Guru IPS Berbagi Praktik Baik LINDA dan LITA bersama Kombel SekarJagad Belajar
Komunitas Belajar SekarJagad Belajar SMP Negeri 9 Kota Surakarta kembali menyelenggarakan kegiatan berbagi praktik baik pada Rabu (5/3/2025) di aula. Praktik baik kali ini disampaikan oleh perwakilan guru dari kombel IPS, yaitu Hari Untoro, S.Pd. dan Susilowati Tri Handayani, S.Pd, dan diikuti oleh seluruh tenaga pendidik serta didampingi oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, Hari Untoro menyampaikan bahwa selama ini para guru mengalami beberapa tantangan dalam pembelajaran IPS di kelas, seperti peserta didik yang kurang aktif atau cenderung bosan jika kegiatan hanya sekedar ceramah. Oleh karena itu, para guru mata pelajaran IPS berusaha untuk melakukan inovasi untuk meningkatkan minat belajar serta kemampuan literasi peserta didik melalui LINDA (Literasi Benda) dan LITA (Literasi Peta). Praktik baik pertama bertajuk LINDA disampaikan oleh Susilowati Tri Handayani, S.Pd yang menjelaskan bahwa untuk meningkatkan ketertarikan peserta didik dalam belajar sejarah, dirinya menghadirkan miniatur-miniatur situs bersejarah seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Stupa untuk memunculkan “AMBAK” atau “Apa Manfaatnya Bagiku?”. Seperti yang sebelumnya telah disampaikan dalam diseminasi deep learning oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta bahwa guru harus mampu menghadirkan kebermanfaatan dari sebuah materi pelajaran agar peserta didik dapat tahu manfaatnya bagi diri atau kehidupan mereka di dunia nyata. Melalui cara tersebut, peserta didik diharapkan dapat lebih paham dan tertarik untuk mempelajari suatu materi. Susi menjelaskan dalam kegiatan LINDA, dia menggunakan strategi 5M yaitu Melihat, Memegang, Mengamati, Mendeskripsikan dan Mempresentasikan. Dirinya juga menjelaskan bahwa guru perlu untuk memberikan apresiasi pada hasil kerja peserta didik, bagaimanapun hasilnya sebagai bentuk penghargaan. Materi kedua yaitu LITA disampaikan oleh Hari Untoro, S.Pd. yang dalam praktiknya berfokus untuk mengajak peserta didik belajar membaca peta dan memahami tata letak suatu tempat. Dirinya memapaparkan bahwa dengan membawa media ajar peta besar ke kelas membuat peserta didik antusias untuk melihat dan menggunakannya. Peserta didik diminta untuk menemukan letak negara-negara yang ada di dunia melalui peta yang ia bawa ke kelas. Tidak hanya itu, dirinya juga mencoba untuk menyesuaikan materi yang dipelajari dengan perkembangan zaman, yaitu dengan memanfaatkan peta digital. Dalam praktik kehidupan nyata, guru yang sudah mengajar di Spelanska selama 17 tahun ini memberikan tantangan peserta didik untuk menggunakan peta digital melalui aplikasi ojek online. Dengan begitu, anak-anak bisa belajar untuk mengetahui jarak dari suatu tempat ke tempat lain dan rute yang digunakan. Pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman terbukti dapat meningkatkan motivasi dan minat peserta didik dalam belajar. Meskipun selama ini pelajaran IPS memiliki stigma pembelajaran ceramah, namun dalam paparannya, para guru IPS membuktikan pentingnya belajar ilmu sosial dan bahwa pembelajaran tersebut dapat diselenggarakan dengan menyenangkan. Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. menambahkan, “Meskipun masa lalu, tetap harus JAS MERAH atau Jangan Lupakan Sejarah.” Dirinya juga memberikan apresiasi kepada para guru mapel IPS yang sudah membagikan praktik baik yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru-guru lain untuk terus melakukan inovasi dan menghadirkan AMBAK dalam pembelajaran di kelas. (Awp)
Guru IPS Berbagi Praktik Baik LINDA dan LITA bersama Kombel SekarJagad Belajar Read More »


