Uncategorized

Diklat Dewan Penggalang Di Candi Sukuh, Karanganyar

Pasukan Penggalang atau sering hanya disebut pasukan adalah satuan organik dalam Gerakan Pramuka yang terdiri atas paling banyak 32 orang Pramuka Penggalang. Pasukan Penggalang dibagi dalam 4 regu yang masing-masing regu terdiri atas 6 – 8 orang Pramuka Penggalang. Gerakan Pramuka menghimpun anggotanya dalam satuan dan kwartir. Satuan terdepan dalam pembinaan peserta didik adalah Gugusdepan. Dalam Gugusdepan yang lengkap terdapat Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak dan Racana Pandega. Pasukan Penggalang merupakan tempat pembinaan Pramuka berusia 11 sampai 15 tahun yang disebut Pramuka Penggalang. Pembentukan pasukan ini bertujuan untuk memudahkan penghimpunan, pengelolaan, penggerakan dan pengarahan peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan Pramuka Penggalang untuk mencapai tujuannya. Untuk pendidikan kepemimpinan para Pramuka Penggalang, diadakan Dewan Pasukan Penggalang, yang disingkat Dewan Penggalang. Dewan Penggalang beranggotakan: Para Pemimpin Regu (Pinru). Wakil Pemimpin Regu (Wapinru). Pemimpin Regu Utama. Pembina Penggalang. Para Pembantu Pembina. Kegiatan, kewenangan, tugas dan mekanisme Dewan Penggalang antara lain: Dewan Penggalang mengadakan rapat minimal sebulan sekali. Ketua Dewan Penggalang adalah Pratama, sedangkan jabatan Penulis/Sekretaris dan Bendahara Dewan Penggalang dipegang oleh anggota Dewan Penggalang yang dipilih melalui musyawarah. Dewan Penggalang bertugas mengurus dan mengatur kegiatan Pasukan Penggalang dan menjalankan keputusan yang diambil oleh Dewan Penggalang. Dalam rapat Dewan Penggalang, Pembina dan Pembantu Pembina bertindak sebagai penasehat, pengarah, pembimbing serta mempunyai hak mengambil keputusan terakhir. Berjalan kaki ke candi sukuh Diklat Dewan Galang Pelantikan Dewan Galang di candi Sukuh Anggota Dewan Galang Periode 2016/2017

Diklat Dewan Penggalang Di Candi Sukuh, Karanganyar Read More »

KAMPANYE DIET KANTONG PLASTIK

Pagi hari itu sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya di Pasar Tradisional Jongke Pajang, Laweyan Surakarta. Ada puluhan anak SMP yang membawa kantong daur ulang, ada apa ya?….Ternyata hari itu, tepatnya tanggal 31 Maret 2016 anak SMP Negeri 9 Surakarta mengadakan kampanye diet kantong plastik di Pasar Jongke Pajang, Laweyan Surakarta. Mereka membagikan kantong daur ulang kepada pembeli yang berlalu lalang di pasar jongke, intinya mereka ingin penggunaan kantong plastik bisa berkurang, ada sekitar 100 kantong daur ulang yang dibagikan. Ini wujud salah visi SMPN 9 Surakarta yaitu Berwawasan Lingkungan serta SMP Negeri 9 Surakarta sebagai sekolah Adiwiyata. Mengapa plastik berbahaya? 1. Memicu perubahan iklim    Dari proses produksi, konsumsi, hingga pembuangannya menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim karena kondisi bumi semakin memanas. 2. Berbahaya bagi manusia  Kantong plastik yang dibakar bisa menyebabkan pencemaran udara dan gangguan pernapasan. Selain itu, kantong plastik yang digunakan sebagai wadah makanan berpotensi mengganggu kesehatan manusia. 3. Mencemari lingkungan  Kantong plastik yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan tersumbatnya selokan dan badan air, termakan oleh hewan dan rusaknya ekosistem di sungai dan laut. 4. Terurai sangat lama    Kantong plastik (dan jenis plastik lainnya) sulit terurai di tanah karena rantai karbonnya yang panjang, sehingga sulit diurai oleh mikroorganisme. Kantong plastik akan terurai ratusan hingga ribuan tahun kemudian.

KAMPANYE DIET KANTONG PLASTIK Read More »

Scroll to Top