SEKOLAH ADIWIYATA

Sosialisasi Penggunaan Box Khusus Sampah Kemasan Plastik

Surakarta – Memasuki awal semester baru di tahun 2026, semangat menjaga lingkungan kembali menggelora di lingkungan SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Hari Jumat (9/1) 2026, pihak sekolah mengadakan sosialisasi penggunaan Box Khusus Kemasan Plastik, sebuah langkah nyata untuk memperkuat program unggulan BERLIAN (BERsihkan sampah Langsung jadI cuAN). Program BERLIAN sendiri bukanlah hal baru. Inovasi ini pertama kali diluncurkan oleh Ibu Kepala Sekolah pada tanggal 23 April 2025 tahun lalu. Sejak saat itu, wajah sekolah mulai berubah menjadi lebih bersih dan tertata. Namun, untuk memaksimalkan potensi sampah yang ada, kini sekolah memperkenalkan Box khusus yang didesain secara spesifik untuk menampung botol dan kemasan plastik. Fasilitas Box khusus ini merupakan dukungan nyata melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Aqua. Kerja sama ini bertujuan untuk mengedukasi siswa mengenai pentingnya manajemen sampah plastik sejak dini. Dengan bantuan sarana dari PT. Aqua ini, sekolah berharap proses pemilahan sampah menjadi lebih terstandarisasi dan memudahkan alur daur ulang. Selama ini, sampah plastik sering kali tercampur dengan sampah organik, sehingga menurunkan nilai jualnya saat akan didaur ulang. Dengan adanya Box ini, diharapkan: Pemilahan Lebih Efektif: Siswa dibiasakan memisahkan sampah plastik sejak dari tangan pertama. Menjaga Kualitas Bahan: Botol plastik yang bersih dan tidak tercampur sampah basah memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Memudahkan Operasional: Dapat langsung mengangkut sampah plastik untuk diproses tanpa harus memilah ulang secara manual. Dari Sampah Menjadi Cuan Sesuai dengan jargon program ini, setiap botol yang masuk ke dalam Box tidak akan terbuang sia-sia. Sampah plastik yang terkumpul nantinya akan dikelola melalui proses daur ulang atau disalurkan ke pengepul mitra sekolah. Hasil dari penjualan sampah plastik ini akan dikonversi menjadi “Cuan” atau uang tunai yang manfaatnya kembali lagi ke siswa dan sekolah untuk kegiatan siswa, maupun pengadaan fasilitas sekolah lainnya. “Program BERLIAN bukan sekadar tentang kebersihan, tapi tentang mengubah pola pikir. Kita ingin siswa melihat sampah bukan sebagai kotoran, tapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan bijak,” ujar Ibu Kepala Sekolah dalam arahannya. Mari Berkontribusi! Seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf, diajak untuk mulai membiasakan diri memasukkan kemasan plastik bekas minuman ke dalam Box yang telah disediakan di titik-titik strategis sekolah. Dengan langkah kecil membuang satu botol plastik ke tempat yang benar, kita telah berkontribusi bagi kelestarian bumi sekaligus menambah pundi-pundi tabungan sekolah.

Sosialisasi Penggunaan Box Khusus Sampah Kemasan Plastik Read More »

Dharma Wanita Persatuan UP SMP Negeri 9 Kota Surakarta Kenalkan Inovasi Sayur Belimbing Wuluh

Dharma Wanita Persatuan Unsur Pelaksana (DWP UP) SMP Negeri 9 Kota Surakarta memperkenalkan inovasi Adiwiyata berupa sayur belimbing wuluh dan sirup belimbing wuluh pada kegiatan Rapat Kerja DWP Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Jumat (19/9/2025) bertempat di aula lantai 3. Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan anggota DWP dari seluruh SMP dan PAUD di Kota Surakarta. Acara diawali dengan proses Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Ketua DWP Dinas Pendidikan sebelumnya yaitu Sri Wahyuni Abdul Haris Alamsah kepada ketua yang baru yaitu Keni Yalesti Purnawansari Dwi Ariyatno. Selain itu, diselenggarakan juga Serah Terima Jabatan Ketua Unsur Pelaksana (SMP Negeri 1, SMP Negeri 18, SMP Negeri 27, K3S Serengan, K3S Banjarsari). Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. menyampaikan ucapan terima kasih pada seluruh perwakilan anggota Dharma Wanita Persatuan yang telah hadir. “Kami juga mengucapkan permohonan maaf apabila dalam kami menyelenggarakan kegiatan ini terdapat kekurangan dan kesalahan. Untuk kegiatan hari ini, kami akan sharing mengenai inovasi Adiwiyata di sekolah kami.” Pada pertemuan sore itu, SMP Negeri 9 Kota Surakarta menyampaikan materi tentang inovasi pemanfaatan tanaman belimbing wuluh yang tumbuh di taman sekolah. Paparan tersebut disampaikan oleh Umi Rahardani yang merupakan pencetus ide menu masakan “sayur belimbing wuluh”. Ide ini muncul ketika pohon belimbing wuluh di sekolah berbuah sangat melimpah, hingga banyak yang akhirnya hanya jatuh dan membusuk. Untuk itu, buah-buah tersebut dimanfaatkan untuk diolah menjadi sayur dengan cara merebus buah belimbing, mengganti air dan merendamnya semalaman. Proses mengganti air dilakukan 2 jam sekali dan minimal diganti 4 kali untuk menghilangkan rasa asam yang kuat. Setelah itu, belimbing wuluh yang sudah melunak dan berkurang kadar asamnya dimasak menggunakan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawah putih, cabai merah dan hijau besar, daun salam, lengkuas, garam, gula merah, bumbu penyedap dan terakhir diberi santan. Selain dapat diolah menjadi sayur, air rebusan belimbing wuluh yang pertama dapat dimanfaatkan untuk membuat sirup belimbing wuluh dengan menambahkan gula, kayu manis dan jahe. Inovasi yang disampaikan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para peserta Dharma Wanita untuk bisa memanfaatkan belimbing wuluh dengan mengolah menjadi hidangan yang unik dan lezat.

