuhan Murid”. Kegiatan ini diikuti oleh wali murid kelas VII dan VIII SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Seminar ini menghadirkan dua pemateri inti: Siwi Purnomo, S.Pd., M.Si., selaku Kepala UPTD PLDPI Dinas Pendidikan Kota Surakarta. Dewi Intan Puspitadesi, M.Si., Psikolog, selaku Psikolog Klinis di UPTD PLDPI Dinas Pendidikan Kota Surakarta. Acara dibuka secara resmi oleh sambutan dari Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Tamu undangan dibagi menjadi dua sesi; sesi pertama diikuti oleh wali murid kelas 7 dan sesi kedua diikuti oleh wali murid kelas 8. Tujuan utama diselenggarakannya agenda ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengasuh anak, membangun komunikasi yang harmonis, meningkatkan kepercayaan diri orang tua, serta memperluas jaringan dengan sesama orang tua. Dengan demikian, orang tua diharapkan dapat mendampingi anak tumbuh optimal, mandiri, dan berkarakter di era digital. Materi Seminar Memahami Fase Remaja (Siwi Purnomo) Dalam materinya yang berjudul “Memahami Fase Remaja,” Siwi Purnomo menyampaikan tentang pentingnya cek dini kebutuhan anak, yang diawali dengan pemahaman mengenai fase perkembangan anak, pergaulan, dan masalah yang dihadapinya. Beliau menjelaskan betapa kompleksnya permasalahan anak pada masa awal remaja, di mana anak cenderung lebih percaya kepada teman dibandingkan kepada orang tua sendiri. Oleh karena itu, beliau menekankan bahwa sebagai orang tua, wajib meningkatkan pendampingan terhadap anak. Deteksi Kebutuhan Remaja (Dewi Intan Puspitadesi)Dewi Intan Puspitadesi menyampaikan hal serupa terkait remaja, dalam materinya berjudul “Mendeteksi Kebutuhan Remaja” khususnya mengenai cara orang tua mendeteksi kebutuhan anak. Orang tua hendaknya peka terhadap perubahan anak yang sedang mengalami masa perkembangan remaja. Kepekaan ini penting agar orang tua mengetahui kebutuhan mendasar anak dalam masa perubahan tersebut, sehingga lebih mudah dalam mendeteksi perkembangannya. Pada tahap ini, orang tua harus dapat mengetahui apakah anak berkembang dengan semestinya ataukah ada bagian perkembangan yang tidak wajar. Dengan memahami berbagai faktor perkembangan remaja, orang tua diharapkan dapat memiliki tindak lanjut yang konkret dan cepat agar tidak sampai menimbulkan kesalahan yang fatal dalam pergaulan Sesi Tanya Jawab dan Penutup Dalam sesi tanya jawab, orang tua sangat antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat krusial. Salah satunya adalah, “Bagaimana cara orang tua mengarahkan anak agar tidak kecanduan HP?” Psikolog Desi menjawab bahwa orang tua harus tegas terhadap anak. Contohnya, setelah melarang dan menyimpan ponsel, orang tua perlu memberikan kegiatan lain sebagai pengganti. Pertanyaan dilanjutkan mengenai, “Bagaimana cara menjadi orang tua yang tegas namun hangat?” Dewi menjawab bahwa dalam mengatur dan mengarahkan anak, selain bersikap tegas, orang tua juga harus membangun komitmen dengan cara membangun komitmen yang bisa dilakukan anak, dan komitmen tersebut diusahakan disetujui sendiri oleh anak tanpa paksaan serta disaksikan oleh kedua orang tua. Kepala Sekolah, Siti Latifah, berharap seminar parenting ini dapat menambah khazanah keilmuan guru dan orang tua dalam mendampingi serta mendidik anak sesuai dengan fasenya. (YN)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Menggelar Seminar Parenting: Sosialisasi Cek Dini Kebutuhan Murid Read More »

Scroll to Top