PAMERAN MUSEUM

Warga SMP Negeri 9 Kota Surakarta Berliterasi di Pameran Rajamala Museum Radya Pustaka

Warga SMP Negeri 9 Kota Surakarta meramaikan Pameran Rajamala yang diselenggarakan di Museum Radya Pustaka Kota Surakarta pada Sabtu-Minggu (1-2/11/2025). Kegiatan ini diselenggaran oleh para murid kelas VII, VIII dan IX dengan pendampingan para guru dan orang tua. Pameran temporer “Rajamala” ini diselenggarakan mulai dari tanggal 28 Oktober – 2 November 2025  untuk merayakan ulang tahun museum yang ke-135. Pameran ini menampilkan instalasi, koleksi, dan pertunjukan seni untuk mengenalkan tokoh Rajamala, seperti tari kreasi dan makna di balik ornamen Rajamala. Para murid dapat masuk ke museum untuk belajar sejarah sekaligus melihat koleksi museum secara gratis. Di area halaman depan museum terdapat ornamen pahatan kayu (canthik) Rajamala atau dalam Bahasa Jawa disebut “Rojo Molo” yang ditempatkan di haluan dan buritan kapal. Tokoh mitologi Jawa yang juga makot kota Solo ini memiliki makna sebagai simbol kekuatan penolak bala dan energi negatif. Selain itu, para pengunjung dapat masuk untuk melihat koleksi-koleksi peninggalan sejarah yang dipamerkan di dalam museum yang terbagi menjadi beberapa ruangan. Ruang Tosan Aji berisi koleksi senjata dari logam muliaa, arca dan miniatur Joglo atau rumah ada Jawa Tengah. Ruang keramik memamerkan koleksi keramik yang kebanyakan berasal dari peninggalan Belanda. Ruang perunggu menampilkan koleksi benda dari perunggu seperti patung dan gamelan. Terdapat pula koleksi gamelan agung milik Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV dan alat tenun tradisional yang disebut genderan. Jika ingin memperkaya informasi, para pengunjung dapat menuju area perpustakaan di dalam museum untuk membaca buku. Seperti tema pameran yaitu Rajamala, di dalam museum juga terdapa Ruang Rojo Molo yang memamerkan patung Rajamala yang menjadi hiasan kapal Keraton Surakarta. Masih banyak koleksi yang lain yang dapat menjadikan bahan belajar sejarah bagi para murid dan pengunjung lainnya. Melalui kegiatan ini, para murid diharapkan dapat meningkatkan kompetensi literasi mereka, khususnya tentang museum, sejarah dan budaya nusantara. (Awp)  

Warga SMP Negeri 9 Kota Surakarta Berliterasi di Pameran Rajamala Museum Radya Pustaka Read More »

Peserta Didik SMP Negeri 9 Kota Surakarta Kunjungi Pameran Museum Keliling se-Indonesia 2025

Seluruh peserta didik kelas 9, perwakilan kelas 7 dan 8 SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengunjungi Abhinawa Bhumi 2025- Pameran Museum Keliling se-Indonesia didampingi para wali kelas dan kepala sekolah di Taman Balekambang, Jumat (30/5/2025). Kegiatan tersebut merupakan inisiasi dari UPTD Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Surakarta untuk  memperluas akses publik terhadap warisan budaya sekaligus meningkatkan literasi dan menulis di kalangan peserta didik, khususnya di bidang sejarah dan budaya Indonesia. Pameran tersebut digelar di Bale Pangenggar Taman Balekambang, Surakarta dan diikuti oleh beberapa museum di Indonesia antara lain Museum Radyapustaka dan Museum Keris (Surakarta), Museum Ranggawarsita (Semarang), Museum Kretek (Kudus), Museum Batik (Pekalongan), Museum Affandi (Yogyakarta), Museum Negeri Mulawarman (Kalimantan Timur), Museum Negeri Selayar (Sulawesi Selatan), Museum Negeri (Kabupaten Sumenep), Museum Gubug Wayang Mojokerto dan Malang (Jawa Timur) serta ada juga dari sekolah yaitu ISI Surakarta. Para peserta tiba di titik kumpul dan melakukan foto bersama sebelum masuk ke Taman Balekambang dan mereka juga tidak lupa untuk mengabadikan gambar di depan Bale Pangenggar. Rombongan kemudian mengunjungi setiap stan dan tampak antusias menggali informasi tentang benda-benda yang dipamerkan. Beberapa peserta didik terlihat melakukan tanya jawab dengan petugas yang ada di setiap stan pameran, ada yang tertarik memakai topeng dari Museum Affandi, ada pula yang mengikuti game yang diselenggarakan oleh salah satu stan. Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. bersama beberapa peserta didik mencoba belajar membatik di stan Museum Batik Pekalongan dan beberapa guru mencoba pakaian khas dari Kalimantan Timur. Setelah mengunjugi pameran, peserta didik kemudian diminta untuk menuliskan laporan kegiatan tersebut. Dinas Pendidikan Kota Surakarta akan memberikan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi bagi peserta didik. (HU)

Peserta Didik SMP Negeri 9 Kota Surakarta Kunjungi Pameran Museum Keliling se-Indonesia 2025 Read More »

Scroll to Top