Dharma Wanita Persatuan UP SMP Negeri 9 Kota Surakarta Kenalkan Inovasi Sayur Belimbing Wuluh Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Bersihkan Sekolah di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025

SMP Negeri 9 Kota Surakarta melakukan kegiatan bersih-bersih area sekolah untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Kamis pagi (5/6/2025) sebelum kegiatan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) dimulai. Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala sekolah, guru, tenaga pendidik dan seluruh peserta didik kelas 7 dan 8. Pengawas ruang masuk lebih awal untuk mengkoordinasikan peserta didik dalam kegiatan kebersihan. Peserta didik yang ada di lantai dua berfokus membersihkan kelas dan koridor dengan pendampingan pengawas ruang masing-masing. Sedangkan peserta didik yang di berada di lantai satu membersihkan kelas dan halaman sekolah. Mereka bergotong-royong menyapu kelas, memunguti sampah plastik yang berserakan dan membuang ke tempat sampah, membersihkan kaca jendela, dan mencabuti rumput liar. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) telah menerbitkan Surat Edaran No. 5 Tahun 2025 sebagai acuan kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang mengambil tema “Hentikan Polusi Plastik” dengan tagar #BeatPlasticPollution. Gerakan ini sejalan dengan salah satu program Adiwiyata di SMP Negeri 9 Kota Surakarta yaitu BERLIAN yaitu “BERsihkan sampah Langsung jadI cuAN”. Melalui program tersebut, sampah plastik yang masih bisa didaur ulang tidak langsung dibuang namun dikumpulkan untuk kemudian dijual ke bank sampah. Uang dari hasil penjualan tersebut dapat digunakan untuk mendukung kegiatan sekolah ataupun kelas. Kegiatan membersihkan lingkungan dari sampah plastik diharapkan dapat menjadi budaya peduli lingkungan di SMP Negeri 9 Kota Surakarta.  (Awp) Kegiatan bersih-bersih peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Kamis (5/6/2025).

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Bersihkan Sekolah di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 Read More »

