HARI KARTINI

Dharma Wanita Persatuan UP SMP Negeri 9 Kota Surakarta Membuat Boneka dari Kaus Kaki Bekas

Anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana (UP) SMP Negeri 9 Kota Surakarta mengadakan pertemuan rutin pada Senin, (21/4/2025) di aula sekolah, bertepatan dengan perayaan Hari Kartini tahun 2025. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Pembina Dharma Wanita Persatuan UP SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. dan seluruh anggota aktif dan pasif. Pada pertemuan tersebut, para anggota belajar untuk membuat boneka dengan memanfaatkan kaos kaki bekas dengan pemateri Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. Untuk dapat membuat sebuah boneka, yang diperlukan adalah satu kaus kaki bekas, benang, jarum, gunting, dakron dan kancing. Kedua ujung kaus kaki dipotong secara vertikal kemudian dijahit dibagian dalam untuk membentuk kaki dan telinga. Kaus kaki tersebut kemudian diisi dakron agar padat dan dijahit dengan rapi. Agar tampak semakin nyata, di bagian tengah ditambahkan kancing sebagai mata. Para anggota Dharma Wanita tampak serius dan berusaha membuat boneka-boneka tersebut semenarik mungkin. Beberapa ada yang membuat garis kecil sebagai mulut dan ada pula yang merangkai manik-manik untuk dijadikan kalung. Setelah selesai membuat kreasi boneka, para anggota satu per satu memamerkan hasil karyanya dan beberapa tampil ke depan untuk bercerita menggunakan boneka tangan tersebut. Di akhir sesi pertemuan, juri memilih tiga karya boneka kaus kaki terbaik untuk diberi apresiasi. Kegiatan ini sekaligus menjadi inovasi SMP Negeri 9 Kota Surakarta dalam pemanfaatan barang bekas yaitu kaus kaki untuk didaur ulang menjadi barang baru yang bermanfaat. Tidak hanya berkontribusi dalam menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah, kreasi boneka kaus kaki bekas ini dapat dijadikan mainan atau media belajar anak-anak yang menarik. (Awp)

Dharma Wanita Persatuan UP SMP Negeri 9 Kota Surakarta Membuat Boneka dari Kaus Kaki Bekas Read More »

Semangat Kartini Membara di SMP Negeri 9 Kota Surakarta

Momen setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini karena pada tanggal tersebut Raden Ajeng Kartini lahir tepatnya pada tanggal 21 April 2025. Sosok perempuan yang memiliki semangat mempelopori kesetaraan antara wanita dan laki-laki memiliki kedudukan sama. R. A. Kartini memiliki semangat yang tinggi terutama untuk memajukan perempuan pribumi dengan semangat tersebut munculah semboyan “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Makna dari semboyan tersebut adalah setelah kesulitan, selalu ada harapan yang terbit membawa terang bagi masa depan perempuan. Semangat R. A. Kartrini sebagai contoh terhadap generasi muda saat ini supaya mampu meraih cita-cita setinggi mungkin. Bersamaan dengan memperingati Hari Kartini pada tanggal 21 April 2025 SMPN 9 Kota Surakarta sedang melaksanakan kegiatan Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) Genap kelas 7, 8, dan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) kelas IX. Siti Latifah, S.Pd., M.Pd. (Bu Iffah) selaku kepala SMPN 9 Kota Surakarta mengajak seluruh warga sekolah dari peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan untuk dapat mengenakan pakaian adat daerah. Seluruh warga sekolah menyambut baik kegaiatan tersebut. Dapat terlihat dari pakaian adat yang dipakai beraneka ragam corak model. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud mengenang jasa beliau yang luar biasa. Murid perempuan maupun laki-laki berantusias mengenakan baju adat. Kegiatan Penilaian Sumatif Tengah Semester (PSTS) Genap kelas VII, VIII, dan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) kelas IX dilaksanakan pada tanggal 14 s.d. 22 April 2025. Seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan SMPN 9 Kota Surakarta tetap menjalankan aktivitas sesuai tugasnya. (KK)

Semangat Kartini Membara di SMP Negeri 9 Kota Surakarta Read More »

Scroll to Top