SMP Negeri 9 Kota Surakarta menyelenggarakan kegiatan pengimbasan pasca diklat pada Senin dan Selasa (29-30/10/2025) di aula yang dibagi menjadi Pengimbasan Pembelajaran Mendalam oleh tiga guru, Nur Dawam S.Pd., Banati Rahmawati, M.Si dan Anggraini W.P., S.Pd., dan Pengimbasan Penguatan Disiplin Positif oleh Drs. Gunawan dan Whikan Ayu Hanifah, S.Pd. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan.

Pengimbasan Pembelajaran Mendalam mendiskusikan beberapa poin, yang pertama disampaikan oleh Nur Dawam, S.Pd. tentang bagaimana merubah Pola Pikir Tetap menjadi Pola Pikir Tumbuh (Growth Mindset) yang menjadi dasar pendekatan Pembelajaran Mendalam. Guru diminta untuk merubah pola pikir mereka agar terus bertumbuh dan positif, khususnya dalam mendampingi murid dalam mengikuti pembelajaran. Seperti contohnya ketika menghadapi murid yang kerap datang terlambat. Guru sebaiknya tidak langsung menghakimi sebagai anak pemalas, tetapi harus melakukan pendekatan untuk lebih paham mengenai latar belakangnya. Guru juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya positif agar anak untuk mau mencoba dan berusaha untuk menjadi lebih baik.

Materi kedua disampaikan oleh Banati Rahmawati, M.Si yang meminta peserta pengimbasan untuk berlatih menyusun kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan Prinsip Pembelajaran (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan) dan Pengalaman Belajar (Mamahami, Mengaplikasi, Merefleksi). Sedangkan materi ketiga disampaikan oleh Anggraini W.P., S.Pd. yang membahas Inkuiri Kolaboratif. Materi ini menekanan pentingnyaa kolaborasi antara guru dengan guru, maupun pihak-pihak lain seperti kepala sekolah, orang tua dan mitra luar, dalam menyelesaikan tantangan/masalah terkait pembelajaran.




Pada hari ke-2, materi pengimbasan yang disampaikan mengenai Penguatan Disiplin Positif yaitu sebuah pendekatan untuk mendisiplinkan dan membangun karakter murid tanpa hukuman fisik dan ancaman. Melalui praktik DisPo, guru diajak untuk menanamkan sikap saling menghormati, untuk dapat mengidentifikasi motif dibalik perilaku/tindakan anak, membangun komunikasi yang efektif dan ketrampilan memecahkan masalah, menerapkan disiplin tanpa hukuman, fokus pada solusi, bukan hukuman dan memberikan dorongan (bukan pujian). Kegiatan ditutup dengan melakukan kuis online mengenai DisPo.




Dalam penguatan danĀ closing statement-nya, Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan positif yang akan disampaikan kepada murid hendaknya dimulai dari guru terlebih dahulu sehingga murid dapat melihat secara langsung penerapannya, meniru dan menjadikannya budaya yang positif. (Awp)