MAS ANYA – Inovasi SMP Negeri 9 Kota Surakarta dalam Ajang KRENOVA Tahun 2025

SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengirimkan empat perwakilan peserta didik dalam ajang Lomba KRENOVA (Kreativitas dan Inovasi Masyarakat) tahun 2025 yang mana acara puncaknya digelar pada Selasa-Rabu (6-7/5/2025) di Solo Technopark, Surakarta. Lomba KRENOVA tahun 2025 mengambil tema Pengembangan Kreativitas dan Inovasi Insklusif untuk Mendukung Daya Saing Daerah Menuju Kota Budaya yang Sejahtera. KRENOVA 2025 dibedakan menjadi dua kategori yaitu kategori pelajar dan kategori masyarakat umum. Total pendaftar peserta kategori pelajar SMP/MTs dan SMA/MA sebanyak 110 tim dan yang lolos ketahap presentasi sebanyak 57 tim. SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengirimkan satu tim dengan 4 anggota yaitu, Tirta Bayu Harjuna Wisnu Murti (8B), Galih Krisna Wicaksono (8C), Fandityan Naufal Ocktaviraiyan (8G), dan Christovel Tristan Ozora (8A). Dalam KRENOVA 2025 tim SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengusulkan proposal lomba yang berjudul “MAS ANYA” (laMpu hiAS pANel surYA) untuk Taman Memanfaatkan Bahan Daur Ulang. SMP Negeri 9 Kota Surakarta mendapatkan kesempatan presentasi di hari pertama pada Selasa (6/5/2025) urutan 31 dari 50 tim kategori pelajar yang presentasi pada hari tersebut. Pada dua hari tersebut, para tim yang lolos ke tahap presentasi diberikan kesempatan untuk men-display produk yang dilombakan. Tahap presentasi dibuka oleh Wakil Wali Kota, Astrid Widayani yang kemudian lanjut berkeliling mengunjungi stan para peserta lomba dan mengecek kesiapan tempat presentasi. Pada hari pertama, Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd menyempatkan hadir mengunjungi stan produk di Solo Technopark. Beliau hadir memberikan motivasi, semangat dan beberapa masukan  untuk peserta didik agar presentasinya lebih siap dan lancar. Setiap tim melakukan presentasi di hadapan 6 orang juri masing-masing dari pemerintah, akademika, praktisi, pebisnis, dan investor. Waktu presentasi 10 menit dengan rincian 5 menit untuk presentasi produk dan 5 menit akhir untuk sesi tanya jawab dewan juri. Stan  SMP Negeri 9 Kota Surakarta dikunjungi berbagai kalangan dari peserta didik, mahasiswa, guru, maupun masyarakat umum. Penutupan dan pengumuman dihadiri oleh Wali Kota Surakarta, Respati Ardi yang juga menyempatkan untuk berkeliling ke stan para peserta lomba dari mulai kategori pelajar sampai dengan masyarakat umum. Pemenang dari Lomba KRENOVA 2025 kategori pelajar diraih oleh SMA Muhammadiyah Program Khusus Kota Barat dengan mengusung tema informatika. Walaupun belum dapat meraih juara tahun 2025, tim SMP Negeri 9 Kota Surakarta akan terus berinovasi dan melakukan evaluasi  agar dapat mengikuti lomba KRENOVA berikutnya dengan lebih baik. (AS)

MAS ANYA – Inovasi SMP Negeri 9 Kota Surakarta dalam Ajang KRENOVA Tahun 2025 Read More »

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Luncurkan Bank Sampah BERLIAN, Bukti Nyata Peduli Lingkungan

Dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar, SMP Negeri 9 Kota Surakarta resmi meluncurkan program Bank Sampah Sekolah yang diberi nama “Berlian”.  Dimulai jam 07.00 WIB, kegiatan launching berlangsung meriah di halaman sekolah dihadiri oleh seluruh siswa, guru, karyawan, kepala sekolah, serta komunitas Bank Sampah Induk Kerja Nyata Surakarta GROPESH (Gerakan Orang Muda Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup). Acara diawali dengan sambutan kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd. M.Pd, yang menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah sejak dini. “Dengan adanya bank sampah ini, kita tidak hanya belajar memisahkan dan mengelola sampah, tapi juga belajar nilai ekonomi dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” ujar beliau. Lebih lanjut, harapan besarnya untuk semua warga sekolah bahwa gerakan peduli sampah ini dapat menjadi semangat dan bukti kepedulian terhadap lingkungan yang berdampak, bukan hanya dampak ekologis melainkan nilai ekonomis. Oleh karena itu gerakan ini di beri nama “BERLIAN” sebagai akronim dari “BERsihkan sampah Langsung jadI cuAN”. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari komunitas peduli lingkungan; Bank Sampah Induk Kerja Nyata Surakarta GROPESH (Gerakan Orang Muda Peduli Sampah dan Lingkungan Hidup). Direktur GROPESH, Denok Marty  Astuty, S.E., menjelaskan cara memilah sampah dan manfaat dari kegiatan bank sampah. Pemaparan dilakukan secara detail dengan mengenalkan jenis sampah organik, anorganik dan sampah kimia. Setelah itu, acara puncak ditandai dengan menimbang sampah yang sudah dipilah. Donasi sampah dari peserta didik SMP Negeri 9 Kota Surakarta kemudian dicuankan atau diuangkan untuk kemudian dimasukkan ke kas kelas masing-masing. Bank sampah “BERLIAN” akan dikelola oleh peserta didik yang tergabung dalam tim Adiwiyata SMP Negeri 9 Kota Surakarta, didampingi oleh pokja pengelolaan sampah. Salah satu siswa, yang akrab disapa Kathleen, kelas 7D, antusias mengikuti kegiatan launching “BERLIAN” dan aktif maju ke depan menjawab pertanyaan yang diberikan narasumber. Lebih lanjut, dia mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini. “Biasanya aku buang plastik sembarangan, sekarang jadi semangat kumpulin buat disetor ke bank sampah,” katanya saat ditemui. Dengan dimulainya program ini, diharapkan seluruh warga sekolah dapat lebih peduli dan aktif dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan. Program ini juga akan menjadi bagian dari kegiatan rutin sekolah dan akan dievaluasi secara berkelanjutan agar memberikan dampak maksimal. (DH)

