Diseminasi Pembelajaran Bermakna oleh Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta

Bulan Ramadan sebagai bulan yang penuh keberkahan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap sang pencipta. Semarak bulan Ramadan disambut suka cita seluruh civitas akademisi SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Pada hari Selasa dan Rabu, 4 dan 5 Maret 2025 seluruh guru dan tenaga kependidikan (GTK) mengikuti kegiatan diseminasi meaningful (pembelajaran bermakna) dengan pemateri Ibu Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. (Bu Ifah) di aula SMP Negeri 9 Kota Surakarta.

Hari pertama (Selasa, 4 Maret 2025)

Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. memaparkan diseminasi tentang meaningful pada Selasa, (4/3/2025)

Kegiatan diawali dengan melatih konsentrasi menyebut warna pada tulisan yang tertera secara tepat. Peserta berantusias dan bersemangat mengikuti kegiatan. Pada kesempatan ini Bu Ifah menekankan bahwa hakikat pembelajaran memahami diri, mengembangkan diri, menyesuaikan diri, dan menyukseskan diri. Peran guru di kelas sangat menentukan kelas menjadi hidup atau mati baik secara proses, pengelolaan, dan target. Guru perlu tahu “AMBAK” Apa manfaat bagiku?  yang disesuaikan karekteristik peran aktif murid. Bu Ifah menyampaikan tiga poin dalam mengimplementasikan meaningful pembelajaran yaitu menghadirkan dunia nyata dalam memberikan pengalaman langsung, menyadarkan murid tentang manfaat ilmu yang sedang dipelajari, menyesuaikan materi  dengan kondisi murid.

Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd. memberikan diseminasi pembelajaran bermakna, Selasa (4/3/2025)

Hari kedua (Rabu, 5 Maret 2025)

Penerapan langkah praktis membangun kebiasaan baik untuk membangun mengembangkan pontensi diri. Pada sesi ini Bu Ifah mengajak guru dan tenaga kependidikan (GTK) untuk memahami kondisi emosional murid. Selain itu, perlu diketahui juga empat hormon kebahagian yaitu dopamin, endorfin, oksitosin, dan serotonin. Hal yang perlu diperhatikan bahwa setiap murid memiliki potensi baik dari karakteristik mereka. Setiap karakter yang dimiliki murid terdapat kelebihan. Namun belum semua murid dapat mengasah kelebihan dari karakter yang dimiliki. Maka disinilah peran guru untuk dapat membangun keterampilan dan mengasah kemampuan yang dimiliki murid.

Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd. menyampaikan paparan tentang cara membangun mengembangkan potensi diri melalui kebiasan baik, Rabu (5/3/2025)
Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd. memberikan diseminasi tentang kebiasaan baik, Rabu (5/3/2025)

Selain itu, Bu Ifah juga menyampaikan bahwa GTK perlu memiliki sikap profesionalisme dan integritas serta menekankan guru dapat memiliki tujuh kemampuan wajib. Tujuh kemampuan wajib tersebut yaitu guru untuk memiliki komunikasi baik, kemampuan berpikir kritis dan strategis, dapat membangun hubungan baik, dapat mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan mampu bekerja sama dengan tim. Diseminasi ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan (GTK) SMP Negeri 9 Kota Surakarta dalam menyongsong penerapan kurikulum DEEP LEARNING. (KK)

Pemaparan Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah S.Pd., M.Pd., tentang cara mengembangkan potensi diri melalui kebiasan baik pada Rabu (5/3/2025)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top