Warga SMP Negeri 9 Kota Surakarta Kenakan Baju Adat, Merayakan Hari Kartini Tahun 2026

Surakarta, 21 April 2026. Nuansa berbeda menyelimuti SMP Negeri 9 Kota Surakarta. Di tengah hiruk-pikuk keseriusan mengerjakan soal Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) dan Penilaian Sumatif Akhir Tahun(PSAT), lingkungan sekolah justru nampak berwarna dengan balutan busana adat nusantara yang dikenakan oleh seluruh peserta didik kelas 7, 8, 9, Ibu Bapak guru serta tenaga kependidikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Kartini yang digelar sekolah untuk menanamkan nilai perjuangan dan cinta budaya di tengah padatnya agenda akademik.

Raditya (IX A), Senja (IX A), dan Vyko (IX A) mengenakan baju adat Jawa.

Oase di Tengah Ujian

Meskipun para siswa sedang berada dalam ritme akademis yang tinggi, semangat untuk memperingati perjuangan R.A. Kartini tidak luntur. Lomba busana adat yang digelar bukan sekadar ajang pamer kecantikan atau ketampanan, melainkan menjadi simbol ketangguhan mental para siswa.

Selly Melda Putry Banjarnahor (VII C) mengenakan baju adat Batak dan Daniel Surya Kriswanto (IX C) mengenakan baju adat Jawa.
Khafid Arrofi (VII G) dan Dewi Nur Astiani (IX G) mengenakan baju adat Bali.
Ara (VII I) dan Akbar (VII I) mengenakan baju adat Jawa dan Betawi.

Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyegarkan pikiran peserta didik. “Ujian memang penting, namun penguatan karakter dan literasi budaya tidak boleh dikesampingkan. Kami ingin siswa kelas 7, 8, dan 9 merasakan semangat Kartini yang tetap belajar meski dalam keterbatasan,” ujarnya.(YN)

Kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top