SMP Negeri 9 Kota Surakarta Luncurkan Bank Sampah BERLIAN, Bukti Nyata Peduli Lingkungan Read More »

Semarak Hari Bumi di SMP Negeri 9 Kota Surakarta

Surakarta, 22 April 2025 – Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi tahun 2025 yang bertema”Kekuatan Kita, Planet Kita”, sekolah menggelar aksi nyata dengan melakukan penanaman pohon di lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam mendukung pelestarian lingkungan dan menanamkan kesadaran cinta alam kepada seluruh warga sekolah. Kegiatan penanaman pohon ini melibatkan berbagai elemen penting dari SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Ibu Kepala Sekolah Ibu Siti Latifah, S.Pd., M.Pd., yang turut serta menanam bibit pohon. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan langkah konkret untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih asri, sehat, dan berkelanjutan.   “Hari Bumi adalah momentum yang tepat untuk kita semua merenungkan betapa pentingnya menjaga planet yang kita tinggali ini. Melalui kegiatan penanaman pohon ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar sekolah dan juga mengedukasi siswa-siswi tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati,” ujar Ibu Siti Latifah dengan penuh semangat. Ketua Tim Adiwiyata, Ibu Harini, S.Pd., juga terlihat aktif memandu jalannya kegiatan. Beliau menjelaskan bahwa jenis pohon yang dipilih untuk ditanam kali ini memiliki nilai ekologis dan ekonomis. “Kami memilih bibit pohon matoa, jeruk purut, dan belimbing. Selain memberikan kesejukan dan keindahan, pohon-pohon ini juga memiliki manfaat buah yang bisa dinikmati di masa mendatang,” jelas Ibu Harini. Perwakilan Guru juga turut hadir memberikan dukungan dan bimbingan kepada para siswa. Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Selain menambah ruang terbuka hijau, pohon-pohon yang ditanam juga akan membantu menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, serta menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan sehat untuk belajar dan beraktivitas. Semangat “Kekuatan Kita, Planet Kita” benar-benar tercermin dalam kegiatan Hari Bumi di SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Dengan aksi nyata menanam pohon, seluruh warga sekolah telah menunjukkan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan bumi demi masa depan yang lebih baik. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal serupa dan semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. M.C.I @smpn9surakarta Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, SMPN 9 Kota Surakarta melakukan aksi nyata dengan melakukan penanaman pohon di lingkungan sekitar sekolah. 📅 Selasa, 22 April 2025 #haribumi #spelanska #fypシ゚ ♬ Beautiful Land (Sape Dayak Borneo) – Helmy Trianggara  

Semarak Hari Bumi di SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

Dharma Wanita Persatuan UP SMP Negeri 9 Kota Surakarta Membuat Boneka dari Kaus Kaki Bekas

Anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana (UP) SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan pertemuan rutin pada Senin, (21/4/2025) di aula sekolah, bertepatan dengan perayaan Hari Kartini tahun 2025. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Pembina Dharma Wanita Persatuan UP SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. dan seluruh anggota aktif dan pasif. Pada pertemuan tersebut, para anggota belajar untuk membuat boneka dengan memanfaatkan kaos kaki bekas dengan pemateri Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Untuk dapat membuat sebuah boneka, yang diperlukan adalah satu kaus kaki bekas, benang, jarum, gunting, dakron dan kancing. Kedua ujung kaus kaki dipotong secara vertikal kemudian dijahit dibagian dalam untuk membentuk kaki dan telinga. Kaus kaki tersebut kemudian diisi dakron agar padat dan dijahit dengan rapi. Agar tampak semakin nyata, di bagian tengah ditambahkan kancing sebagai mata. Para anggota Dharma Wanita tampak serius dan berusaha membuat boneka-boneka tersebut semenarik mungkin. Beberapa ada yang membuat garis kecil sebagai mulut dan ada pula yang merangkai manik-manik untuk dijadikan kalung. Setelah selesai membuat kreasi boneka, para anggota satu per satu memamerkan hasil karyanya dan beberapa tampil ke depan untuk bercerita menggunakan boneka tangan tersebut. Di akhir sesi pertemuan, juri memilih tiga karya boneka kaus kaki terbaik untuk diberi apresiasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi inovasi SMP Negeri 9 Kota Surakarta dalam pemanfaatan barang bekas yaitu kaus kaki untuk didaur ulang menjadi barang baru yang bermanfaat. Tidak hanya berkontribusi dalam menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah, kreasi boneka kaus kaki bekas ini dapat dijadikan mainan atau media belajar anak-anak yang menarik. (Awp)

Dharma Wanita Persatuan UP SMP Negeri 9 Kota Surakarta Membuat Boneka dari Kaus Kaki Bekas Read More »

Scroll to Top